Fitur

Zebaztian Kadestam Sebut MMA Bantu Dirinya Lewati Isu Kesehatan Mental Yang ‘Sangat Gelap’

Anda mungkin tidak mengetahui peperangan yang dihadapi oleh seseorang dalam pikirannya, dimana bahkan seniman bela diri elite seperti Zebaztian Kadestam pun harus melewati perjuangan sulit yang tak dapat dilihat oleh mereka di sekelilingnya.

Mantan penguasa welterweight ini – yang kembali dalam aksi lightweight MMA melawan Iuri Lapicus di ajang ONE 160: Ok vs. Lee II pada 26 Agustus nanti – selalu nampak siap untuk menghadapi dunia saat dirinya memasuki Circle.

Namun, ia mengakui telah melewati beberapa waktu yang sangat sulit saat ia hampir tak dapat menjalani hari di depannya – sesuatu yang kini dapat ia bicarakan secara terbuka.

“The Bandit” mengungkap:

“Saat memenangkan gelar Juara Dunia, sesuatu terjadi dengan kondisi mental saya. Saya depresi, dan saya melewati beberapa waktu yang sulit dalam kehidupan pribadi saya.”

“Saya tak ingin pergi keluar. Saya tak ingin berada di sekitar banyak orang. Saya benar-benar berada dalam posisi yang buruk secara mental. Saya bergumul dengan kecemasan dan depresi, dan itu adalah waktu yang sulit.”

Memang, persiapan untuk berkompetisi di atas panggung dunia sudah menjadi tugas dengan tuntutan luar biasa, dan itu hanya akan semakin sulit jika anda berjuang mengatasi konflik internal.

Namun, beruntung bagi Kadestam, MMA menjadi sumber motivasi terbesar untuk terus bergerak maju melewati momen paling menantang dalam hidupnya.

Bintang Swedia ini berkata pada ONE Championship:

“Saat anda berada dalam posisi yang sangat gelap, itu seperti menyedot kehidupan keluar dari diri anda. Jika saya tak ingin bangun, jika saya tak ingin keluar dari tempat tidur, jika saya bahkan tak ingin keluar, bagaimanakah saya dapat melewati peperangan setiap hari [di sasana]?”

“Saya tak pernah merasa sepeti, ‘Saya tak ingin bertarung,’ karena saya ingin bertarung. Itu hanya tentang seberapa besar perjuangan yang ada dalam diri saya. Dan kini, saya merasa seperti kembali ke saat dimana semangat itu sangat membara.”

“Inilah sesuatu yang saya suka lakukan. Tak ada yang membuat saya lebih bersemangat daripada untuk bertarung. Tanpa pertarungan, saya tak mungkin dapat melewati apa yang saya lewati. Saya kira itulah titik peralihannya.”

Zebaztian Kadestam ‘Merasa Senang Dapat Hidup’

Setelah memenangkan dan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Welterweight, Zebaztian Kadestam kehilangan sabuk itu di tangan Kiamrian Abbasov pada Oktober 2019, sebelum terseret dalam tiga kekalahan beruntun.

Namun, tak semua kekalahan itu sama.

Sebelum ia kembali ke jalur kemenangan saat melawan Valmir Da Silva di ONE: FULL CIRCLE Februari lalu, “The Bandit” harus merelakan laga tiga ronde ke tangan Murad Ramazanov. Bahkan saat ia kalah, dirinya merasa telah kembali secara mental.

Kadestam menjelaskan:

“Jika anda melihat laga melawan Murad itu, mungkin anda ingin berkata, ‘Oh, itu adalah malam yang bagus bagi dirinya,’ tetapi saya merasa baik. Saya merasa seperti, ‘Oke, kita dapat maju beberapa ronde lagi.’ 

“Saya merasa melakukan beberapa kesalahan atau apa pun itu, tetapi persiapannya sangat hebat. Saya berada dalam kondisi pikiran yang baik, saya merasa senang berada di sana, saya merasa senang untuk dapat hidup dan dapat melakukan apa yang saya sukai.”

“Dan sekarang, itulah yang seharusnya saya rasakan.”

Seperti banyak orang yang berjuang dengan kesehatan mental mereka, itu tetap menjadi perjuangan konstan bagi Kadestam.

Pada saat yang sama, ia kini menjadi lebih diperlengkapi untuk melihat tanda-tanda dan mulai mengatasi isu yang ia alami sebelum semua itu menguasai dirinya.

Dengan melakukan itu, pria Swedia ini menjadi lebih mudah untuk menghargai segala sesuatu yang ia miliki – dan ia pun berharap bahwa semua orang lain tak akan segan meminta bantuan jika mereka menghadapi situasi yang serupa.

“The Bandit” menambahkan:

“Satu tahun belakangan ini, saya mencoba bekerja melewati itu dan hanya kembali untuk menikmati hidup. Saya masih mengalami hari-hari dimana saya seperti, ‘**** ini,’ dan saya tak dapat menguasai diri saya, walau tak ada kejadian atau situasi atau apa pun.”

“Terkadang itu datang dan mengambil alih diri saya.”

“Namun, yang saya pelajari adalah bahwa jika saya membiarkan hal itu, saya akan berada di kegelapan itu dalam waktu yang sangat lama. Dan saya tak pernah ingin kembali ke sana. Maka, saya belajar untuk mengatasinya.”

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.