Bela Diri Campuran

Gurdarshan Mangat Ingin Kalahkan Reece McLaren Di Permainannya Sendiri

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat mampu membuktikan sensasi yang berkaitan dengan dirinya, saat atlet bela diri campuran teratas India ini meraih kemenangan dalam dua laga awalnya bersama ONE Championship.

Namun, ia akan mengambil langkah besar dalam kompetisi ini di ajang ONE: MARK OF GREATNESS, hari Jumat, 6 Desember nanti, saat atlet berusia 33 tahun ini menghadapi Reece “Lightning” McLaren di kartu utama gelaran di Kuala Lumpur, Malaysia itu.

Spesialis grappling asal Australia ini telah menghadapi beberapa kompetisi sulit di dalam “The Home Of Martial Arts” dan menantang gelar Juara Dunia ONE Bantamweight, maka dirinya dipastikan akan menjadi ujian terberat bagi Gurdarshan.

Namun, jika ia dapat mengatasi seorang veteran seperti Reece, Gurdarshan mengetahui bahwa ia akan dapat meraih tujuan utamanya – menjadi atlet India pertama yang menantang sabuk emas bela diri campuran.

Seperti disebutkan “Saint Lion,” ia percaya bahwa dukungan dari publik negaranya, digabungkan dengan kemajuannya sebagai seorang atlet, dapat membawanya ke tingkatan berikutnya di Axiata Arena.

ONE Championship: Apa yang anda pikirkan saat mendapatkan tawaran laga melawan Reece?

Gurdarshan Mangat: Saya sangat bersemangat menyambut laga ini. Saya benar-benar menghormati pria itu. Saya telah menontonnya bertahun-tahun.

Ia pernah melawan mentor saya, rekan satu tim saya Bibiano Fernandes, dan menjalani lima ronde penuh bersamanya. Ia adalah penantang gelar Juara Dunia. Saya menghormatinya. Saya menghormati gaya bertandingnya.

Mereka selalu mengatakan bekerja keraslah sampai idola anda menjadi rival anda. Itu seperti peraturan bagi saya dalam kamp [pelatihan] ini… Saya bersemangat melihat tantangan besar ini dan pria yang saya pernah tonton di televisi kini berdiri di seberang Circle.



ONE: Apa yang membuat anda yakin bahwa ia adalah lawan yang berbahaya? 

GM: Ia telah berlaga berkali-kali. Ia pernah berada di dalam sana bersama pria-pria terbaik dan memiliki banyak sekali pengalaman. Anda harus menghormati kenyataan bahwa ia pernah berhadapan dengan Bibiano Fernandes.

Ia menikmati berada di dalam sana. Ini membuatnya menjadi lawan yang berbahaya.

ONE: Apa yang membuat anda menjadi lawan berbahaya bagi dirinya?

GM: Saya juga telah belajar untuk dapat lebih nyaman di dalam sana. Saya hampir merasa seperti anak baru yang akan melawan kakak kelas saya sekarang. Ada banyak tekanan bagi diri saya, namun itu yang membuat saya bangkit.

Itu semua hanya bergantung pada cara pikir saya. Saya hampir kehilangan rasa cinta saya pada olahraga ini. Saya hampir mundur sampai saya bergabung bersama ONE, dan ONE menyalakan kembali api ini. Saat ini, saya nampak seperti lawan yang sangat berbeda dari saat sebelum saya bergabung bersama ONE. Saya senang berada di sana. Saya senang berkembang sebagai seniman bela diri.

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat defeats Abro Fernandes
ONE: Dalam bayangan anda, bagaimana laga ini akan berakhir?

GM: Saya mengalahkannya di atas kanvas. Saya mengalahkannya di dunia dimana ia menganggap dirinya yang terbaik.

ONE: Bagaimana anda menilai perjalanan anda bersama ONE sejauh ini?

GM: Saya kira ini sangat luar biasa. Banyak tekanan yang saya alami untuk mewakili masyarakat India, dan menjadi seperti atlet teratas India, dan saya telah belajar menggunakan itu untuk pertama kalinya. 

Ini adalah sesuatu yang saya kerjakan dalam waktu cukup lama. Saya berkecimpung dengan berbagai kegelisahan dan telah belajar bagaimana cara menggunakannya seperti senjata sekarang. Pada dasarnya, cara saya tampil dalam dua laga terakhir adalah bagaimana saya tampil dalam sesi sparring dan latihan saya.

Biasanya, itu tidak pernah diterjemahkan secara baik dalam laga-laga saya sebelumnya, maka saya kira saya telah mempertahankannya, dan ini adalah yang berikutnya. Saya akan membawanya ke tingkatan yang lebih tinggi.

ONE: Bagaimana dukungan itu datang dari India, dan seberapa berartinya untuk anda?

GM: Setelah debut saya, saya hampir tak dapat menguasai diri. Saya selalu mewakili akar saya, dan sejujurnya itulah yang paling memotivasi saya. Itulah dimana saya mendapatkan kekuatan saya – untuk melihat garis keturunan saya dan mewakilinya.

Kebanyakan orang tidak mengetahui saya memulai perjalanan ini dari nol pada usia yang ke-22. Saya menjadi mahasiswa akuntansi saat itu. Adalah budaya dan akar saya yang memberi inspirasi dan meyakinkan saya untuk mempercayai ini, dan saya menarik kekuatan dari itu.

Saya terinspirasi dan menemukan sasana bela diri campuran pada usia yang ke-22 dan seluruh kehidupan saya berubah sejak saat itu. Kekuatan saya datang dari keinginan mewakili masyarakat India, karena kami adalah pejuang. Saya tidak merasa bahwa hal tersebut terwakili dalam dunia bela diri campuran. Saya ingin menjadi orang itu.

Gurdarshan Mangat trades with Abro Fernandes at ONE: MASTERS OF DESTINY

ONE: Kemenangan akan menjadi langkah besar menuju perebutan gelar Juara Dunia. Seberapa besar itu akan membantu anda mewakili India di atas panggung dunia?

GM: Bagi saya, perjalanan untuk menjadi seorang juara [adalah tentang] mengetahui jutaan anak-anak – dalam generasi berikutnya, atau bahkan dalam generasi ini – dapat terinspirasi.

Saya mendapatkan pesan tiap hari. “Orang tua saya ingin saya menjadi pengacara, orang tua saya ingin saya menjadi dokter, namun saya memiliki mimpi saya sendiri.” Bagi saya untuk dapat meraih titik itu dan menjadi juara dalam organisasi seperti ONE Championship, saya berharap itu akan membuka gerbang bagi mereka yang mendapatkan pesan yang sama seperti saya itu.

Saya ingin mematahkan semua itu. Saya hanya berharap saya dapat membuktikan itu, laga demi laga.

Baca Juga: Agilan Thani Dapatkan Lawan Baru Di ONE: MARK OF GREATNESS

Kuala Lumpur | 6 Desember | ONE: MARK OF GREATNESS | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onemarkgreatness19 | Beli Merchandise Resmi: bit.ly/ONECShop