Fitur

5 Pelajaran Penting Dari ONE: CENTURY PART II

17 Okt 2019

Sebelum ajang ONE: CENTURY PART II, para penggemar memiliki berbagai pertanyaan tentang para pejuang yang tampil di Tokyo, Jepang ini.

Setelah malam tak terlupakan pada hari Minggu, 13 Oktober, semuanya terjawab di dalam Circle, saat berbagai atlet bela diri kelas dunia tampil dengan kemampuan mereka untuk menang.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui berbagai aksi di Ryogoku Kokugikan.

#1 Aung La N Sang Adalah Manusia Paling Ditakuti Di ONE

Tidak ada yang dapat meragukan status Aung La “The Burmese Python” N Sang sebagai pejuang yang tak kenal takut, setelah seluruh pencapaiannya dalam beberapa tahun terakhir.

Pahlawan Myanmar ini telah menghadapi semua pendatang dalam divisi middleweight, dan bahkan maju menghadapi para pria luar biasa dalam laga divisi light heavyweight dan openweight.

Namun, ia tidak pernah menerima tantangan dari pria sekaliber Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera, yang keluar mencari KO sejak bel pertandingan berbunyi.

“The Burmese Python” tidak sedikitpun terganggu, dan walau ia menghadapi perbedaan ukuran yang signifikan, ia menghadapi striker terkuat di dalam Circle dan menaklukkannya.

Atlet berusia 34 tahun ini menunjukkan kebesaran hati, keinginan dan keterampilan luar biasa untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight miliknya, serta sekali lagi membuktikan bahwa tidak ada yang bisa menghadapi tantangan seperti “The Burmese Python.”

Baca Juga: Aung La N Sang Tetap Merajai Dua Divisi ONE Dengan KO Spektakuler

#2 Persaingan Bibiano-Kevin Berakhir

Meskipun keduanya telah bertanding tiga kali, masih terdapat banyak pertanyaan tentang bagaimana laga Bibiano “The Flash” Fernandes melawan Kevin “The Silencer” Belingon akan berakhir, serta siapa yang akan muncul sebagai pemenang tak terbantahkan dalam divisi mereka.

Bibiano meninggalkan semua pertanyaan tersebut di belakang saat ia mendominasi dan menyelesaikan perlawanan lawan asal Filipina ini hanya dalam dua ronde.

Pemain asal Brasil ini kembali menampilkan performa terbaiknya, saat dirinya mengeksekusi sebuah game plan sempurna untuk menghentikan serangan perwakilan Tim Lakay itu dan membuatnya terlihat tidak berdaya di pertarungan bawah saat dihadapkan dengan kemampuan Brazilian Jiu-Jitsu elit milik Bibiano.

Tiga kemenangan Bibiano melawan Kevin telah memperkuat statusnya sebagai Juara Dunia ONE Bantamweight, namun masih ada banyak tantangan menarik lainnya di masa depan.

Baca Juga: Bibiano Fernandes Akhiri Persaingan Berat Dengan Submission

#3 Arjan Bhullar Dapat Melakukan Hal Luar Biasa Di Divisi Heavyweight

Arjan “Singh” Bhullar mungkin tidak akan mendapatkan tawaran lebih menegangkan dalam laga debutnya bersama ONE daripada sebuah laga melawan Mauro “The Hammer” Cerilli, tetapi ia lulus dengan sempurna.

Mega bintang India ini menghindari serangan kuat lawannya untuk mengalahkan Mauro dan meraih keputusan mutlak – bahkan tanpa memamerkan kemampuan gulat kelas dunia miliknya.

Jika Arjan mendapatkan keinginannya untuk menantang gelar Juara Dunia ONE Heavyweight, ia mungkin harus berlaga dengan kekuatan lebih. Namun, serangan yang diasahnya saat ia berada di American Kickboxing Academy yang terkenal ini menjadikannya tantangan tersendiri di pertukaran serangan atas.

Berdasarkan apa yang terlihat di Tokyo dan sejarah keluarganya sebagai atlet grappler Olimpiade, ia dapat menjadi tantangan tersendiri bagi Brandon “The Truth” Vera.

Baca Juga: Arjan Bhullar Menangkan Debut ONE Dengan Penampilan Luar Biasa

#4 Mei Yamaguchi Mendapatkan Kesempatannya

Tidak ada atlet yang berhak mendapatkan kesempatan perebutan gelar Juara Dunia di panggung dunia lebih dari seorang Mei “V.V.” Yamaguchi.

Kemenangan beruntun dalam empat laga terakhirnya tidak tertandingi oleh wanita di divisi mana pun dalam “The Home Of Martial Arts,” dimana tiap kemenangan itu cukup impresif – dimulai dengan penyelesaian melawan Jomary Torres, dominasi dan submission-nya atas Kseniya Lachkova, serta sebuah penyelesaian cepat melawan Laura Balin.

Di ONE: CENTURY PART II, ​​atlet asal Jepang ini harus berlaga melawan versi paling berbahaya dari Jenny “Lady GoGo” Huang yang telah terlihat di dalam Circle. Striking atlet Tiongkok ini nampak lebih baik dari sebelumnya, tetapi “V.V.” mampu menampilkan kemampuan permainan bawah yang luar biasa untuk meraih keputusan juri dan membawanya meraih kemenangan keempatnya.

Ia percaya bahwa ini cukup memberinya kesempatan kedua melawan “Unstoppable” Angela Lee, sang pemilik gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight. Ini adalah keputusan yang didukung oleh CEO dan Chairman ONE Championship, Chatri Sityodtong.

Baca Juga: Upaya Mei Yamaguchi Untuk Diterima Sebagai Atlet Bela Diri Campuran

#5 Pejuang Shooto & Pancrase Membanggakan Organisasi Mereka

Saat empat Juara Dunia dari Shooto ditandingkan dengan rekan senegara mereka dari Pancrase, keseluruhan laga ini dinilai sebagai kesempatan untuk melihat siapa yang terbaik dari kedua organisasi bela diri campuran tertua di Jepang itu.

Awalnya, Pancrase nampak berada di atas angin, saat Takasuke “The Hawk” Kume dan Hiroyuki “Last Samurai” Tetsuka menunjukkan keterampilan dan keuletan untuk merebut kemenangan dari Koshi “Luxor” Matsumoto dan Hernani Perpetuo.

Namun, Shoko Sato dan Yosuke “The Ninja” Saruta memastikan bahwa Shooto juga memiliki momen luar biasa saat mereka mencetak KO yang menggemparkan. Pertama, Shoko menjatuhkan Rafael “Morcego” Silva dengan rentetan tinju yang brilian, sebelum diikuti oleh mantan Juara Dunia ONE Strawweight yang mengalahkan Daichi Kitakata dengan ground and pound.

Setiap laga ini membuktikan bahwa kedua promotor utama di “Negeri Matahari Terbit” itu masih memiliki talenta paling berbakat, dimana para penampil terbaik mereka dapat menemukan kesuksesan bersama ONE pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Hasil Lengkap Kartu Pendahuluan ONE: CENTURY PART II