Fitur

5 Pelajaran Penting Dari ONE: BATTLEGROUND

Jika ONE: BATTLEGROUND dapat menjadi indikasi, maka paruh kedua tahun 2021 bagi ONE Championship akan sarat dengan aksi keras.

“The Home Of Martial Arts” kembali beraksi pada hari Jumat, 30 Juli, di Singapore Indoor Stadium, untuk sebuah ajang dengan enam laga yang menampilkan beberapa seniman bela diri terbaik di dunia.

Dalam momen krusial di atas panggung dunia ini, seorang remaja sensasional berlanjut meraih kejayaan, sepasang atlet menemukan penebusan di dalam Circle, dan seorang Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai yang baru pun dinobatkan.

Saat bel akhir pertandingan berbunyi dan konfeti selesai dibersihkan, berikut adalah lima pelajaran terpenting dari ONE: BATTLEGROUND.

#1 Prajanchai Ambil Alih Singgasana Sam-A

Juara Dunia dua disiplin ONE Sam-A Gaiyanghadao mungkin mengatakan bahwa Prajanchai PK.Saenchai Muaythaigym tak layak mendapatkan kesempatan untuk merebut sabuk emas strawweight Muay Thai di organisasi ini, namun atlet fenomenal itu akhirnya melengserkan sang legenda setelah laga utama lima ronde yang keras.

Prajanchai, Juara Dunia Muay Thai enam kali, menekan Sam-A dengan kecepatan dan kekuatan dari sisi luar. Dan, pada akhir stanza awal, sang penantang mendaratkan pukulan kanan solid yang menjatuhkan sang juara bertahan itu ke atas kanvas.

Setelah sebuah ronde lain yang bagus dari Prajanchai, Sam-A mulai bekerja untuk membalikkan keadaan. Keduanya menemukan kesuksesan pada ronde ketiga, yang mempersiapkan panggung untuk akhir yang menarik.

Pemegang gelar berusia 37 tahun itu menggunakan kemampuan veterannya untuk mengendalikan ronde-ronde kejuaraan, sementara sang penantang berusia 26 tahun itu mulai melambat. Namun saat bel akhir pertandingan berbunyi, Sam-A nampak menerima kerusakan di wajahnya dan Prajanchai mengungguli atlet terhebat di dunia itu melalui keputusan mayoritas.

Tak ada keraguan bahwa Sam-A tetap menjadi kekuatan dominan – dimana ia juga menyandang sabuk emas kickboxing dalam divisi strawweight – tetapi Prajanchai kini akan memulai kejayaannya di puncak divisi strawweight Muay Thai dan akan ingin memastikan dirinya sebagai penguasa yang ditakuti di atas panggung dunia.

#2 Aung La N Sang Telah Kembali

ONE: BATTLEGROUND adalah langkah pertama bagi Aung La “The Burmese Python” N Sang menuju penebusan, dan ia membuka jalur tersebut dengan KO ronde pertama atas Leandro “Wolf” Ataides.

Setelah kehilangan kedua gelar Juara Dunia ONE di tangan Reinier “The Dutch Knight” de Ridder, mantan penguasa dua divisi ini dapat saja memudar. Sebaliknya, ia nampak sangat terfokus dan berdeterminasi saat ia menyengat Ataides dengan pukulan dan tendangan keras setelah mengasah kemampuan di Sanford MMA, di bawah bimbingan Henri Hooft.

Terlebih lagi, “The Burmese Python” mendemonstrasikan permainan ground yang telah berkembang. Setelah ia diseret ke bawah oleh Ataides, bintang Myanmar ini mempertahankan serangan dari Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu lima kali itu dan kembali berdiri – hasil yang sangat berbeda dari kekalahannya di tangan De Ridder saat itu.

Saat keduanya berdiri, Aung La N Sang menekan Ataides ke dinding Circle. Ia lalu melepaskan kombinasi delapan pukulan yang tajam, diakhiri dengan sebuah hook kanan keras. Saat “Wolf” terjatuh ke atas kanvas, ikon Myanmar ini membiarkan emosinya meluap dalam sebuah perayaan besar.

Aung La N Sang also juga memastikan dalam wawancaranya setelah laga bahwa siapa pun yang ingin mendapatkan kesempatan akan menerimanya. Tak ada rasa takut dalam tubuhnya, dan “The Burmese Python” kembali dengan cara luar biasa.

#3 Ritu Phogat Bangkit Dan Mendominasi

Setelah mengalami kekalahan profesionalnya yang pertama, para penggemar bertanya-tanya bagaimana Ritu “The Indian Tigress” Phogat akan merespon.

Jumat lalu, ia menjawab pertanyaan tersebut dengan cara yang luar biasa, mematahkan 11 kemenangan beruntun milik “MMA Sister” Lin Heqin dengan sebuah kemenangan mutlak tegas.

Phogat segera maju dan menampilkan kemampuan striking-nya yang berkembang. Namun, “The Indian Tigress” juga tak melupakan akarnya. Ia masuk ke jarak serang lawannya asal Tiongkok itu dan membawa aksi ke ground, dimana ia mendominasi seluruh aksi dalam laga ini.

Game plan atlet India ini berlanjut selama dua ronde berikutnya saat ia mendominasi Lin dengan agresi terkendali. Faktanya, Phogat nampak jauh lebih baik dari sebelumnya, dimana ia menunjukkan bahwa dirinya telah banyak belajar dari kekalahan perdananya dan melakukan koreksi yang diperlukan di Evolve MMA

Perjalanan menuju puncak selalu menemukan hambatan. Phogat memang menderita kekalahan pertama, tetapi setelah kemenangan Jumat lalu, jelas bahwa ia akan menjadi ancaman bagi penantang mana pun dalam divisi atomweight wanita.

#4 Apakah Jeremy Pacatiw Bintang ONE Berikutnya Dari Team Lakay?

Chen Rui and Jeremy Pacatiw went BLOW-FOR-BLOW in this three-round bantamweight scrap! 💥💥💥

Chen Rui and Jeremy Pacatiw went BLOW-FOR-BLOW in this three-round bantamweight scrap! 💥💥💥 #ONEBattleground

Posted by ONE Championship on Friday, July 30, 2021

Team Lakay terus menampilkan para atlet berkualitas dengan tambahan kuat ke dalam “The Home Of Martial Arts.”

Di ONE: BATTLEGROUND, Jeremy “The Juggernaut” Pacatiw mencetak debut promosionalnya dengan penampilan luar biasa selama 15 menit yang berakhir dengan kemenangan mutlak tegas atas “The Ghost” Chen Rui.

Penampilan perdana “The Juggernaut” di atas panggung dunia dimulai dengan sangat baik, karena ia memadukan serangannya di awal dan menemukan kesuksesan melawan atlet Tiongkok itu. Serangan yang beragam itu berlanjut pada ronde kedua, dimana Pacatiw mengincar KO namun sama nyamannya berada di atas kanvas.

Chen menyerang balik pada ronde ketiga, namun atlet bantamweight Filipina itu telah mampu meraih keputusan para juri.

Ini juga menjadi kemenangan bagi Team Lakay. Penampilan atlet berusia 25 tahun itu menunjukkan kemampuan sasana ini untuk membentuk barisan baru atlet Filipina yang dapat meraih berbagai gelar Juara Dunia ONE lainnya.

#5 ‘Hype’ Victoria Lee Terus Berlanjut

Victoria “The Prodigy” Lee sekali lagi membuktikan ‘hype’ yang mengelilinginya dengan kemenangan submission ronde pertama yang sensasional atas “Little Sprouts” Wang Luping

Remaja fenomenal berusia 17 tahun itu menerjang dari pojokannya saat bel pertandingan berbunyi, segera menjatuhkan Wang ke atas kanvas, serta bekerja dengan serangkaian pukulan dan serangan siku sembari mengincar penyelesaian. Itu adalah penampilan nyaris sempurna yang menunjukkan pengharapan banyak orang atas dirinya.

Lee, adik dari ratu divisi atomweight “Unstoppable” Angela Lee dan penguasa lightweight Christian “The Warrior” Lee, mungkin akan membawa beban dari nama keluarganya ke dalam tiap laga, namun ia berhasil membuktikan bahwa dirinya dapat memikul beban tersebut.

Penyelesaian submission via mounted triangle-armbar itu tiba pada menit 3:22 ronde pertama, tetapi apa yang dunia lihat dalam waktu tersebut adalah remaja yang membuktikan diri di atas panggung dunia.

“Prodigy” ini memang sangat berbakat dan nyata adanya, dimana ia pun siap mengemban tugas yang semakin berat dalam divisi atomweight ini.

Baca juga: Rangkaian Foto Terbaik Dari ONE: BATTLEGROUND

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.