Gaya Hidup

5 Teknik Kuncian Yang Patut Dipelajari Menurut Stefer Rahardian

Setiap atlet ONE Championship wajib memiliki kemampuan menyeluruh dan seimbang, seperti yang selalu diasah oleh beberapa atlet papan atas – termasuk atlet unggulan Indonesia Stefer “The Lion” Rahardian.

Terlepas dari kemampuan striking, atau permainan stand-up yang sangat baik, melalui berbagai teknik dalam disiplin yang mengutamakan striking atau serangan atas, permainan bawah atau ground game juga wajib dikuasai.

Hal ini terbukti saat Stefer menciptakan keunggulan atas rekan senegaranya, Adrian “Papua Badboy” Mattheis, dalam laga mereka di ajang ONE: DAWN OF VALOR di Istora Senayan, Jakarta, Indonesia baru-baru ini. Dalam laga tersebut, Stefer berhasil unggul di permainan bawah dan mengakhiri laga dengan keputusan mutlak.

Stefer "The Lion" Rahardian ???? berhasil kembali ke jalur kemenangan!

Stefer "The Lion" Rahardian ???? berhasil kembali ke jalur kemenangan ???? setelah mengalahkan rekan senegaranya ???????? Adrian Mattheis!????: Pesan kendaraan dan makanan anda dengan Grab ???? https://grb.to/ONEXGRAB

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, October 25, 2019

Keunggulan Stefer dalam permainan bawah, untuk menyarangkan kuncian atas lawan dan membuat mereka menyerah, atau tap out, adalah salah satu kemampuan paling vital dalam laga bela diri campuran.

Hal ini pun sama pentingnya dengan kemampuan seorang atlet untuk mendaratkan pukulan, tendangan, serta serangan siku dan lutut ke lawan yang mereka hadapi.

Sebagai salah satu atlet bela diri campuran yang memiliki kemampuan tinggi di atas kanvas, Stefer pun berbagi beberapa kuncian yang patut dipelajari oleh para praktisi bela diri campuran amatir – yang merupakan teknik yang dapat dilatih melalui beberapa disiplin bela diri seperti Brazilian Jiu-Jitsu, grappling gaya bebas dan gulat.

Berikut adalah kelima kuncian terpenting yang harus dipelajari para atlet bela diri campuran ini:

Guillotine Choke

Ini adalah kuncian yang paling mudah dipelajari dan dilakukan oleh para pemula.

Guillotine choke, atau yang dikenal juga sebagai front headlock, adalah kuncian yang membutuhkan posisi dasar dan termudah. Hal ini sering ditemukan dalam pertarungan jalanan satu-lawan-satu, yang dilakukan dengan cara mengambil kepala atau leher lawan saat berhadapan dengannya.

Walau nampak mudah, seorang atlet membutuhkan penempatan waktu yang sangat baik dan teknik yang mumpuni untuk dapat mengakhiri serangan lawan melalui kuncian ini. Hal ini terutama diperlihatkan oleh salah satu atlet terbaik dunia yang tergabung bersama ONE Championship, Demetrious “Mighty Mouse” Johnson.

Americana

Salah satu kuncian yang paling sering digunakan dalam dunia bela diri campuran adalah Americana armlock, yang dapat dilakukan dari posisi kontrol samping atau side control.

Persiapan kuncian ini dilakukan dengan mengambil posisi tangan lawan yang berada di bawah, sebelum menggunakan berat badan anda untuk meraih posisi yang tepat. Kuncian ini membuat sikut, bahu dan pergelangan tangan lawan terisolasi, hingga lawan anda akan menemukan jalan keluar lain dan harus menyerah.

Dalam sebuah laga di ajang ONE: PURSUIT OF POWER, Ariel “Tarzan” Sexton mencetak sebuah kombinasi dari kuncian Americana, yaitu reverse triangle choke-Americana, yang memaksa lawannya Kota Simioshi menyerah.

Heel Hook

 

Jika kedua kuncian sebelumnya ditujukan untuk mengunci bagian tubuh atas lawan, kuncian ini terfokus untuk mengunci kaki.

Seperti nama kuncian ini, heel hook, anda hanya harus menggunakan tenaga yang cukup untuk memutar tumit lawan keatas atau kebawah, setelah berhasil mengendalikan sendi pinggul dan lutut lawan anda.

Garry “The Lion Killer” Tonon, seorang grappler fenomenal yang pernah mengalahkan legenda Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki dan atlet kebanggaan Indonesia Anthony “The Archangel” Engelen, sempat menggunakan teknik ini untuk menjaga kemenangan beruntunnya atas Yoshiki Nakahara dalam gelaran ONE: ENTER THE DRAGON.

Atlet Amerika Serikat ini menghilangkan jarak dan mengamankan sebuah single-leg takedown sebelum beralih untuk mengisolasi kaki kanan lawannya. Dari posisi tersebut, ia segera mengamankan sebuah kuncian heel hook keras untuk memaksa sebuah tap out dari Yoshiki.

D’arce Choke

Ini adalah salah satu kuncian yang menggunakan kekuatan tangan dan membutuhkan persiapan atau set-up yang baik, untuk menjatuhkan badan lawan ke posisi samping.

Sekilas, kuncian ini terlihat seperti kuncian rear-naked choke yang dikombinasikan dengan guillotine choke yang dilakukan di hadapan lawan, dan seorang atlet harus terlebih dahulu nyaman dan benar-benar mengenal teknik ini sebelum dirinya mengeksekusi lawan.

Dalam ajang ONE: HERO’S ASCENT, seorang atlet unggulan ONE, Reinier De Ridder berhasil mencetak sebuah kuncian D’Arce choke yang luar biasa atas lawannya.

 

Triangle Choke

Ini adalah sebuah teknik kuncian dasar yang paling sulit, menurut Steferm karena gerakan ini membutuhkan beberapa pendahuluan atau set-up yang cukup banyak.

Setelah seorang atlet berhasil meraih posisi yang menguntungkan untuk kuncian ini, ia pun harus memiliki kekuatan dan fleksibilitas kaki yang luar biasa untuk dapat memaksa lawan menyerah. Hal ini ditunjukkan oleh seorang grappler legendaris asal Jepang, Shinya “Tobikan Judan” Aoki, yang mengumumkan kembalinya dirinya dalam kontes divisi lightweight di bulan Mei 2018.

Dalam cuplikan di atas, atlet wanita unggulan Indonesia Priscilla “Thathie” Hertati Lumban Gaol juga menampilkan kuncian guillotine keras, serta beberapa kuncian rear-naked choke yang sempurna dalam ajang ONE: GRIT AND GLORY di Jakarta.

Itulah beberapa kuncian yang patut dipelajari menurut “The Lion,” dimana aplikasi dari seluruh kuncian tersebut dapat dicoba dalam latihan rutin sehari-hari, atau rolling.

Walau tidak semua kuncian ini mudah dilakukan oleh para pemula, seluruh teknik ini dapat dipelajari dan pada akhirnya dimanfaatkan oleh banyak orang.

Baca Juga: 5 Sorotan Terbaik Dari Ajang ONE: AGE OF DRAGONS