Berita

Jo Nattawut Akan Membalikkan Keadaan Saat Hadapi Giorgio Petrosyan

7 Agu 2019
“Smokin’” Jo Nattawut harus mengatasi tantangan terbesar dalam karirnya dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD untuk mengamankan posisinya di babak final turnamen bersejarah dengan hadiah sebesar satu juta dolar Amerika Serikat, ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Jumat depan, tanggal 16 Agustus, atlet berusia 29 tahun ini akan kembali ke tanah kelahirannya Thailand untuk menjalani sebuah pertandingan ulang melawan Giorgio “The Doctor” Petrosyan dan mencoba membalas kekalahan satu-satunya dalam ONE Super Series.

Jika atlet asal Bangkok ini dapat memberikan kejutan dan mengangkat tangannya setelah pertandingan berakhir di Impact Arena, ia akan melaju ke babak final turnamen ini pada bulan Oktober.

???? THE REMATCH IS ON ????

???? THE REMATCH IS ON ????With US$1,000,000 on the line, Giorgio Petrosyan and Smokin' Jo Nattawut are set to battle on 16 August for a coveted spot in the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix finals!????: Bangkok | 16 August | 5:30PM | ONE: DREAMS OF GOLD????: Get your tickets at ???? http://bit.ly/onegold19????: Check local listings for global TV broadcast????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp ????‍????: Prelims LIVE on Facebook | Prelims + 2 Main-Card bouts LIVE on Twitter

Posted by ONE Championship on Monday, August 5, 2019

“Saya sangat bersemangat melihat pertandingan ulang ini, saya telah menginginkan ini cukup lama,” katanya.

“Saya tidak berpikir terlalu banyak tentang pertandingan pertama saya [selama masa persiapan] – malam itu ia menjadi petarung yang lebih unggul – tetapi kali ini, saya lebih siap dan terlatih. Saya akan membawa versi lebih baik dari diri saya sendiri.”

Jo adalah pria yang tiga kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, tetapi ia sangat nyaman berkompetisi di bawah peraturan kickboxing.

Ia lebih menyukai striking daripada clinching, maka transisi dari “seni delapan tungkai” ini cukup jelas – seperti yang ditunjukkannya dengan sebuah kemenangan saat melawan semifinalis lainnya, Samy “AK47” Sana dan dengan sebuah KO dalam babak perempat final turnamen ini melawan Sasha Moisa.

Tetapi, mengalahkan “The Doctor” adalah tantangan tersendiri, seperti yang diketahui secara langsung oleh “Smokin Jo.”

Dalam pertemuan pertama mereka, Jo bertahan melawan pria yang lima kali menjadi Juara Dunia kickboxing ini, tetapi ia ketinggalan poin dalam tiga ronde dan kalah melalui keputusan mutlak para juri. Giorgio terlalu cepat, terlalu akurat, dan terlalu lihai bagi dirinya malam itu.

The Ferrari of kickboxing, Giorgio Petrosyan, and the monster truck of Muay Thai, Jo Nattawut, rematch on 16 August in the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix semifinals! Predictions? ????

The Ferrari of kickboxing, Giorgio Petrosyan, and the monster truck of Muay Thai, Smokin' Jo Nattawut, rematch on 16 August in the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix semifinals! Predictions? ???? ????: Bangkok | 16 August | 5:30PM | ONE: DREAMS OF GOLD????: Get your tickets at ???? http://bit.ly/onegold19????: Check local listings for global TV broadcast????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp ????‍????: Prelims LIVE on Facebook | Prelims + 2 Main-Card bouts LIVE on Twitter

Posted by ONE Championship on Sunday, August 4, 2019

Namun, pertandingan tersebut terjadi lebih dari satu tahun yang lalu. Saat ini, Jo sedang menikmati empat kemenangan beruntun dalam “The Home Of Martial Arts” dan siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Ia belajar dari pertemuan pertamanya dengan pesaing asal Italia ini, dimana saat ia cukup cepat menyadari tingkatan Giorgio yang berada diatasnya, ia saat ini lebih yakin menghadapi pertandingan kedua mereka.

“Saya tidak merasa ia memiliki kelemahan sebagai seorang petarung, tetapi tinjunya adalah aset terbesarnya. Ia memiliki semuanya – teknik, kecepatan dan kelincahan,” kata Jo.

“Tetapi, saya juga telah mempersiapkan diri dengan baik dan akan menampilkan yang terbaik. Rencana saya hanya menjadikan semuanya sederhana dan menyempurnakan hal-hal yang kecil.”

“Saya tidak mempersiapkan apapun yang spesial, saya hanya terpaku pada dasarnya dan memastikan saya berada dalam kondisi terbaik.”

Jo telah menunggu selama hampir tiga bulan untuk kembali ke dalam ring, tetapi Giorgio sempat beraksi beberapa minggu lalu dalam ajang ONE: MASTERS OF DESTINY.

Malam itu, di Kuala Lumpur, Malaysia, “The Doctor” seharusnya bertanding dengan Jo, tetapi ia membutuhkan dua pertandingan melawan Petchmorakot Petchyindee Academy untuk sampai sejauh ini, dimana lawan berikutnya ini melihat beberapa celah potensial untuk mengunggulinya.

Will Smokin Jo's insane knockout power send Giorgio Petrosyan crashing out of the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix on 16 August?

Will Smokin' Jo Nattawut's insane knockout power send Giorgio Petrosyan crashing out of the ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix on 16 August?????: Bangkok | 16 August | 5:30PM | ONE: DREAMS OF GOLD????: Get your tickets at ???? http://bit.ly/onegold19????: Check local listings for global TV broadcast????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp ????‍????: Prelims LIVE on Facebook | Prelims + 2 Main-Card bouts LIVE on Twitter

Posted by ONE Championship on Tuesday, July 23, 2019

“Petchmorrakot terlalu banyak mundur pada ronde ketiga, dimana [Giorgio] Petrosyan lebih aktif,” jelasnya.

“Saya harus tetap menyerang. Akan sangat penting bagi saya untuk tidak mundur sedikitpun dalam pertandingan ini. Saya harus bekerja ekstra keras untuk kemenangan ini.

“Saya tidak merasa salah satu dari kami memasuki pertandingan ini dengan keuntungan tersendiri. Ia akan bersiap dengan sangat keras, begitu pula dengan saya. Kami berdua datang untuk menang.”

Satu hal lagi yang mungkin akan menjadi keuntungan bagi “Smokin Jo” adalah kesempatan untuk bertanding di Impact Arena, di depan pendukung tuan rumah. Ribuan penggemar di Bangkok akan mengeluarkan suara mereka untuk mendukung kompetitor Thailand terakhir dalam turnamen ini.

Sementara suara tersebut akan mendorong “Smokin Jo” maju dan menciptakan atmosfer yang mungkin mengintimidasi Giorgio, pahlawa nasional ini tidak akan bergantung pada pengaruh luar untuk memenangkan laga ini.

“Lokasi manapun tidak akan berpengaruh banyak, dimanapun saya bertanding, rasanya tetap sama ketika saya memasuki ring,” sebutnya.

“Akan sangat menyenangkan melihat para pendukung Thailand bersorak untuk saya, tetapi hanya ada saya dan dirinya di dalam sana [ring], dimana ini yang menjadi fokus saya.”

The ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix semifinals are SET! ???????? Petrosyan vs. Nattawut ???????? ???????? Sana vs. Askerov ????????

The ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix semifinals are SET! ???????? Giorgio Petrosyan vs. Smokin' Jo Nattawut ???????????????? Samy Sana vs. Dzhabar Askerov ????????????: Check local listings for global TV broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, July 12, 2019

Kemenangan atas Giorgio akan mengamankan posisi Jo Nattawut dalam babak final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix melawan Samy atau Dzhabar “Genghis Khan” Askerov – yang juga akan bertemu pada ajang ONE: DREAMS OF GOLD.

Pertandingan final ini akan berlangsung di acara bersejarah ONE, yang bertajuk ONE: CENTURY, tetapi Jo menolak berbicara tentang apa yang mungkin terjadi nantinya.

Ia menyadari bahwa saat ini dirinya menghadapi tugas berat, maka ia berencana membawa karirnya selangkah demi selangkah.

“Berpikir tentang kemenangan kadang dapat membawa diri anda berpikir berlebihan, maka akan lebih baik untuk terfokus pada tugas yang ada,” katanya.

“Kami hanya akan menunggu dan melihat apa yang akan terjadi di dalam ring.”

Bangkok | 16 Agustus | 17.30 WIB | ONE: DREAMS OF GOLD | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket:http://bit.ly/onegold19