Fitur

Pertaruhan Besar Tiap Petarung Di ‘ONE On TNT I’

ONE Championship akan menjalani bulan terbesar dalam sejarah, dengan rangkaian gelaran utama “ONE on TNT” selama empat minggu berturut-turut di jam tayang utama Amerika Utara.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan memulai dengan “ONE on TNT I,” yang disiarkan langsung pada Kamis pagi, 8 April, dan tiap petarung dalam kartu pertandingan ini memiliki sesuatu yang mereka pertaruhkan.

Dari sabuk Juara Dunia, kesempatan memasuki Kejuaraan Dunia, atau mendobrak daftar peringkat dan meraih penebusan, tiap atlet akan memiliki motivasi luar biasa untuk meraih seluruh kemenangan terpenting di hadapan penonton di Amerika Utara.

Berikut adalah yang diperjuangkan oleh tiap superstar, Kamis pagi nanti.

Adriano Moraes & Demetrious Johnson

Pertaruhannya tak dapat menjadi jauh lebih tinggi bagi laga utama bersejarah ini.

Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes dianggap sebagai salah satu atlet flyweight terbaik yang berlaga di belahan dunia bagian Timur, serta yang paling dominan dalam sejarah ONE Championship.

Bintang Brasil ini memegang rekor flyweight untuk penyelesaian terbanyak, submission terbanyak, dan kemenangan perebutan gelar Juara Dunia terbanyak (6), dimana ia pun berbagi rekor dengan Gianni Subba dan penantang peringkat kedua Danny “The King” Kingad untuk kemenangan terbanyak dalam divisinya (9).

Sebuah kemenangan atas Demetrious “Mighty Mouse” Johnson – sang ‘GOAT’ dalam bela diri campuran – akan menjadikan Moraes pemegang rekor tunggal, tetapi yang terpenting, ia akan tetap menjadi Juara Dunia ONE Flyweight dan dapat masuk ke dalam pembicaraan untuk menjadi ‘GOAT’.

Tetapi, itu takkan mudah. Lagipula, ada alasan kuat mengapa Johnson adalah ‘GOAT’.

“Mighty Mouse” adalah atlet flyweight terbaik yang berlaga di belahan Barat, dimana ia 12 kali menjadi Juara Dunia Flyweight dalam organisasi terbesar di Amerika Utara – pencapaian yang hampir tak tertandingi. Ia berlanjut merasakan kesuksesan saat bergabung bersama “The Home Of Martial Arts,” mengalahkan tiga penantang kuat – termasuk Kingad – untuk memenangkan Kejuaraan ONE Flyweight World Grand Prix.

Tak hanya sabuk Juara Dunia ONE Flyweight yang akan diperebutkan, tetapi juga status “GOAT Flyweight.”

Eddie Alvarez & Iuri Lapicus

Laga pendukung utama pagi itu juga akan menjadi sangat menarik, tetapi para penggemar tak boleh berkedip karena laga ini dapat berakhir dengan cepat.

Eddie “The Underground King” Alvarez adalah ikon bela diri campuran. Pencetak KO asal Philadelphia ini memiliki catatan rekor 30-7 (1 NC) dan 15 penyelesaian ronde pertama.

Terlebih lagi, ia merebut gelar Juara Dunia Lightweight dalam dua organisasi terbesar di Amerika Utara, dan bergabung bersama ONE untuk meraih ‘trifecta’.

Tetapi, penantang peringkat kedua Iuri Lapicus juga memiliki motivasi besar untuk merebut emas.

Setelah mencetak 14 penyelesaian beruntun, termasuk sebuah kemenangan submission dalam waktu 67 detik atas mantan penguasa featherweight Marat “Cobra” Gafurov, buldoser Moldova ini maju menantang Juara Dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee. Tetapi, Lee memberinya kekalahan pertama.

Kini, Lapicus memulai perjalanan untuk kembali memasuki perebutan gelar Juara Dunia, dan sebuah kemenangan atas ikon seperti Alvarez akan dapat membawanya kembali.

Walau sang pemenang tidak otomatis mendapatkan perebutan gelar, setidaknya sebuah kemenangan meyakinkan dapat menempatkan sang pemenang semakin dekat. Dan dengan 28 penyelesaian gabungan pada ronde pertama dari keduanya, sebuah akhir yang cepat pun dapat terjadi.

Rodtang Jitmuangnon & Danial Williams

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon dianggap sebagai salah satu petarung Muay Thai paling berbahaya di dunia – dan para penggemar di Amerika Utara akan mengetahui alasannya pada Rabu malam nanti.

Atlet sensasional Thailand itu tampil sempurna di atas panggung dunia dengan sembilan kemenangan beruntun, dimana dua diantaranya diraih saat melawan mantan pemegang gelar Jonathan “The General” Haggerty.

Di “ONE on TNT I,” Rodtang mengenakan sarung tangan MMA 4 ons dan memukau penonton AS dengan gaya kerasnya di dalam ring, sementara ia berusaha menjadi petarung Muay Thai pertama yang meraih kemenangan ke-10 beruntun.

Tetapi, “Mini T” Danial Williams ingin memastikan sebaliknya.

Jika debutan ini menjadi pria pertama yang sanggup mengalahkan “The Iron Man” di ONE, ia dapat segera menjadi sangat terkenal – dan menantang Rodtang dalam laga ulang demi gelarnya.



Tyler McGuire & Raimond Magomedaliev

Atraksi puncak di kartu awal ajang ini dapat memberi penantang berikutnya untuk laga Kejuaraan Dunia ONE Welterweight.

Tyler McGuire telah menjadi kekuatan dominan sejak ia mencetak debut profesional pada tahun 2015. Pahlawan AS ini meraih 10 kemenangan beruntun dan mendobrak jalurnya menuju Luis “Sapo” Santos dalam penampilan perdananya bersama ONE, tahun 2018 lalu.

Walau ia tak sukses menjalani perebutan gelar Juara Dunia ONE Welterweight perdananya, McGuire bangkit kembali dengan mengalahkan Agilan “Alligator” Thani bulan Desember lalu, dimana ia kembali memposisikan diri sebagai calon penantang.

Berhadapan dengannya adalah atlet kuat Dagestan, Raimond Magomedaliev.

Pria Rusia yang sedang naik daun ini menjalani debut ONE yang sangat sulit, dimana ia kalah dari atlet yang saat itu tak terkalahkan, James Nakashima, dan menderita cedera dalam prosesnya. Tetapi setelah dirinya pulih, Magomedaliev kembali mendominasi dan mencetak sepasang penyelesaian ronde pertama berturut-turut.

Keduanya sedang berada di posisi atas, dan mereka tak jauh dari sebuah tantangan utama melawan sang penguasa divisi, Kiamrian “Brazen” Abbasov.

Rade Opacic & Patrick Schmid

Divisi heavyweight kickboxing dalam rangkaian ONE Super Series mulai terbentuk, dan sang pemenang dari laga kolosal ini mungkin dapat menjadi penantang dalam perebutan gelar perdana.

Sejauh ini, Rade Opacic telah memberi alasan mengapa ia layak menjadi pria itu.

Atlet Serbia ini memiliki rekor profesional 20-3 dan mencetak dua kemenangan KO impresif sejak debutnya bersama ONE Desember lalu.

Opacic akan mengincar hat-trick Rabu malam nanti, tetapi Patrick “Big Swiss” Schmid juga ingin menghentikan momentum tersebut dan mengalihkan sorotan pada dirinya.

Warga Zurich ini memasuki laga kolosal ini sebagai seorang veteran, dan jika ia mampu menggunakan pengalaman itu demi menyingkirkan lawannya yang lebih muda, ia dapat menjadi sosok pemimpin dalam divisi yang berkembang pesat ini.

Dan pada akhirnya, memasuki ring setelah menerima kabar buruk satu tahun lalu akan menjadi kemenangan tersendiri bagi “Big Swiss.”

Mehdi Barghi & Oumar Kane

Membuka kartu awal dalam gelaran ini adalah laga divisi heavyweight bela diri campuran antara dua bintang baru yang sedang bersinar – dan keduanya memiliki dasar gulat.

“Reug Reug” Oumar Kane mendominasi dalam skena gulat di Senegal dan secara brilian mengaplikasikan kemampuannya ke dalam MMA, dimana ia meraih dua kemenangan tegas – termasuk sebuah kemenangan atas atlet favorit penggemar, Alain “The Panther” Ngalani.

kemampuan grappling atlet sensasional yang viral ini akan diuji oleh Juara Gulat Gaya Bebas Iran, Mehdi Barghi, yang berlatih bersama rekan satu timnya di AAA Team, Amir Aliakbari.

Barghi menderita kekalahan besar dalam sebuah laga dimana ia unggul di awal tahun ini, maka ia akan ingin meraih penebusan dan menghentikan laju “Reug Reug.”

Baca juga: Pilihan Superstar ONE Championship: Alvarez Vs. Lapicus

Muat Lebih Banyak

Stay in the know

Take ONE Championship wherever you go! Sign up now to gain access to latest news, unlock special offers and get first access to the best seats to our live events.