‘Hanya Ingin Seperti Dirinya’ – Iman Barlow Ikuti Jejak Ibunya, Seorang Juara Muay Thai

Iman Barlow Daniela Lopez LIGHTS OUT 1920X1280 41 768x512

Iman “Pretty Killer” Barlow tak harus mencari sosok yang jauh untuk menjadi inspirasi di awal perjalanan dalam seni bela diri.

Superstar Inggris ini – yang kembali melawan Ekaterina Vandaryeva dalam laga strawweight di gelaran ONE Fight Night 8 pada 25 Maret – dibesarkan dalam keluarga petarung Muay Thai, dan kenangannya paling awal itu termasuk menyaksikan ibunya, Maxine, bersiap untuk bertarung di sasana mereka.

Melihat ibunya berlatih dan berkompetisi hanya berarti bahwa Barlow tak pernah mempertanyakan kemampuannya untuk mengambil jalur yang sama, terlepas dari status minoritas yang disandang wanita di “seni delapan tungkai” itu.

Mengenang hari-hari awal itu, wanita berusia 29 tahun ini berkata ia seketika termotivasi untuk mengikuti jejak langkah ibunya:

“Jelas ibu sayalah [yang mempengaruhi saya]. Ibu saya adalah Juara Inggris. Ia membawa saya ke latihannya, dan saya bertumbuh dewasa menontonnya berlatih dan bertarung.”

“Saya tahu ia bangga pada saya, tetapi ia jelas adalah salah satu inspirasi saya. Itu adalah hal hebat yang dapat saya miliki saat bertumbuh besar.”

Barlow memulai latihannya sendiri saat ia berusia 2 tahun dan mulai berkompetisi tidak lama kemudian, dimana ia mengambil bagian dalam laga junior di kartu awal dari berbagai ajang lokal.

Dan, sampai hari ini, ada satu ajang yang sangat diingatnya daripada yang lain.

“Pretty Killer” berbagi panggung dengan ibunya, dan menyaksikan dengan kekaguman luar biasa saat panutannya itu berjalan memasuki ring secara dramatis, dan itu pun terpatri dalam kenangannya. 

Ia berkata:

“Ibu saya dan saya pernah bertarung di kartu yang sama saat saya berusia 5 tahun. Saya hanya memiliki kenangan hebat tentang berada di klub pekerja pria ini, dan sebelum ibu saya keluar untuk bertarung, ada siluet dirinya, seperti bayangan.”

“Saya hanya berpikir, ‘Wow, ia sangat keren.’ Lalu semua asap itu muncul dan ia pun masuk. Saya hanya ingin seperti dirinya.”

‘Ia Adalah Segalanya’

Iman Barlow selalu memiliki mentor yang sangat dekat dengannya saat meraih kesuksesan dalam Muay Thai, tetapi ibunya tidak duduk dan mempersiapkan semua itu.

Sebaliknya, Maxine dengan mudah menjalani apa yang ia katakan, dan jika anak perempuannya itu ingin meniru kesuksesannya, ia hanya harus mengikuti bimbingannya.

“Pretty Killer” menjelaskan:

“Saya kira ia hanya membuka jalan. Saya dibesarkan untuk melihat bahwa anda hanya harus terus maju. Ada beberapa hari saat anda tak dapat diganggu, atau saat anda lelah, tetapi anda harus terus maju. Saya hampir tak pernah melewatkan satu sesi pun.”

“Dan, ia memberi saya sikap dan pandangan yang lebih positif tentang segala sesuatu.”

“[Ia berkata] ’Jika kamu ingin melakukan ini, inilah pengorbanan yang harus kamu lakukan. Jika kamu tak ingin melakukannya, tak ada tekanan sama sekali, kamu tidak harus melakukannya, tetapi kamu bisa melakukan keduanya. Kamu harus berkomitmen, atau tidak sama sekali.'”

Kini, menjalani masa pensiun dari arena kompetisi, Maxine tak lagi memimpin dari depan, tetapi hal itu juga tak berarti peran dalam karier anaknya ini berakhir.

Masih ada banyak hal yang harus dilakukan, dan “Pretty Killer” tak mengetahui di mana dirinya akan berada jika ibunya tidak hadir di sana dan memenuhi berbagai peran, mulai dari sosok kepercayaannya sampai koki pribadi, serta masih banyak lagi.

Satu hal yang pasti – striker muda ini berhutang budi pada orang tuanya yang merintis jalur ini, dan ia takkan membuang kesempatan itu dengan percuma.

Barlow menambahkan:

“Sekarang, ibu saya adalah motivator. Ia adalah sosok dimana saya dapat mengeluh, atau ia adalah orang yang saya ajak bicara, tentang hidup atau latihan. Ia hanya mendengarkan. Ia adalah koki utama saya. Ia merawat saya. Saya dapat pergi ke dirinya jika membutuhkan apa pun. Ia adalah segalanya.”

Selengkapnya di Berita

Panpayak Jitmuangnon and Lamnamoonlek Torfunfarm face off ahead of The Inner Circle 32
Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.