Gaya Hidup

Tips Eduard Folayang Untuk Terus Mengembangkan Diri

Eduard “Landslide” Folayang sudah terbiasa menghadapi kesulitan hidup, dimana ia berhasil mengatasi setiap halangan untuk keluar dari kondisinya yang cukup memprihatinkan.

Ia merupakan salah satu Juara Dunia yang paling terkenal dari Filipina dan menjadi salah satu atlet yang membuktikan dirinya dengan bangkit dari kekalahan, baik didalam ataupun diluar arena pertandingan.

Terlepas dari segala rintangan yang ia hadapi, atlet kelahiran 33 tahun silam ini berpendapat bahwa selalu ada pelajaran yang dapat diambil dari tiap kejadian, dimana ini telah mengasahnya menjadi salah satu petarung terbaik di dunia saat ini.

“Landslide” pun berbagi kiat yang membawa dirinya berada di tingkatan elit atlet ONE, yang diawali dari kerendahan hati.

Bersedia Mendengarkan

“Dalam dunia seni beladiri, kita harus selalu rendah hati,” ungkap Eduard. “Kerendahan hati adalah salah satu pelajaran penting ketika memulai latihan untuk yang pertama kalinya. Dengan kerendahan hati, kita akan terbuka untuk menerima kritik yang membangun.”

“Penting untuk mendengarkan para pelatih selama latihan berlangsung. Ketika kita mendengarkan apa yang dikatakan pelatih mengenai kekurangan dan kelebihan kita, tentunya kita akan dapat mengoreksi kesalahan [yang terjadi] untuk berkembang.”

“Selain itu, mendengarkan saran dari teman berlatih juga dapat membantu kita menemukan kebiasaan buruk yang biasa dilakukan.”

Pahlawan asal Filipina ini juga menjelaskan pentingnya mengidentifikasi kesalahan apapun yang kita lakukan, karena hal ini menjadi langkah awal dari sebuah perkembangan.

“Pada akhirnya, anda akan menjadi atlet yang lebih baik [saat mampu mengidentifikasi kesalahan] dan teman latihan kita juga dapat melihat kesalahan yang kita buat selama berlatih,” imbuhnya.

Berada Di Lingkungan Yang Membangun

Eduard, bersama pelatih wushu legendaris Filipina Mark Sangiao, mengepalai tim papan atas bernama Team Lakay di Baguio City, jantung wilayah pegunungan di Filipina.

Mereka bersama-sama memimpin tim berisikan para atlet yang berlaga diatas panggung amatir, nasional dan profesional. Bagi mereka, mewakili  Team Lakay selalu memberi kebanggaan tersendiri, dan “Landslide” mengatakan mereka harus mempertahankan kebanggaan tersebut dengan memaksimalkan potensi mereka.

“Di Team Lakay, kami mencoba berlatih demi kemampuan bertarung yang beragam. Kami bertarung di level papan atas, jadi kami harus memiliki keunggulan yang kompetitif, kami harus memiliki gaya bertarung yang beragam,” ungkap Eduard.

“Kami petarung yang komplit. Sebagian memiliki keunggulan pada teknik gulat, sebagian memiliki keunggulan pada teknik striking, dan ada pula yang memiliki keunggulan pada teknik ground.”

“Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat mentransfer keunggulan satu sama lain, dan tentunya belajar dari satu sama lain.”

Hal ini menjadi esensi sejati dari tim manapun. Tujuan utama untuk berlatih bersama adalah untuk belajar dan berkembang menjadi satu kesatuan yang membangun. Demi meraih kondisi tersebut, Eduard tidak ragu memberikan berbagai teknik jitu yang ia miliki pada rekan satu timnya.

“Saya telah belajar banyak hal dari teman-teman di Team Lakay, yang membantu karir yang saya jalani. Beberapa pelajaran bahkan berada diluar konteks arena pertandingan,” jelas Eduard.

“Dari Honorio Banario, saya mempelajari pentingnya kegigihan. Honorio mengalami banyak masa-masa sulit dalam kariernya, ia tidak pernah menyerah dan hanya terfokus mengembangkan potensinya. Dia mengajari saya untuk tidak pernah menyerah, karena selalu ada kesempatan.”

“Dengan Geje Eustaquio, saya belajar cara untuk menanamkan kepercayaan diri dalam menghadapi kesulitan. Siapapun lawan yang kita hadapi, kita harus tetap tenang dan percaya diri dengan kemampuan yang kita miliki, karena selalu ada cara untuk menaklukkan kesulitan.”

“Melalui Kevin Belingon, saya belajar mengembangkan disiplin dan fokus yang luar biasa, Kevin adalah salah satu petarung yang saya kenal selalu berlatih sangat keras. Ketika sedang berlatih, tidak ada yang dapat merusak konsentrasinya. Inilah yang menjadikannya seorang petarung hebat.”

Jangan Takut Gagal

Meskipun baru-baru ini Eduard kehilangan gelar Juara Dunia yang direbut oleh Martin “The Situ-Asian” Nguyen, Juara Dunia dua divisi ONE, ia yakin bahwa pengalaman pahit tersebut hanya akan membuatnya menjadi petarung yang lebih baik.

Lagi pula, jika bukan karena dedikasi luar biasa disepanjang karirnya, petarung asal Filipina ini tidak akan berada di posisinya sekarang.

“Jika ada satu hal yang saya pelajari selama bertahun-tahun menjadi seniman bela diri adalah bahwa dalam tiap kompetisi, kita tidak selalu dapat keluar menjadi pemenang,” ungkap Eduard.

“Kekalahan juga merupakan pelajaran yang sangat berharga, karena kita dapat menambah pengalaman dan belajar dari kesalahan yang kita buat.”

“Kekalahan juga mengajarkan kita untuk percaya bahwa selalu ada ruang untuk berkembang, dan terkadang tidak selamanya situasi akan sesuai dengan ekspetasi kita, walaupun seberat apapun kita sudah melakukan persiapan untuk menghadapi hal tersebut.”

Eduard juga mengatakan bahwa pengalaman dapat memainkan peranan besar dalam karir seseorang, dimana hal ini mungkin menjadi hal terpenting yang dapat dipelajari dari berkompetisi.

“Hal itu juga membantu kita untuk tidak tenggelam dalam kegagalan atau kesuksesan, dimana ada baiknya untuk meninggalkan hal tersebut di masa lalu karena kita harus tetap belajar dari kesalahan yang telah kita perbuat demi menjadi seorang petarung yang lebih baik lagi,” sebutnya.

“Pengalaman memberikan rasa percaya diri untuk menghadapi ketidakpastian. Namun tentunya, kemenangan akan selalu terasa menyenangkan dan dapat membantu kita percaya bahwa segala hal yang sudah kita persiapkan dengan keras melalui latihan dapat kita eksekusi dengan baik.”