Elbrus Osmanov Vs. Denis Souza Jr. Kembali Dijadwalkan Untuk ONE Fight Night 48
Duel bantamweight kickboxing yang sempat tertunda kini resmi kembali masuk kalender. Dinamo Rusia Elbrus “The Samurai” Osmanov akan menghadapi jagoan Brasil Denis “Denizinho” Souza Jr. di ONE Fight Night 48: Erdogan vs. Elliott.
Pertarungan penuh tempo tinggi itu akan berlangsung secara langsung pada jam tayang utama Amerika Serikat pada Sabtu, 3 Oktober, dari Lumpinee Stadium yang ikonis di Bangkok, Thailand.
Keduanya sejatinya dijadwalkan bertemu di ONE Fight Night 46 pada Agustus lalu. Namun, luka robek di atas mata Osmanov memaksanya mundur pada pekan pertandingan, meninggalkan urusan yang belum sempat dituntaskan oleh dua striker berbahaya tersebut.
Sebelum kendala itu datang, Osmanov sudah membuktikan diri sebagai ancaman dalam dua disiplin. Talenta asal Dagestan tersebut memiliki rekor profesional impresif 15-1 dan telah mengoleksi sembilan kemenangan di ONE dari kickboxing serta Muay Thai, dengan kemampuan untuk terus menekan lawan-lawan berkualitas di panggung global.
Setelah rangkaian enam kemenangan kickboxing-nya di ONE dihentikan mantan penantang Gelar Juara Dunia Yuki Yoza, atlet berusia 25 tahun itu beralih ke “seni delapan tungkai” tanpa kehilangan langkah. Tiga kemenangan beruntun pun menyusul, ditutup lewat kemenangan TKO atas veteran Thailand “Left Meteorite” Ratchasiesan Laochokcharoen di The Inner Circle 12 yang mengantarkannya pada kontrak senilai US$100.000.
Kini telah pulih sepenuhnya, Osmanov kembali ke akar kickboxing dengan fokus yang semakin tajam dan membawa rasa frustrasi dari pembatalan sebelumnya sebagai bahan bakar. Kemenangan meyakinkan akan menutup urusan tertundanya dengan Souza Jr. sekaligus mempercepat langkah menuju Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Jonathan “The General” Haggerty.
Namun, Souza Jr. datang untuk mematahkan ambisi tersebut. Sang juara Amerika Selatan beberapa kali merupakan kickboxer teknikal bergaya Belanda dengan low kick keras dan dasar tinju yang rapi. Ia membawa rekor profesional 17-2 dan mampu segera bangkit setelah kalah tipis lewat keputusan terbelah dari Luo “The Handsome White Dragon” Chao dalam debutnya di ONE.
Ketika Osmanov mundur dari pertemuan pertama mereka, atlet Brasil berusia 28 tahun itu menunjukkan ketenangan luar biasa. Perubahan lawan pada saat terakhir tak menggoyahkannya. Ia menerima tantangan dari pengganti berbahaya asal Rusia Dmitrii “The Silent Assassin” Kovtun, lalu tampil disiplin dengan volume serangan tinggi untuk meraih kemenangan mutlak yang meyakinkan.
Dengan momentum yang masih hangat dan waktu jeda yang singkat, Souza Jr. ingin membuktikan bahwa kemenangan terobosannya itu bukan sekadar satu malam gemilang, melainkan awal dari pendakian panjang di divisi bantamweight.
Pertemuan yang sempat tertunda akhirnya benar-benar tiba. Insting penyelesaian Osmanov yang terasah di berbagai disiplin akan beradu dengan tekanan maju tanpa henti dan volume serangan tinggi milik Souza Jr.
Osmanov ingin kembali menegaskan tempatnya di level teratas, sementara Souza Jr. bertekad mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan utama divisi. Pertemuan mereka pun menambah daya ledak pada malam besar di ibu kota Thailand pada 2 Oktober.