Gaya Hidup

Laga Fantasi: Atlet Elit ONE Vs. Mortal Kombat

Mortal Kombat menjadi salah satu permainan video game terpopuler di dunia dalam 25 tahun terakhir, dan game ini mengeluarkan seri terbarunya tahun ini.

Bulan lalu, Mortal Kombat 11 telah tersedia bagi para penggemar, dan hanya beberapa hari yang lalu, rencana untuk membuat film terbarunya pun telah diumumkan. Film ini direncanakan tayang pada tahun 2021, dimana proses pembuatannya akan dimulai di Australia dengan sutradara film Aquaman, James Wan, yang terpilih sebagai salah satu produser eksekutif.

Mortal Kombat sendiri telah menjadi favorit banyak orang di komunitas gaming selama beberapa dekade, karena permainan ini terfokus pada pertarungan sengit antara dua seniman bela diri. Sangat mirip dengan apa yang para penggemar dapatkan saat menonton pertandingan ONE Championship.

Karakter seperti Sub-Zero dan Scorpion telah menjadi ikon budaya pop, sementara pahlawan super dalam dunia nyata, seperti Demetrious “Mighty Mouse” Johnson dan Joshua “The Passion” Pacio juga menampilkan gerakan yang seharusnya hanya dapat dilihat di video game dengan dengan mudah.

Oleh karena itu, mari kita lihat bagaimana para pahlawan ONE ini bertanding dengan beberapa karakter terbaik Mortal Kombat dalam lima pertandingan fantasi.

Xiong Jing Nan Vs. Sonya Blade

Xiong Jing Nan saat melawan Angela Lee dalam Circle

Sebagai salah satu karakter orisinil dari Mortal Kombat, Sonya Blade telah mengalahkan lawannya sejak awal game ini dirilis pada tahun 1992.

Sonya adalah ahli bela diri yang tangguh yang pernah dilatih sebagai pasukan khusus, yang berarti ia memiliki persediaan teknik bertarung yang cukup lengkap. Gerakan khasnya adalah tendangan cartwheel dan headstand leg throw yang dapat melempar lawannya dengan mudah.

Ini adalah strategi yang tepat jika diterapkan melawan seorang pencetak KO dengan pukulan yang kuat seperti “The Panda” Xiong Jing Nan, Juara Dunia ONE Women’s Strawweight.

Jing Nan adalah seorang petinju yang mempunyai kekuatan besar di kedua tangannya, dimana serangannya yang bertubi-tubi dapat menjatuhkan lawannya dalam pertandingan. Setiap serangan dari atlet Cina ini akan mengurangi health bar Sonya, dan jelas mengatasi daya serang lawannya ini.

Mengingat Sonya memiliki teknik striking yang beragam di dalam permainan, serta serangan tanpa henti dari Jing Nan yang dia tunjukkan dalam tiap laganya, pertandingan ini akan penuh dengan aksi – sampai salah satu dari mereka menang.

Joshua Pacio Vs. Liu Kang

Sebagai penyelamat dunia yang pertama dalam seri permainan Mortal Kombat, Liu Kang adalah juara dengan teknik bertarung tradisional.

Liu Kang adalah pendekar yang sangat kuat dengan kaki sebagai senjata utamanya, seperti bicycle kick yang dapat menaklukkan lawan dengan mudah. Padukan ini dengan tendangan melayang miliknya, hal ini akan menjadi mirip dengan apa yang dimiliki Juara Dunia ONE Strawweight Joshua “The Passion” Pacio.

Sepanjang karirnya, Joshua menjadi salah satu atlet yang wajib ditonton karena kemampuannya melayangkan flying knee yang dahsyat, serta spinning back elbow kapan saja. Perwakilan Team Lakay ini layaknya dinamit dalam botol, karena ia dapat meledak kapan saja.

Dengan serangan beruntun dari Liu Kang dan kemampuan Joshua membalas serangan dengan beberapa pukulan yang memukau, pertandingan ini akan menjadi sebuah ajang yang wajib ditonton jika memang laga antara ONE vs. Mortal Kombat terjadi.

Demetrious Johnson Vs. Johnny Cage

Tidak ada yang lebih mirip karakter video game seperti Demetrious “Mighty Mouse” Johnson, pesaing dalam turnamen ONE Flyweight World Grand Prix.

Demetrious mampu melancarkan hampir seluruh teknik yang ia miliki saat berlaga, karena ia adalah salah satu seniman bela diri campuran berkemampuan terlengkap dalam sejarah.

Jika ada faktor lain yang dia banggakan, mungkin itu adalah kerendahan hatinya. Ini adalah sifat yang sangat bertolak belakang dengan bintang film aksi Johnny Cage dalam seri Mortal Kombat, yang  yang awalnya ditipu untuk ikut serta dalam turnamen ini demi membuatnya lebih terkenal.

Johnny mempunyai dasar karate, yang membuatnya menjadi seorang striker yang kuat dan berbahaya. Sedangkan, Demetrious memiliki kemampuan luas dalam berbagai bidang, dengan tangan dan kaki tercepat dalam dunia bela diri campuran.

Melihat keduanya bertanding akan menjadi ajang yang menegangkan, dengan kekuatan besar Johnny melawan kemampuan elit milik Demetrious.

Christian Lee Vs. Sub Zero

Juara Dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee seringkali membicarakan kemampuannya dalam memisahkan bisnis dengan perasaan pribadinya.

Dia selalu meninggalkan perasaan diluar ONE Circle, dan bertemu dengan lawannya dengan tangan dingin. Inilah sikap yang harus ia bawa saat menghadapi lawan yang sangat “dingin” seperti Sub-Zero, yang memang memiliki hati sangat dingin.

Sub-Zero adalah seorang ninja, yang berarti ia mampu menyelesaikan tugasnya secara diam-diam. Tetapi, ia belum pernah bertanding dengan seniman bela diri berbakat seperti Christian. Dengan ground game yang kuat dan pukulan dahsyat yang sudah sering menjatuhkan lawannya, “The Warrior” dapat mengalahkan lawannya dengan satu serangan.

Tetapi, kemampuan Sub-Zero untuk membekukan lawannya tentu dapat melemahkan sang lawan, tetapi hal ini hanya berlaku jika dirinya mampu menyarangkan serangan yang tepat sasaran, sesuatu yang sangat sulit dilakukan oleh lawan-lawan Christian terdahulu.

Petchdam Petchyindee Academy Vs. Scorpion

Musuh bebuyutan Sub-Zero, Scorpion, adalah salah satu karakter yang sangat digemari dalam seri Mortal Kombat. Dia sering menarik lawannya mendekat, dengan teriakan khasnya, “get over here,” sebelum menyerang dengan kombinasi yang baik.

Scorpion adalah seorang ninja yang mempunyai banyak senjata untuk menyerang, temasuk ‘nafas api’ yang ia gunakan untuk melontarkan api ke arah lawan.

Jika ada satu atlet yang tidak takut melawan pesaing yang berapi-api, ia adalah Juara Dunia Kickboxing ONE Flyweight “The Baby Shark” Petchdam Petchyindee Academy.

Sang atlet fenomenal berusia 20 tahun ini tidak memiliki masalah dengan berbalas serangan dengan lawannya. Dia sangat ahli menjaga jarak, tetapi ia juga sangat nyaman untuk masuk dalam jarak serang demi melancarkan kombinasi yang ia miliki. Ditambah lagi, tendangan kirinya dapat dengan mudah membalas serangan tombak dari Scorpion.

Satu menit atau lima ronde, pertandingan ini akan tetap mendebarkan sampai akhir.