Fitur

Rivalitas ONE: Angela Lee Vs. Denice Zamboanga

Sebagai Juara Dunia ONE Women’s Atomweight, “Unstoppable” Angela Lee terbiasa diincar oleh para atlet lainnya, namun ia tak akan menyerahkan sabuknya tanpa sebuah pertarungan.

Sementara itu, bintang baru Denice “Lycan Queen” Zamboanga menyarankan bahwa hal terhormat yang harus dilakukan adalah melepaskan sabuk emas itu, dan ini memicu rivalitas besar antara keduanya.

Walau mereka telah dijadwalkan berlaga, pertemuan antara Lee dan Zamboanga akan memiliki bumbu-bumbu yang pedas setelah mereka bertukar serangan di luar Circle.

Berikut adalah apa yang terjadi dalam rivalitas antara Juara Dunia “Unstoppable” itu dan penantang potensialnya ini.

Siapakah Kedua Atlet Ini?

ONE Women’s Atomweight World Champion “Unstoppable” Angela Lee

Lee adalah ratu divisi atomweight bela diri campuran yang memecahkan berbagai rekor. Selain menjadi Juara Dunia Bela Diri Campuran termuda di usia 19 tahun, bintang Singapura ini memiliki kemenangan terbanyak (10) dan kemenangan terbanyak dalam perebutan gelar Juara Dunia (5) dari atlet wanita mana pun di atas panggung dunia ini.

“Unstoppable” telah membuktikan julukannya itu dalam divisi atomweight, dimana ia belum pernah terkalahkan. Kekuasaannya selama lima tahun di puncak divisi ini hanya berarti bahwa ia menjadi salah satu Juara Dunia terlama di “The Home Of Martial Arts” walau ia baru memasuki usia 24 tahun.

The Philippines' Denice Zamboanga is introduced at the Singapore Indoor Stadium

Zamboanga adalah penantang teratas yang telah melejit dalam tangga peringkat dengan pencapaian impresif, yaitu catatan rekor sempurna 3-0 di ONE, dan 8-0 secara keseluruhan di seni bela diri campuran.

Setelah kemenangan terbesarnya atas penantang gelar Juara Dunia ONE dua kali, Mei “V.V” Yamaguchi, pada Februari 2020, “The Menace” meraih kesempatan berikutnya untuk merebut sabuk emas Lee.

Kenapa Mereka Bersaing?

Lee terakhir kali mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight miliknya dalam sebuah laga ulang melawan “The Panda” Xiong Jing Nan pada Oktober 2019, dan kemenangan Zamboanga atas Yamaguchi beberapa bulan kemudian memicu Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong untuk menawarkannya kesempatan berikut demi sabuk emas itu.

Walau sang Juara Dunia dan penantangnya ini bersemangat untuk tampil, pandemi COVID-19 menunda kesempatan tersebut. Lalu, “Unstoppable” mengungkap bahwa ia mengandung anak pertamanya — yang membuatnya tak dapat berkompetisi sampai akhir 2021.

Tak ingin menunda aspirasinya selama itu, Zamboanga menyarankan bahwa Lee harus melepaskan sabuk emasnya, menambahkan bahwa itu akan menjadi “sesuatu yang terhormat.”

The Atomweight Belt is mine. I fought hard for it. I sacrificed my blood, sweat and tears for it. I waited years for…

Posted by Angela Lee on Wednesday, October 7, 2020

Namun, “Unstoppable” tak menerima itu. Perwakilan United dan Evolve MMA ini secara empatik menegaskan bahwa dirinya tak akan melepaskan sabuk yang diraih dan dipertahankannya melalui kerja keras, kecuali seseorang mampu merebut itu dari tangannya.

Sityodtong juga mendukung Lee, yang mengatakan bahwa tak akan adil jika ratu divisi ini harus melepaskan gelar Juara Dunia karena kondisinya.

Sebaliknya, ia mengumumkan rangkaian ONE Women’s Atomweight World Grand Prix, yang akan menyibukkan Zamboanga dan para penantang lainnya untuk mendapatkan seorang pemenang tak terbantahkan untuk dapat merebut gelar Lee.



Kutipan Tak Terlupakan

Zamboanga: “Saya telah membuktikan diri pada dunia. Sayalah penantang teratas. Saya meraihnya dengan mengalahkan lawan kelas dunia. Saya telah menghadapi Mei Yamaguchi, petarung yang hampir mengalahkan Angela – laga yang menurut saya Angela sangat beruntung dapat menangkan. Ia berada dalam kesulitan besar selama laga itu. Saya tak pernah mengalami kesulitan dalam pertarungan itu. Mei adalah petarung yang hebat, dan saya sangat menghormatinya. Menurut saya, ia adalah petarung yang lebih baik dari Angela.”

“[Angela] memilih untuk menjadi seorang ibu, pilihan yang bagus. Saya berbahagia untuk dirinya. Namun, ia harus melakukan sesuatu yang terhormat dan dengan sendirinya melepaskan sabuk kejuaraan itu, dan tak harus menunggu organisasi ini untuk bertanya.”

“Saya tak pernah meminta sabuk itu untuk diserahkan kepada saya. Melepaskan sabuk itu adalah bagi semua atlet atomweight yang juga telah bekerja keras demi mendapatkannya.”

Angela Lee

Lee: ”Sabuk atomweight itu milik saya. Saya berjuang keras untuk itu. Saya mengorbankan darah, keringat dan air mata untuk itu. Saya menunggu bertahun-tahun untuk kesempatan itu dan saat saya meraih gelar itu, saya tak mengizinkan siapa pun untuk mengambilnya dari saya. Jika tak ada yang merebutnya dari saya, lalu mengapa saya harus melepaskannya?”

“Banyak orang merasa memiliki hak hari-hari ini. Mereka mengira bahwa sabuk emas itu seharusnya diberikan pada mereka dengan mudah. Maaf, namun itu cara kerjanya.”

ONE Championship Chairman and CEO Chatri Sityodtong is ready to find the next great mind with The Apprentice: ONE Championship Edition.

Sityodtong: “Juara Dunia ONE Atomweight Angela Lee tak akan dilepas dari gelarnya, dan/atau diminta untuk mengosongkan [tahtanya]. ONE Championship belum pernah melepaskan siapa pun dari gelar kejuaraan dunia mereka. Adalah sebuah kesalahan untuk memgambil pencapaian terhebat seseorang yang diraih dari pengorbanan dan kerja keras seumur hidup mereka.”

Apa Yang Terjadi Berikutnya?

Angela Lee at the ONE: A NEW ERA press conference

Tanggal 16 April, Lee dan suaminya, Bruno Pucci, menyambut kehadiran bayi perempuan mereka, Ava Marie Pucci. Hanya dua bulan kemudian, warga Hawaii ini sudah kembali berlatih di sasana, walau ia memulai secara perlahan dengan pasti untuk kembali menuju Circle.

Tetap saja, “Unstoppable” tak akan terburu-buru, dimana para penantang potensial untuk dirinya akan dapat bertanding demi menghadapinya.

Sebagai salah satu penantang potensial itu, tugas pertama Zamboanga dalam Turnamen ONE Women’s Atomweight World Grand Prix adalah melawan Seo Hee Ham — seorang atlet Korea Selatan yang sangat berpengalaman dan memasuki ONE dengan enam kemenangan beruntun.

Philippine mixed martial arts Denice Zamboanga trains at the Fairtex Training Center in Pattaya

Ini akan menjadi ujian yang sangat berat, namun jika “Lycan Queen” dapat melewati rivalnya yang memiliki catatan rekor 23-8 itu, ia jelas akan menjadi favorit untuk memenangkan turnamen ini.

Masih terdapat berbagai kemungkinan pada tahapan ini, namun bahkan jika atlet Filipina ini tak akan menghadapi Lee pada tahun 2021, anda dapat bertaruh bahwa itu akan terjadi nanti, karena kemampuan dan usia dari kedua bintang seni bela diri luar biasa ini.

Dan kapan pun itu terjadi, rivalitas mereka akan menjadikan laga ini jauh lebih menyenangkan.

Baca juga: Rodtang Ingin Rebut Sabuk Emas Kickboxing Dan Masuk Ke MMA

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.