Friday Flashback: KO Luar Biasa Bibiano Fernandes Di Myanmar

Bibiano Fernandes Berlaga Di ONE Circle

Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes mendapatkan penghormatan besar atas sabuk hitam dan kemampuan Brazilian Jiu-Jitsu miliknya selama bertahun-tahun.

Namun, saat ia mempertahankan sabuk emasnya melawan Toni “Dynamite” Tauru di ajang ONE: KINGDOM OF WARRIORS, ia menunjukkan kekuatan luar biasa yang dimiliki kedua tangannya.

Fernandes, pemegang gelar paling dominan dalam sejarah ONE Championship, mencetak salah satu penyelesaian luar biasa dalam karier bela diri campurannya malam itu, di bulan Juli 2015.

Here comes the BOOM! 💥 Macao | 5 August | TV: Check local listings for global broadcast | PPV: Official livestream at oneppv.com | Tickets: http://bit.ly/oneconquerors17 | Prelims LIVE on Facebook

Posted by ONE Championship on Sunday, July 30, 2017

Atlet Brasil ini menaklukkan bintang asal Finlandia lawannya dengan sebuah pukulan kanan yang mematikan dalam malam bersejarah bagi organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Fernandes melihat kembali malam itu dengan penuh kebanggaan, saat ia menjadi penampil utama dalam ajang perdana di Thuwunna Indoor Stadium, Yangon, Myanmar.

“Saya teringat melawan Toni Tauru – itu adalah gelaran pertama dalam sejarah Myanmar. Saya teringat latihan dan persiapan berat untuk malam itu, dan saya merasa sangat baik hari itu,” sebut atlet berusia 39 tahun ini.

“Para penggemar bersorak sangat keras dan sangat luar biasa. Itu sangat menegangkan. Adalah pengalaman yang sangat baik berlaga di Myanmar. Saya selalu ingin menampilkan yang terbaik tiap kali berlaga. Itu adalah cara saya melakukannya, dan itulah cara saya bertarung.”



Tauru sebenarnya sempat menyulitkan sang Juara Dunia ONE Bantamweight itu dengan kemampuan guard yang rumit dan pertahanan bawah yang hampir tak memiliki celah pada dua stanza pembuka, tetapi Fernandes mulai merasa ia memiliki keunggulan saat laga ini berlanjut.

“Ketika saat berlaga tiba, saya sangat sulit menyesuaikan diri. Ia sangat besar dan tinggi, dan ia mencoba melakukan scramble saat saya bergulat dengannya, maka saya mengincar tubuhnya,” kata sang legenda ini.

“Pada ronde pertama, saya yakin saya telah mendorongnya dan mencoba menyarangkan takedown. Ia bertahan atas percobaan takedown saya dan saat kami berdiri kembali, ia mengincar kaki saya.”

“Saya melakukan scramble dan mulai merasakan tenaga saya dalam grappling. Saat saya berdiri, saya menyerang tubuhnya dengan lutut. Saya merasa itu menyakitinya, maka saya tetap menekan.”

Fernandes mulai melihat celah dalam pertahanan Tauru, dan segera, ia meningkatkan intensitas serangannya.

Atlet Brasil ini menemukan sasaran dalam strikingnya hanya dalam beberapa detik memasuki ronde ketiga. Ia merasakan sebuah penyelesaian yang sudah dekat, lalu mengejar rivalnya.

“Saya menyerangnya dengan serangan lutut ke arah tubuh dan saya merasa menyakitinya. Setelah itu, saya mulai kembali menyerang tubuhnya, didahului dengan sebuah uppercut, lalu dengan tangan kanan,” jelas atlet Brasil ini.

“Ia bergerak ke arah tangan kanan dengan penempatan waktu yang sempurna. Saat ia bergerak ke arah itu, saya menyambungkan [pukulan] dan ia terjatuh.”

Aksi ini resmi berakhir pada menit ke 1:02 ronde ketiga, yang memberi sang Juara Dunia sebuah kemenangan KO pertamanya dalam ONE Championship.

Bibiano Fernandes celebrates his defeat of Kevin Belingon at ONE: CENTURY

Kebanyakan atlet akan merasa sangat gembira dengan penyelesaian meyakinkan seperti itu, dan walau “The Flash” sempat senang dengan sebuah pertahanan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight lain yang sukses, kemenangan KO itu tidak menjadi yang teratas dalam agendanya.

Dengan lima gelar Kejuaraan Dunia BJJ dalam catatannya dan beberapa dekade yang sukses dalam disiplin grappling, ia mengakui bahwa preferensinya adalah untuk mengakhiri laga di ground.

“Saya merasa baik setelah itu – bukan karena saya mencetak KO atas dirinya, namun karena saya menang. Saya tidak suka menjatuhkan orang. Saya lebih suka menyelesaikan mereka [melalui submission], namun hari itu adalah momen yang tepat,” katanya.

“Satu hal tentang bertarung, bagi saya, adalah bahwa saya selalu yakin. Saya tidak mempertanyakan diri saya, kapan pun. Tidak masalah siapa lawannya, saya akan menunggunya.”

“Dengan Toni Tauru, saya menyesuaikan diri di sana. Ia mencoba scramble dengan saya, maka saya mulai melakukan scramble, dan memukulnya, menendangnya dan menyerangnya dengan lutut. Momen itu terbuka bagi saya dan saya mengambilnya. Itu adalah KO indah untuk mengakhiri malam itu.”

Baca juga: Kevin Belingon Sebutkan Tanggal Dan Lawan Yang Ia Inginkan Berikutnya

Selengkapnya di Bela Diri Campuran

Elbek Alyshov celebrates after capturing the ONE Bantamweight MMA World Championship at The Inner Circle 24.
MMA stars Enkh-Orgil Baatarkhuu and Elbek Alyshov face off ahead of The Inner Circle 24
Enkh Orgil Baatarkhuu (L) faces off with Elbek Alyshov (R) before The Inner Circle 24
Enkh Orgil
Johan Ghazali and Ramadan Ondash had to be separated ahead of The Inner Circle 24
Sam-A Gaiyanghadao faces off with Aliff Sor Dechapan ahead of The Inner Circle 23
Muay Thai fighter Luke Lessei kicks Mohamed Younes Rabah
Jonathan Di Bella and Zhang Peimian face off ahead of their ONE Strawweight Kickboxing World Title rematch
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Petsiam Jor Patreeyakelasiamsurin punches Ryuki Matsuda at ONE Friday Fights 130
Joshua Pacio celebrates his ONE World Title victory over Mansur Malachiev at The Inner Circle 21
Shozo Isojima punches Eduard Folayang at The Inner Circle 21