Fitur

7 Submission Terbaik Dari Bintang ONE: MASTERS OF FATE

31 Okt 2019

ONE Championship telah mempersiapkan ajang terakhir di Manila untuk tahun 2019 dengan beberapa atlet yang memiliki kemampuan submission luar biasa.

Banyak dari pejuang yang tampil dalam gelaran ONE: MASTERS OF FATE memulai karir mereka sebagai striker, namun mereka telah berevolusi dan bertumbuh sebagai kompetitor kuat di atas panggung dunia, dimana mereka kini ditakuti di atas kanvas sama seperti mereka disegani di permainan atas mereka.

Sebelum para atlet ini memasuki Circle di Filipina pada hari Jumat, 8 November, simak beberapa penyelesaian terbaik dari mereka jika laga ini beralih ke permainan bawah di Mall Of Asia Arena.

#1 Sajian Perdana Teknik ‘Passion Lock’

Pahlawan Filipina Joshua “The Passion” Pacio menampilkan kuncian “Passion Lock” ciri khasnya untuk pertama kali saat ia mengejutkan Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit di ajang ONE: REIGN OF KINGS tahun lalu.

Pertahanan Pongsiri sebenarnya sangat tepat ketika perwakilan Team Lakay ini mengambil punggungnya dan mengincar kuncian rear-naked choke, namun Joshua memiliki trik yang lain.

Ia menggunakan tangan kirinya untuk menjebak tangan kiri “The Smiling Assassin,” menempatkan sebuah genggaman two-on-one, serta menggunakan kekuatan tambahan tersebut untuk memaksa lengan Pongsiri ke belakang punggung. Dari situ, ia mengungkit lengan itu ke arah kepala untuk mencetak sebuah kuncian pundak yang unik dan sebuah kemenangan luar biasa. 

#2 Rene Catalan Ungkit Lengan Lawan

Walau ia memulai perjalanan bela diri dalam seni serangan atas, atau stand-up, Rene “The Challenger” Catalan telah menjadi sebuah kekuatan yang ditakuti di permainan bawah, dan ia menunjukkan hal ini saat mencetak submission atas Adrian “Papua Badboy” Mattheis di ajang ONE: QUEST FOR POWER.

Juara Dunia Wushu ini menyeret pesaingnya asal Indonesia ini ke bawah pada ronde kedua, serta mencetak serangan dari posisi side control sebelum melihat kesempatan menyelesaikan laga. 

Ia beralih ke posisi north-south dan merenggut tangan kanan Adrian, sebelum ia berputar dengan cepat dan mengisolasi bagian tubuh lawannya itu di antara kakinya. Ia menyelipkan lengan “Papua Badboy” itu masuk ke dalam ketiaknya dan menggerakkan pinggulnya untuk meraih penyelesaian.

Atlet veteran Filipina ini akan menantang Joshua Pacio demi gelar Juara Dunia ONE Strawweight di Manila.

#3 Toni Tauru Akhiri Perlawanan Geje Eustaquio

Toni “Dynamite” Tauru adalah seorang spesialis grappling, oleh karena itu ia tidak membuang waktu untuk menyeret Geje “Gravity” Eustaquio ke atas kanvas dalam ajang ONE: AGE OF DOMINATION dengan sebuah single-leg takedown.

Saat berada di bawah, ia mengendalikan perwakilan Team Lakay ini dengan mudah dengan body triangle dan menyerang lehernya. Dengan 90 detik tersisa dalam ronde tersebut, atlet asal Finlandia ini menjebak tangan kanan lawannya dengan kakinya, yang memberikan kesempatan untuk mencetak kuncian rear-naked choke tanpa perlawanan berarti.

“Dynamite” berharap dapat mengulangi hasil ini saat para keduanya berlaga ulang di depan para pendukung “Gravity” di ONE: MASTERS OF FATE.

#4 Stamp Tampilkan Ground Game Miliknya

Stamp Fairtex memberikan penampilan luar biasa dalam debut bela diri campurannya di atas panggung dunia dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD, saat Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai dan Kickboxing ini menunjukkan bahwa ia lebih dari seorang striker.

Setelah dominasi dalam dua ronde, bintang Thailand ini merunutkan penyelesaiannya dengan membawa Asha “Knockout Queen” Roka ke atas kanvas pada awal ronde ketiga, dimana ia langsung bergerak menuju posisi mount dan menyerang dengan sikutan keras.

Asha bereaksi dengan menyerahkan punggungnya, dimana Stamp berusaha melemahkannya dengan pukulan sebelum ia menyelipkan tangan kirinya di bawah leher “Knockout Queen” untuk memberikan tekanan demi sebuah submission.

Perwakilan sasana Fairtex ini akan tampil dalam laga bela diri campuran ketiganya melawan Bi “Killer Bee” Nguyen di Mall Of Asia Arena.

#5 Li Kai Wen Dengan Guillotine Cepat

Sebuah striker kuat lainnya mampu menampilkan kemampuan grappling-nya dalam ajang ONE: QUEST FOR GOLD, yaitu “The Underdog” Li Kai Wen yang mengalahkan Roel “Akiyama” Rosauro dengan sebuah submission dalam waktu 43 detik.

Atlet asal Tiongkok ini menyarangkan pukulan kuat dalam pertukaran awal, yang memaksa Roel untuk segera mengincar takedown, namun Kai Wen sontak melakukan sprawl keras untuk melawan takedown yang lemah itu, serta masuk ke dalam posisi clinch dengan kuncian guillotine keras. Ia menggerakkan pinggulnya ke depan dan menarik dengan tangannya untuk mengamankan submission beberapa saat kemudian.

“The Underdog” akan menghadapi ujian berat melawan atlet Indonesia Paul “The Great King” Lumihi dalam laga berikutnya.

#6 Yoshitaka Naito Lebih Cerdik Dari Lawannya

Mantan Juara Dunia ONE Strawweight Yoshitaka “Nobita” Naito mempertahankan sabuknya untuk pertama kali dengan menampilkan kemampuan grappling luar biasa saat ia bertemu Joshua Pacio dalam gelaran ONE: STATE OF WARRIORS.

Terobosan besar bagi atlet Jepang ini datang pada ronde ketiga saat ia memaksa Joshua ke pagar Circle dengan sebuah percobaan single-leg takedown, sebelum ia memutar ke arah punggung atlet muda Filipina ini.

Sebelum “The Passion” mampu menyesuaikan diri, “Nobita” telah mengamankan sebuah kuncian rear-naked choke yang sangat cepat dan mengakhiri kontes ini.

Yoshitaka akan berhadapan dengan striker Thailand Pongsiri Mitsatit pada hari Jumat, 8 November.

#7 “The Ilonggo” Samai Prestasi Kakaknya

Robin “The Ilonggo” Catalan mengikuti jejak kakaknya dengan sebuah kemenangan impresif melawan Adrian Mattheis dalam ajang ONE: BATTLE FOR THE HEAVENS, namun usahanya ini mungkin dapat menjadi lebih baik.

Atlet berusia 29 tahun asal Manila itu memulai dengan pukulan dan serangan siku saat ia berada dalam pertahanan lawan, namun mampu mendapatkan kesempatan untuk melakukan kuncian kaki dan mengejutkan pria asal Indonesia itu.

Saat “Papua Badboy” mencoba mencari jarak dengan lutut kirinya, Robin menyilangkan kaki kanannya ke atas pinggul untuk mengisolasi bagian tubuh lawannya itu, serta memutar tumitnya untuk mencetak penyelesaian.

“The Ilonggo” akan bertemu dengan pegulat asal Kuba Gustavo “El Gladiador” Balart dalam laga divisi strawweight yang epik di ajang ONE: MASTERS OF FATE.

Baca Juga: 5 Penampilan Terbaik Dari Atlet Yang Berlaga Di ONE: MASTERS OF FATE

Manila | 8 November | MASTERS OF FATE | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onefate19