Fitur

Jelang Laga Terbesarnya, Yodsanklai Masih Memiliki Penggemar Terberat

Hari Jumat ini, tanggal 31 Juli, “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex akan mencoba merebut gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy dalam ajang ONE: NO SURRENDER.

Dan saat ia memasuki Circle di Bangkok, Thailand, Yodsanklai akan sekali lagi mendapatkan dukungan besar dari wanita yang telah berada dalam kehidupannya sejak awal.

“Saya teringat masih berusia 5 atau 6 tahun. Ibu saya membawa saya ke ladang sementara dirinya memangkas tebu,” jelasnya. “Ada beberapa anjing yang mengejar saya, dan ibu saya mengusir mereka pergi.”

Yodsanklai pastinya mempelajari disiplin keras dari ibunya, namun ia juga diajarkan berbagai pelajaran berharga terkait pentingnya berada di sana bagi mereka yang membutuhkan anda.

“Ibu saya mengajarkan bahwa keluarga adalah segalanya – bahwa anda selalu dapat mengandalkan keluarga anda,” sebut atlet berusia 35 tahun ini.

“The Boxing Computer,” yang baru saja menikah, akan membawa saran ibunya saat ia mulai membangun keluarga kecilnya. Namun karena kariernya yang sukses, ia tidak harus khawatir akan menjalani waktu-waktu sulit seperti yang dialami ibundanya itu.

Sementara sang ibunda membesarkan Yodsanklai di provinsi Nong Bua Lamphu, wanita dalam hidup perwakilan Fairtex ini seringkali meminta tolong kepada saudara-saudaranya untuk menjaga anaknya saat ia bekerja di ladang demi mendapatkan penghasilan – dimana sang superstar ini mengetahui bahwa hal itu jelas menghancurkan hati ibunya.

“Untuk mendapatkan penghasilan, ibu saya harus meninggalkan saya dengan bibi saya saat masih sangat kecil. Saya mengetahui bahwa itu sangat sulit bagi dirinya,” katanya.

View this post on Instagram

Happy time in China???? #familytime

A post shared by Yodsanklai (@yodsanklai1) on

Bahkan dari jarak jauh, wanita yang tak kenal lelah memanen tebu untuk memberi makan keluarganya itu mengingatkan Yodsanklai bahwa bakatnya dalam “seni delapan tungkai” dapat meringankan beban keluarganya satu hari nanti.

“Saat saya masih muda, ia akan memanggil saya dan mengatakan agar saya terfokus pada latihan saya. Ia mengatakan pada saya untuk melakukan itu bagi keluarga, karena kami sangat miskin,” lanjutnya.

“Ibu saya adalah seseorang yang mendorong saya, maka saya sangat terfokus dan berdeterminasi dengan Muay Thai.”

Motivasi itu berhasil. “The Boxing Computer” menjadi seorang Juara Dunia Lumpinee Stadium Flyweight dan Welterweight – dimana dua ini hanya bagian dari selusin lebih gelar yang ia raih sepanjang kariernya.



Namun, saat paling membanggakan bagi Yodsanklai terjadi setelah ia mengalahkan John Wayne Parr dalam rangkaian The Contender Asia Finale pada bulan April 2008. Dengan memenangkan turnamen Muay Thai dengan 16 peserta ini di serial televisi realitas terkenal itu, ia menerima hadiah 150.000 dolar Amerika Serikat sebagai sang juara.

Saat ia mendapatkan hadiah uang tersebut, pahlawan Thailand ini segera mengumumkan bahwa ia akan membangun sebuah rumah bagi ibunya di kota kelahirannya.

“Saya sangat bangga dapat membangun rumah bagi ibu saya. Itu cukup lama menjadi tujuan saya, dan itu adalah rencananya saat memasuki The Contender Asia.”

“Saya berbagi pada ibu saya setiap bulannya. Saya membelikannya mobil, membawanya berlibur dan menghabiskan banyak waktu saya bersamanya.”

Yodsanklai's prize winnings all went to his biggest fan ⤵️

Yodsanklai's prize winnings all went to his biggest fan ⤵️Kuala Lumpur | 7 December | 6:30PM | LIVE and FREE on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onedestiny18

Posted by ONE Championship on Tuesday, November 27, 2018

Sebagai tambahan, kapanpun legenda Thailand itu memiliki jadwal berlaga, baik di kota kelahirannya atau di luar negeri, ibunya selalu berada di sisinya untuk memberikan dukungan.

“Kapanpun saya bertanding, sosok yang paling bersemangat adalah ibu saya. Ialah yang paling berbahagia tiap kali saya menang. Ia menonton dan mendukung saya dalam tiap laga,” kata Yodsanklai.

“Saat saya pergi berlaga, seperti di Lumpinee, ia selalu ada di sana bersama saya. [Ia selalu datang] ke hampir semua laga, sebenarnya. Ia bahkan juga datang ke beberapa laga di luar negeri.”

Faktanya, ibunya akhirnya menjadi ikon, karena beberapa penggemar Muay Thai hanya dapat menggambarkan mereka berdua bersama.

“Ia selalu ada di sana sampai para penggemar mengenalnya dan mengatakan jika ia tidak ada di sana, mereka tidak yakin bahwa saya adalah Yodsanklai sebenarnya,” tambahnya.

Tidak seperti mereka yang skeptik, “The Boxing Computer” benar-benar mengetahui siapa dirinya, dan itu semua karena kasih sayang, dukungan dan saran yang diterimanya dari wanita yang bertanggung jawab membentuk salah satu petarung terbaik di muka bumi ini.

“Saat saya terganggu dengan sesuatu atau memikirkan apapun, ia adalah seseorang yang membantu saya menyelesaikan segala sesuatunya,” katanya.

“Ia adalah penasehat saya yang selalu mendengarkan dan menemukan cara untuk memecahkan masalah bagi saya. Ia adalah wanita kepercayaan paling besar [bagi saya]. Ia adalah penasehat terbaik saya. Alasan mengapa saya berada di sini saat ini adalah karena ibu saya.”

Yodsanklai akan mencoba membanggakan ibunya sekali lagi saat ia menantang gelar Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai pada hari Jumat ini.

Baca juga: Yodsanklai Melihat Kembali Awal Perjalanannya Dalam Muay Thai