‘Kickboxer Terbaik Di Dunia’ – Raja Featherweight Baru Chingiz Allazov Puji Superbon Dan Divisi Ini

Superbon Singha Mawynn Chingiz Allazov ONE Fight Night 6 1920X1280 28 768x512

Setelah mencetak KO tak terlupakan dalam laga utama ONE Fight Night 6: Superbon vs. Allazov di Prime Video, Chingiz Allazov kini berdiri di puncak divisi terpadat dalam disiplin olahraga tarung mana pun.

Pada 14 Januari, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, “Chinga” menghancurkan superstar Thailand Superbon Singha Mawynn untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing miliknya, merangkum empat kemenangan yang memberinya sabuk perak dan emas pada saat yang sama.

Setelah mengalahkan Superbon, petarung Azerbaijan-Belarusia ini kini dapat dianggap sebagai kickboxer pound-for-pound terbaik dunia – pencapaian yang sepertinya tidak mungkin saat Allazov mengalami kekalahan dalam debutnya di ONE melalui keputusan terbelah (split decision) yang mengecewakan.

Namun, setelah beberapa kalimat pendorong dari pelatihnya dan fokus yang baru, pencetak KO berusia 29 tahun itu segera membalikkan keadaan menuju puncak divisi featherweight kickboxing ONE.

Allazov berkata:

“Pelatih saya berkata, ‘Chingiz, kamulah salah satu petinju terbaik [di] muka bumi, namun [jika] anda tak memfokuskan pikiranmu, kamu akan kalah kedua kalinya. Fokuslah 100 persen, dan percayalah, dan saya akan mempercayaimu, bahwa kita akan naik dan akan memenangkan turnamen ini.’”

Jelas bahwa dirinya mencetak tiga penampilan dominan berturut-turut untuk memenangkan turnamen ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, mengalahkan striker legendaris Thailand Sitthichai Sitsongpeenong di babak final untuk meraih perebutan gelar Juara Dunia melawan Superbon.

Allazov jelas memanfaatkan dengan baik kesempatan di laga utama itu dengan tiga kali mencetak knockdown atas sang mantan juara pada ronde kedua, yang memberi pesan menakutkan bagi divisinya.

Setelah laga, perwakilan Gridin Gym ini hanya memiliki pujian dan respek bagi mantan juara itu:

“Saya punya sesuatu untuk disampaikan pada Superbon dan timnya. Saya ingin berkata bahwa saya memiliki respek yang sangat besar [pada] pria ini. Ia jelas salah satu kickboxer terbaik [di] muka bumi.”

“Saya melihat banyak pertarungannya, saya benar-benar memiliki respek yang besar [bagi dirinya]. Saya mengharapkan pemulihan terbaik dan cepat. Dan ya, saya meng-KO dirinya, tetapi saya berharap ia mendapatkan pemulihan terbaik, dan hanya harapan terbaik dalam hidupnya.”

“Terima kasih untuk pertarungan ini, Superbon.”

Allazov Sebut Divisinya Adalah Rumah Bagi Striker Terbaik Dunia

Penguasa featherweight kickboxing yang baru, Chingiz Allazov, takkan kekurangan tantangan berbahaya lainnya.

Salah satu lawan potensial adalah Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Tawanchai PK.Saenchai. Allazov pun menyambut sebuah laga Kejuaraan Dunia melawan petarung sensasional berusia 23 tahun itu, namun hanya jika berlangsung di bawah peraturan kickboxing.

Ia berkata:

“Mungkin Tawanchai ingin naik ke berat badan saya dan bertarung dengan saya di kickboxing, tidak masalah. Selamat datang! Saya menyukai ini. Saya menyebut itu sebelumnya. Tetapi, saya yang beralih ke Muay Thai akan menjadi situasi berbeda.”

“Chinga” memiliki alasan bagus untuk tetap berada di kickboxing. Lagipula, divisinya memiliki berbagai petarung dan “pembunuh” pound-for-pound terbaik sepanjang masa.

Menurut sang juara, divisi featherweight kickboxing ONE adalah rumah bagi para striker terbaik dunia, termasuk dirinya.

Allazov berkata:

“[Giorgio] Petrosyan, [Marat] Grigorian, Sitthichai, Superbon dan saya. Kami berlima adalah kickboxer terbaik di dunia, pound-for-pound.”

Di antara para pencetak KO yang diakui dunia itu, Allazov meyakini bahwa Sitthichai adalah yang terbaik secara keseluruhan – di belakang dirinya sendiri, tentunya. Karena itu, ia berkata bahwa petarung yang mengalahkan veteran Thailand itu berikutnya dapat meraih kesempatan merebut sabuk emasnya.

Ia menambahkan:

“Siapa pun yang menang melawan Sitthichai harus bertarung melawan saya. Mungkin itu adalah orang lain, tetapi siapa pun yang mereka berikan pada saya bukanlah permasalahan.”

Selengkapnya di Berita

Panpayak Jitmuangnon and Lamnamoonlek Torfunfarm face off ahead of The Inner Circle 32
Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.