Fitur

6 Atlet Dengan Pukulan Terkuat di ONE Championship

Pukulan memang bukan hal asing dalam dunia seni bela diri, namun harus diakui bahwa ini seringkali menjadi senjata paling menakutkan bagi seorang striker.

ONE Championship adalah rumah bagi belasan atlet yang mampu menjatuhkan lawan mereka melalui satu pukulan kuat yang tepat sasaran, dan hal ini selalu memberikan ketegangan tersendiri bagi para penggemar saat menyaksikan para kompetitor bertukar pukulan di dalam ONE Circle – baik dalam laga bela diri campuran (MMA) atau dalam aksi di ajang ONE Super Series.

Terdapat banyak sekali seniman bela diri yang sanggup dan berani berduel jarak dekat untuk mencetak kemenangan, namun jika mereka melawan salah satu atlet yang berada di dalam daftar ini, mereka mungkin harus berpikir ulang.

Tarik Khbabez

Tarik “The Tank” Khbabez mendapatkan julukannya melalui gaya bertarungnya yang terus melaju seperti tank. Ketika berada pada posisi jarak dekat, ia akan melancarkan pukulan hook dan uppercut bertubi-tubi untuk menerjang kepala dan tubuh lawannya, dimana hanya atlet terkuat sajalah yang mampu bertahan sampai bel akhir berbunyi.

Atlet berdarah Belanda-Maroko ini awalnya menggeluti tinju saat remaja, sebelum mengalihkan fokusnya pada kickboxing dan meraih empat kemenangan di ONE Super Series karena ia terus maju dan menyarangkan pukulan-pukulan kuat.

Ia mengalahkan Alain “The Panther” Ngalani dan Ibrahim “Mr. Cool” El Bouni dalam dua pertandingan awalnya, sebelum menjatuhkan Anderson “Braddock” Silva ke atas kanvas dalam laga terakhirnya untuk menang secara dominan melalui keputusan mutlak.

Xiong Jing Nan

“The Panda” Xiong Jing Nan memulai karirnya dalam olahraga pertarungan sebagai anggota Tim Tinju Nasional Cina, dan ketika dia bertransisi ke seni bela diri campuran, atau mixed martial arts (MMA), pengalamannya di dunia tinju menjadi aset terbesarnya.

Xiong menggebrak dalam pertandingan debutnya bersama ONE Championship melalui sebuah kemenangan TKO pada ronde pertama melawan April Osenio, dimana ia meneruskan tren positif ini dengan sebuah kemenangan TKO ketika menghadapi Tiffany “No Chill” Teo demi gelar Juara Dunia ONE Strawweight. Dalam kedua laga tersebut, Dalam kedua laga tersebut, adalah hook keras dari Xiong yang menjadi penentu.

Dalam laga terakhirnya, pukulan kanan keras ke arah perut “Unstoppable” Angela Lee menjadi sinyal awal bahwa kemenangan Xiong sudah di depan mata, sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan dari Juara Dunia ONE Atomweight tersebut.

Intinya, tidak ada atlet wanita lain dalam “The Home Of Martial Arts” yang memiliki pukulan sekeras si “Panda”.

Timofey Nastyukhin

Atlet Rusia dengan spesialisasi striking Timofey Nastyukhin telah mengakhiri perlawanan tujuh lawannya dengan KO, dari total 13 kemenangan yang ia raih dalam laga seni bela diri campuran, atau mixed martial arts (MMA) profesionalnya. Empat diantaranya ia catatkan di atas panggung dunia.

Ia memang memiliki persenjataan lengkap, tetapi hook kirinya terbukti menjadi senjata yang paling efektif. Baik Yusuke Kawanago atau Rob Lisita menjadi korban keganasan pukulannya saat Timofey baru terjun ke dalam ONE Circle.

Senjata andalannya ini juga menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kemenangan penting dalam karirnya, saat ia menjatuhkan Eddie “The Underground King” Alvarez melalui serangkaian kombinasi serangan yang menyelesaikan perlawanan dari atlet yang empat kali menjadi Juara Dunia MMA ini.

Smokin Jo Nattawut

“Smokin” Jo Nattawut memiliki gaya bertanding yang berbeda jika dibandingkan kebanyakan rekan senegaranya. Sebagai atlet Muay Thai, tentu dirinya memiliki tendangan yang kuat, namun disisi lain, yang membuat gaya bertarungnya penuh keajaiban adalah caranya melayangkan pukulan.

Juara Dunia dua divisi Lion Fight ini mengawali perjalanan bela dirinya di Thailand, tanah kelahirannya. Namun kisah suksesnya di kancah internasional berawal sejak ia pindah ke Amerika Serikat.

Terlepas saat ia mengenakan sarung tangan MMA 4 ons, atau sarung tangan tinju 10 ons, pukulan kanan “Smokin Jo” tetap menjadi senjata mematikan, dan ia tidak akan melepaskan lawan yang berada dalam jangkauannya.

Yohann Fairtex Drai dan Sasha Moisha mengetahui betul betapa mengerikannya kombinasi pukulan cepat dari Nattawut, dimana hal ini akan menjadi aset terbesarnya saat kembali beraksi dalam laga seminifinal ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix. 

Saygid Gusyen Arslanaliev

Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev adalah pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu dengan kemampuan submission luar biasa dan seorang pegulat yang eksplosif. Tetapi, bukan berarti para pesaingnya dapat bersantai ketika menghadapinya di duel atas, karena ia pun sangat mahir mengakhiri laga melalui pukulan kerasnya.

Enam dari delapan kemenangan diraihnya melalui pukulan, dimana tiga KO beruntun pada ronde pertama mengantarnya ke babak final dari turnamen ONE Lightweight World Grand Prix.

Hal yang patut dicatat dari kemenangan beruntunnya ini adalah bahwa Timofey Nastyukhin, Ev “E.T.” Ting dan Amir Khan adalah para striker elit, tetapi mereka tidak dapat menghentikan penghancur dari Turki ini.

Yodsanklai IWE Fairtex

Pemegang beberapa gelar Juara Dunia Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex dikenal atas reputasinya sebagai salah satu penendang paling berbahaya dalam dunia bela diri sebelum bergabung dengan ONE Super Series, tetapi ternyata pukulannya pun tak kalah berbahaya.

Saat ia mulai bertanding di berbagai belahan dunia, striker cerdas ini berlatih keras untuk menambah amunisi serangannya dalam bertinju, dimana kini hal tersebut menjadi salah satu ancaman terbesar bagi lawannya.

Penyelesaian telaknya atas Luis Regis berawal dari serangan kombinasi straight jab-cross, sebelum diakhiri oleh tiga rentetan uppercut.

Ia kemudian melanjutkan catatan manis tersebut melalui cara efisiennya dalam membongkar pertahanan rival bebuyutannya Andy “Souwer Power” Souwer, yang diakhiri dengan pukulan kiri yang dahsyat ke arah dagu atlet asal Belanda tersebut.