Fitur

Christian Lee Bedah Penantang Potensial Setelah Rebut Kembali Sabuk Emas Lightweight

Ok Rae Yoon Christian Lee ONE160 1920X1280 83 1200x800

Christian Lee merebut kembali gelar Juara Dunia ONE Lightweight lewat kemenangan spektakuler dalam laga ulangnya melawan Ok Rae Yoon.

Kini, ia memantau divisi ini untuk mencari lawan potensial berikutnya.

“The Warrior” mencetak KO ronde kedua dalam laga utama ONE 160 pada 26 Agustus lalu, dan setelah merebut sabuk emas itu, takkan lama sebelum seorang penantang baru muncul.

Tentu saja terdapat beberapa pertarungan krusial dalam divisi lightweight MMA yang akan terjadi selama beberapa bulan ke depan, serta bintang-bintang veteran yang mengincar sabuk emas itu.

Berikut, Lee berbagi pemikirannya tentang kondisi terkini divisi tersebut, serta siapa yang ingin ia lawan dalam waktu dekat ini.

Saygid Izagakhmaev

Penantang peringkat kelima lightweight Saygid Izagakhmaev akan kembali melawan Zhang Lipeng di ajang ONE 161 pada Kamis, 29 September, dan Lee meyakini sebuah kemenangan dominan lainnya dapat mendorongnya memasuki jajaran elite divisi ini.

Namun, “The Warrior” masih tak merasa bahwa kemenangan atas bintang Tiongkok itu akan cukup untuk mengamankan sebuah laga Kejuaraan Dunia.

Ia melihat bahwa atlet fenomenal Rusia dengan catatan rekor MMA 20-2 itu harus mengatasi salah satu penantang teratas untuk memisahkan dirinya dari para petarung lain sebagai penantang berikutnya.

Atlet keturunan Singapura-Amerika ini berkata:

“Saya kira Saygid akan memenangkan laga itu. Lipeng, ia adalah veteran dalam olahraga ini, tetapi saya kira Saygid membawa kemampuan spesial ke divisi ini.”

“Menurut saya, akan dibutuhkan seseorang yang sangat spesial untuk menghentikan lajunya, dan saya melihat dirinya segera menanjak ke arah perebutan gelar.”

“Saygid baru sekali bertarung di ONE Championship (dengan submission atas James Nakashima).”

“Walau ia memiliki catatan rekor yang bagus di luar ONE, ini akan menjadi satu laga lainnya melawan seseorang di luar peringkat [teratas], dan saya merasa daftar peringkat itu ada untuk alasan tertentu. Itu benar-benar menunjukkan siapa petarung lima besar dalam divisi ini.”

“Maka, saya kira ada kesempatan yang bagus bahwa ia akan memenangkan laga itu, dan saya ingin melihatnya melawan siapa pun di peringkat lima besar, yang jelas akan memberinya kesempatan merebut gelar itu.”

Dagi Arslanaliev

“The Warrior” bertemu dengan penantang #2 Dagi Arslanaliev dalam Final Kejuaraan ONE Lightweight World Grand Prix pada 2019 lalu, dimana ia mengalahkan petarung sensasional Turki itu melalui keputusan mutlak, atau unanimous decision.

Arslanaliev juga seorang mantan penguasa divisi, dan ia menjadi satu-satunya lawan yang tak dapat dihentikan oleh Lee dalam sejarah.

Dengan itu, petarung Singapura-Amerika ini akan berdeterminasi mencetak penyelesaian jika keduanya kembali berhadapan.

Lee berkata:

“Dagi adalah kompetitor yang sangat kuat. Ia seorang pencetak penyelesaian seperti saya. Tetapi, memasuki [Final Kejuaraan Grand Prix itu] di Tokyo, saya mengambil laga ini dengan pemberitahuan kurang dari sepuluh hari.”

“Saya pada dasarnya menandatangani kontrak itu dan langsung terbang untuk menjalani laga tanpa latihan terlalu banyak.”

“Jika saya mendapatkan pemusatan latihan penuh, saya jelas dapat menghentikannya malam itu. Dan, jika kita bisa bertarung lagi, saya merasa akan menghentikannya. Ia adalah petarung berbahaya dan berbakat lainnya. Tetapi, mungkin sebuah laga lain bagi dirinya akan memberi perebutan gelar juga.”

“Ia hanya memiliki satu laga sebelum ini – kemenangan impresif atas Timofey [Nastyhukin] – tetapi ia tak terlalu aktif. Mungkin jika anda menempatkan [dirinya melawan Izagakhmaev], maka pemenang laga itu akan siap untuk perebutan gelar.”

Timofey Nastyukhin

Pemukul keras asal Rusia Timofey Nastyukhin menjadi penantang kuat yang bertahan di jajaran puncak divisi lightweight MMA – bahkan menantang sabuk emas milik Lee pada April 2021 – namun kini ia sedang mengalami dua kekalahan beruntun.

Tetap saja, jika dirinya dapat bangkit kembali saat melawan pendatang baru tak terkalahkan Halil Amir di ONE Fight Night 2 pada Sabtu, 1 Oktober nanti, ia akan segera kembali memasuki pembicaraan itu.

Dan, di sisinya, “The Warrior” berharap rivalnya ini dapat menyelesaikan tugasnya.

Lee menjelaskan:

“Sebelum Timofey dan saya bertarung, ia adalah pria berikutnya dalam daftar. Menurut saya, ia adalah penantang teratas pada saat itu setelah meraih rangkaian kemenangan, maka saya kira ia jelas masih ada di antara para petarung lightweight terbaik dalam divisi ini.”

“Saya kira jika Timofey membawa permainan terbaiknya (atau A-game miliknya), jika ia sangat terfokus, ia akan mendapatkan laga yang bagus. Saya kira ia akan memenangkan yang satu itu.”

Eddie Alvarez

Eddie Alvarez memasuki ONE Championship sebagai salah satu bintang lightweight MMA paling dihormati sepanjang masa, namun ia harus berjuang keras meraih momentum di organisasi ini.

Tetap saja, karena pencapaiannya sejauh ini – termasuk empat gelar Juara Dunia – Alvarez akan menjadi lawan yang menarik bagi Lee jika dirinya dapat memasuki jajaran peringkat teratas divisinya.

“The Warrior” berkata:

“[Alvarez adalah] veteran dari olahraga ini. Ia merebut banyak gelar dalam organisasi lainnya. Ia telah melakukan banyak hal bagi olahraga ini. Maka, saya jelas ingin membuat pertarungan itu terjadi. Tetapi, seperti yang saya katakan, saya sangat mempercayai sistem peringkat ini.”

“Saya sangat ingin melihat dirinya berusaha naik ke lima besar dan membuat laga itu terjadi dengan segera.”

“Saya tak yakin siapa yang akan dilawannya berikut ini. Tetapi, semoga kita melihat dirinya di dalam sana lain kali, itu akan membawa dirinya masuk untuk mendapatkan kesempatan itu.”

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.