Berita

Lasiri, Andrade, Sadikovic Dominasi Kartu Awal ONE: WINTER WARRIORS II

ONE Championship menggelar kartu awal yang keras untuk memulai ajang terakhirnya pada tahun 2021.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini menayangkan ONE: WINTER WARRIORS II pada Jumat, 17 Desember, dan kartu awal ini menampilkan sepasang KO ronde pertama luar biasa dengan aksi keras.

Inilah segala sesuatu yang terjadi dalam tiga laga pertama dalam sekuel WINTER WARRIORS itu.

Sadikovic Berbunga Dalam Debut ONE

Penantang baru telah muncul bagi sang Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing Regian “The Immortal” Eersel.

Dalam debut promosionalnya, bintang baru Jerman Arian “Game Over” Sadikovic mengalahkan mantan penantang gelar Juara Dunia Mustapha “Dynamite” Haida via keputusan mutlak dan memastikan diri menjadi salah satu kandidat dalam perebutan sabuk emas.

Haida memulai dengan pukulan pada awal stanza pembuka, dimana ia melontarkan cross kiri dan kombinasi cross-uppercut. Tetapi “Game Over” menempatkan pria Italia itu dalam posisi bertahan, menutup jarak, dan melepaskan tendangan rendah, kombinasi jab-cross dan hook-cross, lalu serangan lutut saat bergerak maju.

Terjadi rehat sesaat karena tendangan ilegal ke arah selangkangan dan pukulan memutar dengan punggung tangan (spinning backfist) yang mengenai sisi belakang kepala Haida, namun saat ia memulihkan diri, Sadikovic berlanjut menekan dengan berbagai variasi.

“Dynamite” memulai ronde kedua dengan lebih agresif, dimana ia bergerak maju dengan jab dan cross yang tepat waktu. Namun segera, raksasa dari Jerman itu menutup jarak sekali lagi dan menyerang lawannya dengan lutut, pukulan cross, hook keras, serta tendangan ke arah kaki dan tubuhnya.

Kapan pun Haida menemukan jarak, ia melontarkan tendangan keras ke kepala dan lengan lawannya, serta bahkan menyambungkan serangan ke arah tubuh dan beberapa uppercut ke arah kepala. Namun, lawannya yang berusia 27 tahun tetap mendesak maju dan memadukan arsenalnya dengan sangat baik.

Arah laga ini berubah secara total pada ronde terakhir. Keduanya berdiri untuk bertukar pukulan tendangan rendah, namun Sadikovic melipat lawannya dengan serangan lutut ke arah rusuk.

Haida segera menendang pria Jerman itu, namun “Game Over” membalas dengan pukulan dan serangan lutut keras ke arah perut, yang memaksa pria Italia itu membungkuk demi menghirup udara segar.

Wasit Olivier Coste memberinya delapan hitungan sambil berdiri, namun Haida menjawab dan melanjutkan laga. Dari titik itu, Sadikovic mengincar penyelesaian dengan perpaduan striking-nya, namun pria Italia lawannya bertahan.

Petarung Jerman ini pun meraih kemenangan mutlak dari ketiga juri – dan sebuah potensi kesempatan emas.

Andrade Tampil Impresif Atas ‘The Underdog’

Fabricio “Wonder Boy” Andrade memberi penampilan yang hampir sempurna.

Andrade, penantang peringkat keempat bantamweight bela diri campuran, menggunakan arsenal Muay Thai tajam untuk mencetak TKO atas “The Underdog” Li Kai Wen pada ronde pertama dan memadamkan empat kemenangan beruntun milik atlet Tiongkok itu.

Atlet Brasil ini mengincar serangan di awal, namun Li membalikkan keadaan dengan mencetak beberapa takedown cepat untuk membuat lawannya frustrasi di dinding Circle. Saat ia terpisah dari “Wonder Boy,” atlet Tiongkok ini secara sporadis menerjang lawannya dan menyambungkan beberapa hook keras.

Namun, Andrade nampak tak terdampak. Warga Fortaleza itu tetap tenang, membalas lawannya dengan serangan lutut dan pukulan kiri, serta memulai serangan dengan jab keras. Dan saat waktu memasuki menit terakhir stanza, pria Brasil itu melukai Li dengan serangan lutut tajam ke bagian atas torso yang membuatnya mundur.

Saat ini, “Wonder Boy” belum selesai. Andrade terus mematahkan petarung Tiongkok itu dengan pukulan, serangan lutut dan tendangan, dimana saat “The Underdog” menurunkan lengan kanannya, pria Brasil ini mengenai lawannya dengan tendangan roundhouse ke arah rahang.

Li pun terhuyung ke dinding Circle, yang membuat Andrade melepaskan rangkaian pukulan keras. Dinamo Tiongkok ini berusaha bertahan, namun atlet Brasil itu mengejarnya, menjatuhkannya ke atas kanvas dengan straight kiri, lalu melepaskan rangkaian pukulan pendek. Dengan itu, wasit Justin Brown menghentikan laga pada menit 4:41 ronde pertama.

Setelah kemenangan TKO ronde pertama itu, Andrade menyatakan niatnya dengan jelas. “Saya menginginkan sabuk itu, bawa sabuk itu ke sini,” teriak pria Brasil ini yang menyiratkan keinginannya untuk melawan Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes.

Dan, setelah tiga kemenangan beruntun untuk memulai perjalanannya bersama ONE Championship, pria Brasil ini jelas memilik alasan untuk merasa yakin.

Lasiri Rusak Debut Besar Shinagawa

Sebuah pertarungan antara dua Juara Dunia WBC Muay Thai membuka laga ini, tapi Joseph “The Hurricane” Lasiri segera menutup pertandingan dengan lawannya yang tak menyangka.

Petarung Italia itu merusak debut promosional petarung Muay Thai teratas Jepang, Asahi Shinagawa, saat ia mencetak KO warga Yokohama itu pada ronde pertama laga catchweight 57,85 kilogram mereka.

Walau Lasiri – penantang peringkat ketiga strawweight Muay Thai – segera menentukan jarak dengan tendangan rendah, Shinagawa dengan cepat menyarangkan beberapa shovel hook kiri keras ke arah warga Monza itu dan menjatuhkannya ke atas kanvas.

Atlet Italia itu kembali berdiri, mengancam dengan pukulan, mendesak rivalnya ke dinding Circle, dan menarik lawannya menuju sebuah clinch, dimana keduanya mencari posisi unggul dan bertukar serangan lutut ke arah rusuk.

Beberapa saat setelah mereka terpisahkan, striker Jepang ini menyerang lawannya dengan sebuah hook kiri lainnya ke arah tubuh yang diikuti dengan sebuah serangan ke arah kepala. Namun “The Hurricane” hanya menerima serangan itu, bergerak maju dan mengincar lawannya kembali.

Saat Shinagawa kembali maju, atlet Italia itu menyerang atlet Muay Thai lawannya – dan itu menjadi awal dari akhir. Lasiri melontarkan rangkaian serangan lutut dari clinch dan meleset saat menyerang dengan sikunya, namun ia tetap mengejar lawannya itu.

Petarung Jepang ini mencoba memisahkannya dengan hook kiri, namun Lasiri bergerak maju, menarik lengan kiri lawan ke bawah, menyarangkan cross kanan ke arah kepala, dan menghantamnya dengan lutut kiri sebelum rivalnya terjatuh ke arah dinding Circle. 

Sang wasit, Coste, tak memiliki pilihan selain menghentikan laga pada menit 2:05 ronde pertama, yang memberi Lasiri kemenangan ketiga beruntun di ONE Super Series.

Baca juga: ONE: WINTER WARRIORS II – Hasil Langsung Dan Sorotan Tiap Laga

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.