Gaya Hidup

Tips Memiliki Kekuatan Pencetak KO Ala "The Situ-Asian"

27 September 2017

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen (9-1), adalah salah satu atlet yang memiliki pukulan terkuat dalam divisinya.

Seniman bela diri kelahiran 28 tahun silam ini berhasil memukul jatuh dua lawan terakhirnya, yaitu mantan Juara Dunia ONE Marat “Cobra” Gafurov dan Juara multi-divisi DEEP Kazunori Yukota dengan teknik yang sama – pukulan overhand kanan yang dahsyat.

Tidak hanya itu, jurus pamungkasnya juga berhasil mengejutkan beberapa lawan lainnya dan membawa “The Situ-Asian” meraih kejayaan.

Saat ini, atlet asal Vietnam-Australia ini tengah bersiap menghadapi perebutan Juara Dunia ONE Lightweight melawan Eduard “Landslide” Folayang dalam ajang ONE: LEGENDS OF THE WORLDS pada hari Jumat, 10 November 2017.

Berikut adalah tiga tips dari sang penantang gelar ini untuk melayangkan pukulan yang dapat mencetak KO, seperti pukulan overhand kanan miliknya.

#1 Berlatih Pukulan Di Samsak Tinju

Samsak tinju dapat dikatakan sebagai sahabat bagi “The Situ-Asian” di tempat berlatihnya.

Setiap hari sang Juara Dunia ini selalu mempertajam pukulan pada objek tersebut dan terfokus untuk melemparkan satu pukulan keras dengan gerakan teknik yang benar, serta mengatur proses pernapasan selagi melontarkan kepalannya. Dengan mempertajam tiap teknik, ia dapat melepaskan kekuatan maksimal pada setiap pukulan yang dilontarkan.

“Hal yang paling penting adalah mengatur irama gerakan bertarung dan mengatur pernafasan selagi melontarkan pukulan yang sedang anda latih. Jika ingin mendapatkan kemenangan KO melalui satu pukulan keras, latih dan pertajam setiap teknik pukulan overhand, hooks dan uppercuts,” jelas Martin.

“Pertajam satu teknik pukulan keras secara presisi, dengan gerakan teknik yang benar, dan atur pernafasan dengan baik selagi melontarkan pukulan tersebut. Atur waktu pada stopwatch dan setiap 10 detik sekali hempaskan pukulan tersebut.”

#2 Shadowbox Menggunakan Resistance Bands

Banyak petinju dan praktisi Muay Thai berlatih menggunakan resistance band pada sesi latihan harian mereka. Dengan alat ini, seorang atlet dapat melatih kekuatan pukulan dan tendangannya. Cara ini yang juga dipakai “The Situ-Asian” dalam berlatih.

Shadowboxing dengan menggunakan resistance bands merupakan bagian tak terpisahkan dari program latihan para juara demi mempertajam teknik striking. Saat sang atlet berlatih, alat ini akan mencegah diriya mengeluarkan kekuatan pukulan yang sebenarnya – dimana hal sebaliknya akan berlaku pada hari pertandingan.

“Pita karet plyometrik memang menekan pukulan anda sewaktu berlatih. Alat ini membantu memperlambat gerakan si atlet, dimana pita karet tersebut menarik dan memberatkan pukulan ketika anda lontarkan,” jelas sang Juara Dunia.

“Namun pada hari pertandingan, tekanan dari resistance bands yang biasa di asah saat berlatih akan membuat seluruh gerak tubuh membantu pukulan yang anda hempaskan ke arah lawan.”

#3 Berlatih Angkat Beban

Cara terbaik untuk mendapatkan kekuatan pukulan adalah dengan membentuk massa otot, dimana hal terbaik untuk dilakukan adalah berlatih angkat beban.

Setiap pagi, apalagi menjelang pertandingan, Martin menghabiskan 90 menit untuk berlatih strength and conditioning. Walaupun sebagian dampak dari latihan tersebut bertujuan untuk melatih aspek kardio, ia juga menggunakan latihan tersebut untuk melatih massa otot yang nantinya akan berpengaruh pada kekuatan pukulan.

Satu rahasia lainnya: kekuatan kaki adalah sebuah faktor penting untuk menentukan kekuatan pukulan.

“Angkat beban untuk membuat massa otot, dimana massa otot akan berkorelasi dengan kekuatan,” ungkap Martin.

”Saya terfokus melatih otot di empat bagian tubuh inti, seperti otot bahu, otot punggung, otot dada dan tentunya otot kaki. Biasanya saya mengangkat beban yang berat dengan repetisi yang sedikit, yang akan membentuk kekuatan melalui cara tersebut.”

Saat ini, tiap latihan yang Martin lakukan akan terlihat – dimana para penonton mungkin akan menyaksikan kekuatan pukulan tersebut berdampak pada lawannya, Eduard Folayang, pada tanggal 10 November 2017 – dan tentunya untuk mencetak sejarah baru sebagai seorang Juara Dunia dua divisi ONE.