5 Sorotan Terbesar Dari ONE Fight Night 10: Johnson Vs. Moraes III

Sage Northcutt Ahmed Mujtaba ONE Fight Night 10 41

Para penggemar seni bela diri di Amerika Serikat akhirnya dapat mengalami kegemparan dan keseruan gelaran ONE Championship secara langsung pada Sabtu pagi, 6 Mei waktu Asia, atau Jumat malam waktu A.S. dengan ONE Fight Night 10 on Prime Video.

Pada akhirnya, seluruh aksi itu melampaui berbagai ekspektasi, dari awal sampai akhir.

Para bintang terbesar dan paling bersinar di ONE hadir untuk memberi malam tak terlupakan dalam dunia olahraga tarung di 1stBank Center, Denver, Colorado.

Setelah kartu yang menampilkan tiga laga Kejuaraan Dunia, serangkaian penyelesaian besar dan berbagai drama, berikut adalah lima sorotan terbaik dari debut bersejarah ONE di Amerika itu.

‘Goat’ MMA Johnson Siratkan Aksi Berikut Setelah Ingin Pensiun

Juara Dunia ONE Flyweight Demetrious Johnson memasuki laga trilogi melawan Adriano Moraes dengan spekulasi bahwa ia akan menggantung sarung tinju. Dan, sementara ia belum menutup kemungkinan itu, penantang baru mungkin akan terlalu menarik untuk dilewatkan “Mighty Mouse.”

Kemenangan pada Jumat malam waktu A.S. atas Moraes itu menjadi mahakarya teknis. Legenda MMA Amerika itu mempertahankan sabuk emasnya dengan kemenangan mutlak impresif setelah ia menunjukkan permainan clinch klinis dan pertahanan yang tak terpatahkan.

Setelah keputusan itu dibacakan, Kairat Akhmetov pun muncul. Penantang #2 dan mantan penguasa divisi itu mengalahkan atlet peringkat #4 Reece McLaren di awal kartu yang sama, serta langsung maju untuk menantang pound-for-pound ‘GOAT’ ini.

Lalu, pada konferensi pers seusai gelaran ini, Johnson menyatakan bahwa ia tak sabar menunggu tantangan itu – walau ia segera menambahkan bahwa sebuah keputusan akhir belum tercapai.

Jelas bahwa “Mighty Mouse” mungkin akan segera memasuki masa pensiun. Tetapi, dari tanda-tanda yang terlihat di ONE Fight Night 10, ia juga mungkin saja akan kembali ke dalam Circle untuk sebuah pertarungan terakhir.

Stamp & Rodtang Bersinar Di Debut A.S.

Sepanjang minggu pertandingan, para penggemar di Denver membicarakan debut Amerika Utara dari dua megabintang Thailand, Stamp Fairtex dan Rodtang Jitmuangnon. Pembicaraan itu beralih menjadi sorakan luar biasa saat kedua superstar ini meraih penyelesaian empatik.

Stamp tampil pertama kali. Penantang #1 atomweight bela diri campuran itu membuat penonton terhibur dengan “Stamp Dance” andalannya saat ia masuk, lalu dirinya membuktikan hype itu dengan sebuah KO via tendangan tubuh atas Alyse Anderson.

Ini menjadi momen tak terlupakan bagi mantan Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan Muay Thai itu, yang berikutnya akan berlaga demi sabuk emas interim atomweight dalam MMA.

Setelahnya, “The Iron Man” menerima reaksi terbesar saat ia membalas serangan Edgar Tabares dengan siku keras yang mengakhiri laga.

Sorakan nama “Rodtang” menenggelamkan suara lainnya – dan sorakan itu bahkan sempat kembali saat Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai ini muncul untuk menonton laga utama.

Antisipasi dari kedua debut mengesankan ini hanya tertandingi oleh reaksi dari penampilan keduanya. Dengan usia 25 tahun, jelas bahwa Stamp dan Rodtang sudah mengambil langkah besar menuju ketenaran di Amerika Serikat.

Musumeci Pimpin Kebangkitan Divisi Submission Grappling Di ONE

ONE memberi tempat bagi disiplin submission grappling untuk meraih tingkatan baru di atas panggung dunia, dan tak ada yang mengambil keuntungan terbesar dari kesempatan itu selain Juara Dunia ONE Flyweight Submission Grappling Mikey Musumeci

Pada Jumat malam waktu A.S. itu, penonton di dalam 1stBank Center menyaksikan dengan seksama bagaimana petarung Amerika ini beraksi untuk mengincar kuncian kaki, yang secara konstan membuat Juara Dunia IBJJF No-Gi Osamah Almarwai berada di posisi bertahan.

Dan, saat Musumeci bertransisi ke punggung untuk menyarangkan kuncian leher yang mengakhiri laga itu, sorakan penonton pun tak terbendung lagi.

Gaya agresif dan menarik dari “Darth Rigatoni” dalam Brazilian Jiu-Jitsu itu membantu mendorong olahraga ini ke tingkatan yang jauh berbeda. Kemenangan terbarunya – dan penerimaan besar yang terjadi itu – menjadi bukti tak terbantahkan dari perkembangan itu.

Musumeci menghubungkan dirinya dan submission grappling kepada penonton baru. Pria berusia 26 tahun ini masih tak terkalahkan di ONE, sementara ia juga segera menjadi salah satu bintang terbesar di organisasi ini.

Kadestam Buktikan Diri Via KO Luar Biasa Atas ‘Robocop’

Mantan Juara Dunia ONE Welterweight Zebaztian Kadestam mungkin tak diunggulkan saat ia memasuki Circle pada Sabtu pagi waktu Asia ini, namun ia membungkam seluruh kritik itu dengan salah satu KO paling mengejutkan di tahun ini.

“The Bandit” menggunakan ronde pertama untuk membaca kemampuan superstar Kroasia Roberto “Robocop” Soldic. Lalu, pada stanza berikutnya, ia menekan Soldic dan segera menemukan sasaran untuk pukulan kuatnya yang mematikan.

Mantan penguasa divisi itu menjanjikan sebuah KO dalam pertarungan ini – dan ia membuktikan apa yang dikatakannya melalui sebuah kejutan besar yang mengguncang skena seni bela diri.

Pencapaian luar biasa ini melejitkan Kadestam memasuki perebutan gelar Juara Dunia Interim ONE Welterweight pada tahun ini. Dengan aksi dominan itu, pemukul kuat asal Swedia ini mencuri hype “Robocop” dan kembali ke posisi dimana dirinya selalu layak berada.

Northcutt Raih Kemenangan Cepat Setelah Lama Beristirahat

Sage Northcutt membuktikan julukannya, “Super,” di ONE Fight Night 10.

Tak hanya karena kemenangan submission ronde pertama atas Ahmed Mujtaba, namun karena itu juga menjadi puncak dari perjalanan kembali yang sangat berat dan penuh tantangan menuju Circle.

Setelah debut ONE yang berakhir pahit melawan Cosmo Alexandre empat tahun lalu, Northcutt berjuang melawan kemungkinan untuk memasuki masa pensiun. Sementara ia mampu pulih, pria Amerika ini mendedikasikan diri mengasah kemampuan menyeluruh itu, yang terlihat saat menghadapi Mujtaba.

Terkena jab dari Mujtaba, mantan bintang karate itu menemukan kaki lawannya di posisi scramble. Lalu, kuncian heel hook itu teramankan, terungkit dan memaksa tap out mengejutkan yang berakhir dengan sorakan luar biasa dari para penonton di Denver.

Penampilan pria berusia 27 tahun ini di atas panggung dunia dapat menjadi inspirasi luar biasa bagi semua orang yang berusaha mengatasi berbagai tantangan dalam hidup mereka.

“Super” Sage menjadi contoh yang dapat mereka lihat, bahwa segalanya itu mungkin dengan kerja keras, kegigihan dan determinasi.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled