‘Ketenangan, Kedamaian Dan Kebahagiaan’ – Bintang MMA John Lineker Jelaskan Kecintaannya Akan Kuda

John Lineker Kim Jae Woong ONE Fight Night 13 98

Gaya kejam milik John Lineker menjadikan dirinya salah satu seniman bela diri yang paling ditakuti di seluruh dunia, namun di luar Circle, mantan Juara Dunia ONE Bantamweight MMA ini menjadi kebalikannya.

“Hands of Stone” – yang kembali untuk melawan Stephen Loman dalam laga antara dua penantang bantamweight MMA teratas di ONE Fight Night 14: Stamp vs. Ham – adalah penyayang binatang yang penuh kasih dengan kegemaran pada satu jenis tersendiri.

Sementara pekerjaan hariannya memaksa pria ini untuk bersiap memasuki pertarungan panas pada jam tayang utama A.S., Jumat, 29 September nanti, atau Sabtu pagi, 30 September waktu Asia, Lineker sangat senang menghabiskan waktu bersama kuda-kudanya saat ia tak berada di sasana.

Kegemaran ini memang sudah lama dimiliki pria berusia 33 tahun ini, yang mengungkap bahwa ia selalu merasa memiliki ikatan khusus dengan mereka – sesuatu yang tak pernah pudar.

Lineker menjelaskan:

“Saya menyukai kuda sejak berusia 8 tahun. Di usia itu, saya mulai jatuh cinta, tak hanya pada kuda, tapi pada binatang. Saya hanya merasa terkoneksi dengan mereka. Tetapi, kuda adalah hewan tulus yang memberi saya banyak ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan.”

Tak cukup bagi Lineker muda untuk berada di sekitar kuda-kuda; ia ingin menjadi satu dengan mereka.

Memiliki kepribadian yang menyukai petualangan dan mengambil risiko, “Hands of Stone” segera belajar untuk mengendarai kuda – dan ia selalu ingin berada di atas hewan terbesar dan terkuat itu.

Walau ia tak mendapatkan kesenangan yang sama dari berbagai kuda balap yang ia miliki saat ini, kesenangan saat menyaksikan mereka beraksi nampaknya juga sama menegangkan.

Perwakilan American Top Team ini berkata:

“Saya belajar mengendarai kuda saat masih berusia 8 tahun. Saya adalah anak yang sangat aktif, dan saya sangat menyukai petualangan. Dan, saya kira itulah mengapa saya belajar mengendarai dengan cepat. Saya selalu ingin mengungguli diri sendiri, dan selalu suka menaiki kuda yang paling berani.”

“Saat ini, saya tak terlalu banyak berkendara. Terkadang saya naik kuda, tapi kuda-kuda saya sekarang itu adalah kuda balap. Saya suka melihat kuda-kuda saya berlari, tapi para joki itu mengendarai mereka untuk berlatih dan berkompetisi.”

“Saat melihat kuda-kuda saya berlari, itu adalah ledakan adrenalin yang tak dapat saya jelaskan. Saat mereka berlari, saya bahkan lebih gugup daripada saat bertarung. Itu tak bisa dijelaskan!”

Lineker Sebut Kuda Miliknya Ringankan Tekanan Di Pemusatan Latihan

Bagi orang luar, hubungan antara memiliki kuda dan menjadi pencetak KO kelas dunia memang mungkin tak dapat terlihat secara langsung. Tetapi, John Lineker mendapatkan banyak hal dari hewan peliharaan ini, terutama saat menjalani pemusatan latihan.

Itu bukanlah sesuatu hal yang terlihat secara fisik, tetapi itu sangat nyata. Setelah mendesak pikiran dan tubuhnya mencapai batasan dalam persiapan laga, “Hands of Stone” merasa tersegarkan secara mental dengan menghabiskan waktu bersama hewan favoritnya ini.

Pria Brasil itu berkata:

“Saat saya ada di pemusatan latihan, saya mencoba lebih banyak lagi ada bersama mereka, karena itu memberi saya kedamaian luar biasa di pikiran saya. Kesenangan untuk berada di sana bersama kuda-kuda saya itu terbayar, dan itu menghilangkan seluruh tekanan laga.”

“Saya suka bersama dengan hewan-hewan.”

Seperti pemiliknya, kuda balap Lineker itu juga meraih berbagai kemenangan besar dalam kompetisi.

Dan, saat “Hands of Stone” selesai berkompetisi dalam seni bela diri campuran, itu dapat menjadi tempatnya mengeluarkan energi lebih besar, karena kecintaannya akan kuda ini nampak berkembang setiap tahunnya.

Ia menambahkan:

“Seiring dengan waktu, gairah saya tentang hewan hanya bertambah. Itu adalah kesenangan besar bagi saya.”

“Bahkan saat saya melawan Kim Jae Woong, kuda balap saya juga berkompetisi dalam turnamen di dekat kota saya, di Curitiba.”

“Ia berlari pada hari Sabtu, masuk ke final, dan di hari Minggu, kami menjadi juara turnamen itu. Perayaannya sangat besar!”

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled