Fitur

Sam-A Di Mata Superlek, Nong-O Dan Petchmorakot

Juara Dunia dua disiplin ONE Sam-A Gaiyanghadao adalah striker paling dominan dalam divisi strawweight, dimana ia akan memiliki kesempatan membuktikan hal itu sekali lagi hari Jumat, 9 Oktober ini.

Malam itu, sang legenda hidup ini akan mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia ONE Strawweight Muay Thai melawan kuda hitam asal Australia Josh “Timebomb” Tonna pada ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES di Singapura.

Sebelum Sam-A memasuki ring untuk laga utama pertahanan gelarnya, pelajari lebih lanjut tentang dirinya dari sesama bintang ONE yang sangat mengenalnya.

Superlek Kiatmoo9

Muay Thai fighter Superlek prays in the ring following his victory

Saat ini, “The Kicking Machine” Superlek Kiatmoo9 adalah adik ipar Sam-A. Namum awalnya, ia adalah seorang penggemar berat.

“Saya menonton laganya sejak saya masih kecil,” kata pria berusia 24 tahun itu. “Ia adalah salah satu petarung Muay Thai terbaik di Thailand, dan ia adalah idola bagi banyak petarung muda, termasuk saya.”

“Ia memiliki banyak teknik, terutama tendangan kiri dan pukulan tajamnya. Itulah yang saya paling ingat tentang dirinya.”

Sementara Superlek masih terkesima oleh kemampuan Sam-A, ia juga memiliki penghargaan lebih dalam bagi atlet berusia 36 tahun itu.

Perwakilan Kiatmoo9 ini telah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang legenda yang rendah hati itu menyokong keluarganya melalui petualangannya dalam olahraga tarung. Sebagai tambahan, Sam-A selalu memberi saran dan mengajarkan teknik-teknik baru pada petarung muda ini.

“Sam-A memiliki kesabaran yang tinggi,” kata Superlek. “Ia mendedikasikan dirinya untuk memperbaiki kehidupan keluarganya dan [menarik mereka] keluar dari kemiskinan dengan Muay Thai. Ia adalah superstar di dalam ring dan ‘Superman’ bagi keluarganya.”

“Ia sangat membantu saya dalam Muay Thai. Ia memberi saya saran untuk mengembangkan kemampuan saya dan [memberi] beberapa trik tambahan. Sebagian besar waktu saat kami memiliki kesempatan berbicara, kami akan berbicara tentang Muay Thai.”

“Kami baru saja memulai kamp Muay Thai di rumah kami, di provinsi Buriram. Kami berbagi ide dan anggaran. Ia kini berada di Singapura, maka sayalah yang mengurus kamp itu. Saya mencoba mengikuti jejaknya untuk menjadi petarung Muay Thai terbaik semampu saya.”

Kini, Superlek adalah penantang teratas dalam divisi flyweight Muay Thai, dimana ia akan dapat menantang sabuk emas bagi dirinya sendiri.

Namun sementara itu, ia akan terpaku pada layar televisi Jumat malam nantu untuk melihat kakak iparnya mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai – sebuah gelar yang diyakini “The Kicking Machine” akan sanggup dipertahankan.

“Walau Sam-A berusia 36 tahun sampai saat ini, saya kira ia akan tetap fit dan terus berlatih bahkan saat pandemi COVID-19 melanda,” kata Superlek. “Saya yakin bahwa [berlaga] di dalam ring itu tidak hanya tentang usia, namun ia memiliki banyak pengalaman. Ia akan mempertahankan sabuk Juara Dunia itu seusai laga.”



Nong-O Gaiyanghadao

Nong-O Gaiyanghadao defends his ONE Bantamweight Muay Thai World TItle against Saemapetch Fairtex at ONE EDGE OF GREATNESS

Sam-A dan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao mungkin saat ini berlatih bersama, namun banyak hal tidak selalu selaras di antara kedua ikon Muay Thai itu.

Hampir 10 tahun yang lalu, kedua atlet ini menjadi kekuatan dominan dalam divisi mereka masing-masing – Sam-A dalam divisi 55,3 kilogram dan Nong-O dalam divisi 58,9 kilogram.

Lalu, pada bulan September 2010, mereka berhadapan dalam sebuah laga catch weight spesial di Lumpinee Stadium.

“Saya masih ingat saat kami bermusuhan di dalam ring saat kami berada di kamp yang berbeda,” kata Nong-O.

“Kami berdua adalah petarung Muay Thai tingkat tinggi. Kami sangat sulit dikalahkan, dan sangat sulit mencari lawan. Kami memiliki kesempatan untuk bertemu satu sama lain di Lumpinee Stadium.”

“Sebenarnya, kami berada dalam divisi yang berbeda, maka ia harus menaikkan berat dan saya mengurangi berat hanya untuk bertanding. Itu adalah laga yang bagus bagi para penggemar, dan mereka benar-benar ingin menonton laga itu.”

Setelah Nong-O meraih keputusan juri dalam laga tersebut, kedua petarung itu kembali bersinggungan saat mereka berlatih di sasana Petchyindee Academy beberapa tahun kemudian.

Namun, persahabatan mereka tidak berkembang sampai mereka kembali bertemu di sasana Evolve di Singapura.

“Walau kami berada di sasana yang sama pada tahun 2014 dan 2015, kami tidak terlalu dekat,” kata Nong-O.

“Namun setelah itu, kami pindah ke Evolve dan menjadi pelatih. Saya datang ke sini pada tahun 2016. Setelah satu tahun, ia tiba. Kami memiliki kesempatan untuk berbicara tentang pekerjaan kami, dan kami menghormati satu sama lain seperti saudara.”

Nong-O juga menghormati kemampuan dan IQ tanding milik Sam-A – dua faktor kunci yang akan diandalkan sang Juara Dunia hari Jumat ini.

“Sam-A adalah petarung yang bagus dan tekun. Ia memiliki disiplin dan kedewasaan. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Semua itu membawanya meraih kesuksesan dan menjadi superstar,” kata penguasa divisi bantamweight itu.

“Saya menonton laga sebelumnya antara Petchdam dan Josh Tonna, maka saya kira Sam-A dapat menang dan bahkan mencetak KO.”

Petchmorakot Petchyindee Academy

Muay Thai superstar Petchmorakot Petchyindee Academy battles Magnus Andersson in a ONE Super Series World Title fight

Jauh sebelum Petchmorakot Petchyindee Academy menjadi Juara Dunia ONE, ia adalah penggemar berat dari penguasa dominan dalam divisi strawweight itu.

Faktanya, atlet featherweight itu menjadikan Sam-A panutan saat ia bertumbuh dewasa di Ubon Ratchathani.

“Saya mengetahui tentang dirinya sejak kecil dan sebelum menjadi petarung Muay Thai,” kata Petchmorakot.

“Ia sangat terkenal dan adalah salah satu yang terbaik. Sebenarnya, semua orang dalam komunitas Muay Thai mengenalnya. Ia sangat terkenal atas tendangan kiri cepatnya, dan mereka itu cukup akurat.”

Pada akhirnya, Petchmorakot menjadi seorang petarung Muay Thai, dan pada tahun 2012, ia pindah ke ibukota Thailand dan bergabung bersama Petchyindee Academy.

Saat ia tiba di sasana terkenal itu, ia mendapatkan kesempatan berlatih di sisi Nong-O dan Sam-A – dimana keduanya sangat menyukai atlet muda berbakat ini. Kedua seniornya itu akan menjadi mentor bagi Petchmorakot, baik di dalam dan di luar ring.

Petchmorakot belajar banyak dari kedua veteran ini, namun ia membentuk sebuah hubungan khusus dengan Sam-A. Sosok ini adalah pahlawan masa kecilnya, dan seseorang yang masih ia jadikan panutan.

“Kami seperti saudara,” kata atlet featherweight berusia 26 tahun itu.

“Ia adalah pria yang memberi inspirasi bagi kami semua sebagai salah satu petarung tersukses dalam sejarah Muay Thai.”

“Saya mempelajari banyak hal dari dirinya. Ia adalah seorang pria sejati, berperilaku baik, sopan, serta berbicara dengan baik. Ia jujur dan sederhana. Itulah ia dapat menjadi idola baik di dalam ring dan di kehidupan nyata.”

Walau Sam-A semakin menua, kemampuannya pun berkembang seperti rasa anggur yang disimpan lama. Itu adalah sesuatu yang menarik perhatian Petchmorakot, dan walau sang legenda hidup ini berlatih di Evolve, Singapura, penggemar terbesarnya ini masih memberi dukungan dari jauh.

“Sejak ia mulai berlaga di ONE Championship, ia telah mengembangkan banyak dari tekniknya dengan sangat baik – mereka beralih dari tajam ke semakin tajam,” tegas Petchmorakot. 

“Ia memiliki lebih banyak trik dan semua itu lebih mendetail. Ia lebih agresif, namun tenang dan cerdas. Maka, saya kira ia akan memenangkan laga melawan Josh Tonna dan membanggakan Petchyindee.”

Baca juga: Cara Muay Thai Membawa Sam-A Gaiyanghadao Keluar Dari Kemiskinan