Eddie Alvarez Ingin Membawa Dirinya Dan ONE Ke Tingkatan Baru

Legenda bela diri campuran divisi lightweight asal AS, Eddie Alvarez.

Saat ONE Championship memasuki jam tayang utama di Amerika Serikat dengan “ONE on TNT I,” Eddie “The Underground King” Alvarez akan kembali di sebuah laga penting dalam kariernya.

Sang legenda bela diri campuran itu akan melawan penantang peringkat kedua divisi lightweight Iuri Lapicus dalam laga pendukung utama (co-main event) pada hari Rabu, 7 April nanti.

Saat Alvarez menandatangani kontrak bersama ONE, ia ingin menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari dirinya – terutama dengan membawa organisasi ini merajai Amerika Utara.

Kini, warga Philadelphia itu tak sabar menunggu kesempatannya mewakili ONE di bawah sorotan utama TNT.

“Lebih dari segalanya, saya ingin menunjukkan pada penonton di Amerika seberapa kuat ONE Championship itu,” kata Alvarez.

“Setelah melihat gelaran mereka dan menjadi bagian dari berbagai ajang mereka Asia, saya mengetahui itu hanya masalah waktu sebelum mereka datang ke sini dan akan meledak, dan mereka dapat mengejar dengan cepat. Saya senang menjadi bagian dari apa yang saya kira menjadi awal dari ONE Championship di sini, di Amerika.”

“Bagi saya, saat ini, laga ini berarti segalanya. Anda tahu, inilah segalanya yang saya bayangkan.”



Setelah hampir dua dekade merangkum pengalaman dalam berbagai kompetisi bela diri campuran di seluruh dunia, Alvarez yang kini berusia 37 tahun itu mengetahui bahwa ONE Championship sarat dengan bakat luar biasa. Perasaan itu semakin nyata saat ia memasuki Circle.

Alvarez harus mengakui keunggulan lawan dalam debut promosionalnya melawan pria yang kini menjadi penantang peringkat ketiga divisi lightweight Timofey Nastyukhin di ONE: A NEW ERA dan harus mengatasi kesulitan saat melawan mantan penguasa divisi Eduard “Landslide” Folayang sebelum meraih kemenangan di ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Berdasarkan fakta itu, “The Underground King” menginginkan para penggemar di Amerika untuk mengerti bahwa atlet berbakat itu tidak mengenal negara dan dapat muncul dari mana saja.

“Beberapa petarung terbaik di dunia berasal dari kaki bukit di Dagestan, atau di hutan pedalaman Brasil, atau di sini, di arena gulat NCAA di Amerika,” tegasnya.

“Banyak petarung dan juara yang akan datang memang saat ini tak dikenal, dan mereka hanya belum terlihat atau dipasarkan saja. Maka, saya tak terkejut melihat tingkatan para bakat [baru] di ONE, dan saya tak sabar melihat tantangan ke depan.”

Pada 7 April, Alvarez akan bertemu dengan salah satu atlet itu saat ia menghadapi Lapicus, seorang grappler kelahiran Moldova yang mengasah teknik striking-nya di Team Petrosyan, Italia.

Lapicus yang berperawakan tenang memiliki tingkat penyelesaian 100 persen dan hanya sekali berlaga melewati ronde pertama di antara 15 pertandingan dalam kariernya. Selama itu, ia juga menunjukkan kekuatan pencetak KO dan memiliki permainan ground luar biasa, yang berarti Alvarez wajib menggunakan seluruh kemampuannya dalam laga pendukung utama ini.

Dengan itu, Juara Dunia Bela Diri Campuran berkali-kali ini tak akan menganggap remeh lawannya yang berusia 25 tahun itu dan berencana membawa aksi cepat sejak awal laga.

“Terkadang menjadi tak berpengalaman adalah kekuatan tersendiri, karena anda tidak dipusingkan oleh pemikiran dan pengalaman masa lalu, yang membuat anda dapat berlaga pada tingkatan tinggi tanpa berpikir terlalu banyak. Tetapi juga ada kejatuhan dari situ,” kata Alvarez.

“Saya tak sabar ingin menguji hal itu, mengeksploitasi kelemahannya, dan, pada akhirnya mengeksekusi dalam tingkatan tertinggi dan menunjukkan mengapa sayalah atlet lightweight terbaik dalam divisi ini dan mengapa saya layak mendapatkan gelar Juara Dunia. Itu yang saya lakukan. Saya menghancurkan lawan saya.”

Jelas, “The Underground King” telah menguasai berbagai organisasi terbesar di dunia — kecuali ONE.

Ia ingin melewati Lapicus dan meraih sebuah laga dengan Juara Dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee atau Nastyukhin, setelah keduanya berjuang demi sabuk emas di laga utama “ONE on TNT II” tanggal 14 April nanti.

Untuk saat ini, ia memperhatikan dengan seksama sang pemegang gelar itu.

“Saat saya mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar Juara Dunia, saya memenangkannya. Itulah yang telah saya lakukan sepanjang karier saya. Itulah yang membuat saya terbangun setiap harinya. Itu menyemangati saya. Itu membuat saya bangun lebih awal dan tidur terlambat. Saya melakukannya selama dua dekade ini, di seluruh dunia,” kata Alvarez.

“Saya kira semua orang yang terkait mengetahui bahwa jika saya melawan Christian, saya akan mengalahkannya.”

“Mungkin lebih baik jika ia mempertahankan sabuknya dan melawan atlet lainnya daripada saya, karena jika saya mendapatkan kesempatan merebut gelar Juara Dunia, saya akan menang.”

Baca juga: Xiong Jing Nan VS Michelle Nicolini, Atomweight GP Di ONE: EMPOWER

Selengkapnya di Berita

NongO Kulabdam 1200X800
Petsukumvit Boi Bangna Kongsuk Fairtex ONE Friday Fights 53 17 scaled
Superbon Singha Mawynn Marat Grigorian ONE X 1920X1280 69
Petsukumvit Kongsuk 1920X1280 scaled
Jihin Radzuan Jenelyn Olsim ONE Friday Fights 35 20
Mikey Musumeci Cleber Sousa ONE on Prime Video 2 1920X1280 52
Thanh Le Ilya Freymanov ONE Fight Night 15 45 scaled
Mikey Musumeci Osamah Almarwai ONE Fight Night 10 58
Asa Ten Pow Mehdi Zatout ONE on Prime Video 3 1920X1280 45
Joshua Pacio Mansur Malachiev ONE Fight Night 15 5 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 66 scaled
one fight night 19 all fight highlights