5 Pelajaran Terbesar Dari ONE Fight Night 22: Sundell Vs. Diachkova

Sinsamut Klinmee Dmitry Menshikov ONE Fight Night 22 43

ONE Fight Night 22: Sundell vs. Diachkova memberi para penggemar di Bangkok, Thailand, sajian seni bela diri menarik yang dipuncaki oleh lima penyelesaian yang menjadi sorotan besar.

Gelaran ini berlangsung pada Jumat, 3 Mei di jam tayang utama A.S., atau Sabtu pagi, 4 Mei di Asia, serta menampilkan 11 laga submission grappling, kickboxing, MMA dan Muay Thai menarik dari Lumpinee Boxing Stadium.

Berikut adalah berbagai hal yang dapat kita pelajari setelah para penggemar berat ONE pulang dari arena ikonik tersebut.

Sundell Adalah Juara Dunia Sejati, Dengan Atau Tanpa Sabuk Emas

Smilla Sundell Natalia Diachkova ONE Fight Night 22 77

Tak ada yang berjalan dengan mudah bagi Smilla Sundell di minggu pertandingan ONE Fight Night 22, namun “The Hurricane” masih menunjukkan semangat tak terpatahkan. Ia meraih TKO ronde kedua di laga utamanya melawan Natalia Diachkova, yang membayar kemunduran pada satu hari sebelumnya.

Setelah tidak lolos dari penimbangan badan karena ia satu setengah pound lebih berat, Sundell terpaksa melepaskan sabuk Juara Dunia ONE Women’s Strawweight Muay Thai miliknya dan harus berkompetisi dalam laga catchweight 126,5 pound melawan petarung Rusia itu.

Terpaksa menyerahkan sabuk itu sebelum laga pertahanan gelar Juara Dunia memang bisa menghancurkan atlet mana pun – tetapi hal ini tak berlaku bagi Sundell. Itu memicu determinasi yang baru dalam diri bintang Swedia berusia 19 tahun itu.

Walau Diachkova melukai Sundell dengan serangan keras di awal laga, Sundell mulai mendesak rivalnya itu sebelum menyarangkan hook keras ke arah tubuh yang mampu mematahkan rusuk itu. Serangkaian serangan lainnya memaksa “Karelian Lynx” terdesak ke tali ring, dan wasit pun mengakhiri laga.

Sundell mungkin merayakan kemenangan itu tanpa sabuk emas di pundaknya, tetapi ia menunjukkan kemampuan untuk mengatasi tantangan berat dengan kelas berbeda dan membuktikan ia masih menjadi seorang Juara Dunia sejati.

Abdullaev Siap Lawan Jajaran Lima Besar Divisi Featherweight

Sebelum Halil Amir turun ke featherweight untuk melawan Akbar Abdullaev, ia mampu menyelesaikan ketiga laganya di lightweight via KO dan ingin membawa kekuatan itu ke divisi yang baru.

Sebaliknya, Abdullaev mengejutkan para penonton dengan mencetak KO ronde kedua atas Amir, yang membuktikan bahwa dirinya siap menghadapi para penantang lima besar di divisi featherweight.

Setelah keduanya terpisahkan dari sebuah aksi scramble pada ronde kedua, Abdullaev melejit ke arah Amir dengan hook kiri keras ke rahangnya. Rivalnya terjatuh seketika dan bintang Kirgistan itu langsung mengangkat kedua tangannya.

Dengan hasil tersebut, Abdullaev menjaga rekor sempurnanya di 11-0 dan menerima bonus penampilan ketiga senilai US$50.000. Ia juga menantang Juara Dunia ONE Featherweight MMA Tang Kai.

Sementara ia belum pasti mendapatkan perebutan gelar itu, Abdullaev memposisikan dirinya sebagai salah satu ancaman paling berbahaya untuk singgasana Tang di featherweight itu.

Menshikov Incar Eersel Setelah KO Ketiga Berturut-turut

Sinsamut Klinmee Dmitry Menshikov ONE Fight Night 22 62

Setelah menderita kekalahan di tangan Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai Regian Eersel hanya dalam waktu 46 detik pada Juni lalu, Dmitry Menshikov membawa misi besar untuk membuktikan dirinya jauh lebih baik dari apa yang diperlihatkan di sorotan terbesar dari aksi tersebut.

Ia memasuki ONE Fight Night 22 untuk melawan sesama mantan penantang gelar, Sinsamut Klinmee, setelah ia meraih KO beruntun atas Rungrawee Sitsongpeenong dan Mouhcine Chafi – dan Sinsamut menjadi yang berikutnya dalam daftar itu.

Petarung Thailand itu memulai dengan kuat, dimana ia menggunakan tendangan rendah untuk mencuri poin di kartu penilaian juri. Tetapi, walau Sinsamut nampak mengendalikan laga, Menshikov membalikkan keadaan setelah mendaratkan serangan ke arah tubuh, lutut tajam ke rahang, dan siku kerasnya.

Kombinasi yang mengakhiri laga itu memberi Menshikov tiga kemenangan KO beruntun yang menjadikan dirinya penantang teratas yang dapat merebut sabuk emas lightweight Muay Thai milik Eersel.

Wei Guncang Divisi Bantamweight Kickboxing

Dalam debut promosionalnya, Juara K-1 “Demon Blade” Wei Rui terbukti menjadi ancaman instan bagi gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing saat ia menyingkirkan mantan penguasa divisi dan penantang teratas Hiroki Akimoto.

Akimoto mengendalikan porsi awal dari laga mereka, tetapi Wei kembali beraksi saat pertarungan itu berlanjut. Hal ini menjadikan hasilnya sangat tipis dan dapat saja menjadi milik siapa pun, tetapi ketiga juri memberi anggukan kepada “Demon Blade.”

Aksi debut Wei ini menempatkannya di posisi puncak pengejaran gelar itu, dimana ia dapat saja menemukan dirinya menghadapi Jonathan Haggerty demi sabuk emas divisi mereka.

Namun, “Demon Blade” harus tetap memperhatikan Akimoto. Karena kemenangan yang sangat tipis ini, ia mungkin saja harus menyelesaikan urusan yang belum selesai itu dengan kickboxer andalan Jepang ini dalam waktu dekat.

Basilio Bisa Raih Laga Ulang Kontra Musumeci Setelah Kemenangan Bersejarah

Nanami Ichikawa Bianca Basilio ONE Fight Night 22 35

Juara Dunia BJJ berkali-kali Bianca Basilio berkata pada ONE bahwa laganya melawan Nanami Ichikawa dapat saja berakhir lebih cepat dari debutnya di ONE yang memecahkan rekor itu.

Dan ia sangat tepat.

Saat bel berbunyi, Basilio menyeret Ichikawa ke atas kanvas dan meraih punggungnya dalam sekejap. Seperti gerakan otomatis, wanita Brasil itu mengamankan rear-naked choke sebelum Ichikawa bahkan memiliki kesempatan untuk bertahan.

Dalam 35 detik saja, Ichikawa pun tertidur, dan Basilio mengungguli rekor sebelumnya, yaitu 47 detik. Penampilan kilat ini membawa Basilio kembali ke jalur kemenangan, tetapi kekalahan terakhirnya itu masih mengganggu pikirannya.

Basilio menggunakan kemenangan ini untuk meminta sebuah laga ulang melawan rival lamanya Tammi Musumeci. Setelah meraih penyelesaian tercepat dalam aksi submission grappling wanita ONE, hasil tersebut jelas dapat memberi alasan tersendiri bagi misi pribadinya itu.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled