5 Pelajaran Terbesar Dari ONE Fight Night 6

Superbon Singha Mawynn Chingiz Allazov ONE Fight Night 6 1920X1280 61

ONE Fight Night 6: Superbon vs. Allazov memulai tahun 2023 bagi ONE Championship dengan aksi yang sarat dengan pertaruhan besar dari Impact Arena, Bangkok, Thailand, pada 14 Januari.

Ada tiga Kejuaraan Dunia yang memuncaki gelaran dengan delapan laga ini, dimana dua Juara Dunia baru dinobatkan. Emosi menjadi tajuk utama pada saat itu, dan para atlet memberi kemampuan terbaik mereka untuk menyajikan momen tak terlupakan bagi penggemar di seluruh dunia.

Saat seluruh kegemparan yang menentukan alur untuk tahun ini telah usai, mari kita lihat lima pelajaran terbesar dari ONE Fight Night 6.

Allazov Rebut Status Pound-For-Pound Dengan Cara Luar Biasa

Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Kickboxing bukanlah satu-satunya trofi yang dipertaruhkan oleh Superbon Singha Mawynn saat melawan Chingiz Allazov. Superstar Thailand ini juga mempertaruhkan status atlet pound-for-pound kickboxing terbaik – dan “Chinga” merebut keduanya.

Pria berusia 29 tahun itu membawa aksi ke arah Superbon sejak awal. Tekanannya membuat pria Thai itu kehilangan keseimbangan dan tak mampu memasuki ritmenya. Sebuah pukulan ala Superman pada ronde kedua menjatuhkan rivalnya, lalu pukulan kanannya memberi knockdown pertama.

Walau Superbon mampu kembali berdiri, knockdown dan delapan hitungan yang kedua pun terjadi. Lalu, merasakan kemenangan itu sudah sangat dekat, Allazov langsung menerjang kembali.

Di Dinding Circle, “Chinga” menyarangkan pukulan kanan kerasnya ke arah Superbon, yang berbuah KO dan bonus penampilan senilai US$50.000 dari Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong.

Empat kemenangan beruntun Allazov yang tak masuk akal itu membuatnya mengalahkan berbagai nama besar dalam sejarah divisi ini, termasuk tiga melalui KO mencengangkan dengan catatan rekor 60-5-1, serta menyandingkan sabuk emas di sisi sabuk perak ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Sebagai penguasa baru dari divisi terpadat dalam seluruh olahraga tarung, “Chinga” jelas akan menjadi target utama. Tetapi ini tak berarti bahwa ia akan berhenti berburu.

Setelah kemenangannya, Allazov menantang Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing dan Muay Thai Regian Eersel, yang dapat tercatat sebagai aksi terbesar untuk 2023 jika itu terjadi.

Rodtang Dan Superlek Menuju Supremasi Flyweight

Sepasang superstar flyweight asal Thailand, Superlek Kiatmoo9 dan Rodtang Jitmuangnon, memang berada dalam jalur tabrakan sejak bergabung bersama organisasi ini, dan setelah ONE Fight Night 6, sangat mungkin bahwa keduanya akan beradu pada 2023, dan mungkin lebih dari satu kali.

Superlek merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing yang tak bertuan pada akhir minggu lalu dengan kemenangan mutlak yang sulit diraih atas Daniel Puertas.

Sebelumnya, Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang memenangkan laga kickboxing melawan Jiduo Yibu dan mengungkap keinginannya mendominasi dua disiplin itu setelah laga.

Baik jika itu di bawah peraturan kickboxing, Muay Thai, atau bahkan keduanya, 2023 jelas akan menjadi tahun dimana para penggemar akhirnya dapat melihat sepasang striker yang paling mencengangkan itu beradu di dalam Circle.

Tak adal jalan lain. Rodtang vs. Superlek akan menjadi salah satu laga yang paling ditunggu pada tahun ini, dalam disiplin bela diri apa pun.

Musumeci Lanjutkan Dominasinya

Juara Dunia ONE Flyweight Submission Grappling Mikey Musumeci melanjutkan rangkaian aksi grappling luar biasa di atas panggung dunia melalui kemenangan mutlak atas Gantumur Bayanduuren.

Walau ia tak meraih submission yang diharapkannya, “Darth Rigatoni” secara konstan menyerang dan mencetak berbagai tangkapan atau kuncian sepanjang 10 menit laga mereka.

Salah satu tangkapan terbaiknya adalah saat ia mengamankan modified heel hook, yang juga dikenal sebagai “Mikey Lock.” Namun, Bayanduuren berusaha terus bertahan dan tidak tap out.

Juara Dunia IBJJF lima kali ini tetap dapat menciptakan sesuatu yang baru dan meningkatkan berbagai hal dalam submission grappling. Faktanya, belum ada yang dapat mengancam petarung berusia 26 tahun ini dalam ketiga laganya di ONE.

Membawa momentum yang sangat luar biasa ke tahun yang baru, pertanyaan terkait siapa berikutnya yang dapat menantang pria kelahiran New Jersey ini memang layak untuk dikemukakan.

Saat para penantang baru muncul dengan harapan melengserkan “Darth Rigatoni,” Musumeci akan ada untuk memastikan mereka tercekik oleh aspirasi mereka sendiri.

Aung La N Sang Balas Sambutan Pahlawan Dengan TKO

Pondasi dari stadion Impact Arena teruji saat sorakan penonton bergemuruh untuk menyambut kedatangan Aung La “The Burmese Python” N Sang di dalam Circle. Banyak penggemar dari Myanmar bahkan rela terbang untuk mendukung pahlawan mereka, dan kehadiran mereka itu pun sangat terasa.

Perwakilan Kill Cliff FC ini segera beraksi cepat atas Gilberto Gilvao dalam laga catchweight bela diri campuran 215 pound mereka.

“The Burmese Python” menghajar rivalnya asal Brasil itu dengan pukulan keras sebelum mencetak penyelesaian ronde pertama kedelapan dalam kariernya di dalam Circle, dan ke-20 secara keseluruhan. Pun, aksi dominan ini juga memberinya bonus 50 ribu dolar A.S.

Aksi dominan tersebut menjadi pernyataan bahwa Aung La N Sang siap menghadapi tantangan apa pun pada tahun ini. Itu juga diucapkannya pada Mitch Chilson dalam wawancara sesuai laga, saat ia ditanya siapa yang ingin dihadapinya setelah ini:

“Siapa pun. Itu tak masalah. Saya hit man dari ONE Championship.”

Kembalinya Stamp Ke Kickboxing

Stamp Fairtex memasuki minggu pertandingan ini dengan harapan melawan Anissa Meksen dalam laga-super peraturan khusus divisi atomweight, namun ia akhirnya menjalani sebuah aksi kickboxing.

Caranya tampil dengan pemberitahuan singkat melawan petarung yang bertubuh lebih besar dalam disiplin yang sangat berbeda dari yang diantisipasinya menjadi pertunjukan yang sangat spektakuler.

Meksen tak memenuhi jadwal uji hidrasi dan penimbangan badan, oleh karena itu ia tak diperbolehkan bertanding. Di sisi lain, Anna “Supergirl” Jaroonsak membutuhkan lawan lain saat Ekaterina Vandaryeva gagal pada penimbangan badan untuk laga strawweight Muay Thai mereka.

Hanya kurang dari 24 jam sebelum gelaran ini berlangsung, kedua petarung Thailand itu setuju untuk masuk ke dalam Circle dan bertukar pukulan dalam laga strawweight kickboxing.

Walau harus menghadapi keunggulan tinggi, jangkauan dan berat badan dari kompatriotnya, Stamp menggunakan serangan balik kuatnya untuk berulang kali mengenai Jaroonsak di tiap ronde. Petarung berusia 25 tahun itu mengatasi tekanan tanpa henti “Supergirl” dan meraih kemenangan terbelah.

Dalam apa yang menjadi laga kickboxing perdananya setelah hampir tiga tahun lamanya, Stamp mampu menunjukkan, dalam waktu yang sangat singkat, mengapa ia adalah salah satu bintang terbesar dalam disiplin ini.

Penampilan mantan Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan Muay Thai ini menyiratkan bahwa ia masih berada di puncak permainannya, dan siap beradu demi sabuk emas, di disiplin mana pun ia akan bertanding.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled