Fitur

Seseorang Yang Tidak Pernah Hilang Harapan Pada Yosuke Saruta

30 Jul 2019

Perjalanan Yosuke “The Ninja” Saruta merebut gelar Juara Dunia ONE Strawweight tidaklah mudah, namun ia menyadari keberhasilannya adalah berkat dukungan seseorang yang spesial.

Dukungan istrinya menjadi sesuatu yang teramat penting bagi dirinya untuk meraih prestasi tertinggi ini.

Yosuke akan mempertahankan gelarnya dalam sebuah pertandingan ulang melawan Joshua “The Passion” Pacio dalam ajang ONE: ROOTS OF HONOR di Manilla, Filipina, pada hari Jumat, 12 April. Ia pun berencana menunjukkan kebolehannya demi sang istri.

“Saya tidak dapat melakukan semua ini tanpa istri saya,” katanya. “Saya tidak merasa berat menjalani hidup saat dirinya ada di sisi saya.”

Nothing was going to stop ONE Strawweight World Champion Yosuke Saruta from achieving his dreams!

Nothing was going to stop ONE Strawweight World Champion Yosuke Saruta from achieving his dreams!Manila | 12 April | 7:00PM | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Monday, March 18, 2019

Dahulu, tidak semua orang mendukung mimpi “The Ninja.”

Orang tua Yosuke merasa sangat khawatir saat putra mereka memilih menjadi atlet bela diri, karena kemungkinan cedera.

Tanpa restu dan dukungan mereka, Yosuke merasa bahwa kepercayaan istrinya adalah yang terpenting. Atlet berumur 31 tahun ini sudah pernah melawan arus demi membujuk orang tuanya untuk mendukung pilihannya – dan hal itu akan runtuh jika ia dibiarkan sendiri.

“Orang tua saya tidak pernah berpengalaman dengan bela diri. Karena itu mereka mengira karir saya sangatlah berbahaya,” katanya.

“Tetapi istri saya mengerti dan mendukung pilihan saya, dan sayapun berterima kasih padanya karena dukungannya.”

Kenyataannya, istri Yosuke selalu mendukung dan menyemangati saat dibutuhkan, dan ini cukup bagi Yosuke melaju dalam karirnya.

“Yosuke pernah bilang jika sayalah satu-satunya yang diperlukannya. Itu membuat saya sangat bahagia,” kata sang istri.

“Dia bilang jika saya disisinya, dia dapat melalui segala rintangan. Ini betul, karena di belakang setiap pria kuat terdapat wanita yang lebih kuat.”

Pada akhirnya, dengan kegigihan dan kesuksesan yang diraihnya, Yosuke berhasil memenangkan dukungan orang tuanya.

Mereka melihat bahwa seni bela diri membuat anaknya lebih kuat memegang nilai-nilai yang memang sudah tertanam dalam dirinya. Ia juga lebih terfokus, disiplin dan rendah hati.

“Saat ini orang tua saya 100 persen mendukung saya,” ungkapnya.

“Saya telah berkarir selama 10 tahun dan menjadi juara dunia. Sekarang mereka menyemangati saya dan mengakui karir saya sebagai atlet bela diri.”

“The Ninja” merebut gelar Juara Dunia Shooto divisi strawweight di Jepang pada bulan Oktober 2017 lalu, sebelum kemudian bergabung dengan ONE Championship pada akhir 2018.

Setelah memenangkan pertandingan melawan mantan Juara Dunia ONE Strawweight Alex Silva, ia mendapatkan kesempatan untuk melawan atlet terbaik di divisi ini, Joshua “The Passion” Pacio.

Pada ajang ONE: ETERNAL GLORY di bulan Januari, Yosuke melawan “The Passion” selama lima ronde dan menang melalui split decision. Bagi dirinya, inilah hasil dari seluruh kerja keras dan pengorbanan yang ia lakukan demi pilihannya ini.

Tidak ada yang lebih senang dengan kesuksesan “The Ninja” daripada istrinya, yang selalu berada di sisinya dan mendukungnya saat ia kelelahan dan putus harapan.

“Saya sangat gugup ketika mereka bilang split decision, tetapi saya percaya dia akan menang,” katanya mengingat saat keputusan di umumkan di Jakarta, Indonesia.

“Saat saya mendengar namanya disebut sebagai juara, saya bersorak dengan gembira. Saya sangat berbahagia melihat dirinya meraih mimpi karena kerja kerasnya.”

Tetapi sang juara baru tidak dapat menikmati kemenangannya untuk lama. Dalam waktu satu minggu, sebuah pertandingan ulang pun ditetapkan dan Yosuke harus melanjutkan pelatihannya di Wajutsu Keishukai Hearts untuk bersiap melawan Joshua sekali lagi.

Setelah melawan pesaing berusia 23 tahun ini di Mall of Asia Arena Jumat ini, “The Ninja” akan mengambil waktu untuk istirahat dari pertandingan.

Pasangan ini telah merencanakan bulan madu mereka di Singapura pada bulan Januari, tetapi karena sebuah tawaran pertandingan perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight, ia pun menunda rencananya.

Tetapi, jika semuanya sesuai rencana, ia akan kembali dari Filipina dengan emas yang diraihnya bagi sang istri.

“Saya telah menjadi Juara Dunia, tetapi saya belum berbulan madu karena harus terfokus latihan untuk pertandingan ulang,” katanya. “Saya bertanding demi istri saya. Saya bertarung karena ingin mengajaknya keluar negeri dan membelikannya rumah.”

Jika Yosuke dapat mempertahankan sabuknya, dia akan dapat satu lagi alasan untuk bahagia.