Opini

From The Mind Of Miesha Tate: Vietnam Siap Untuk ONE: IMMORTAL TRIUMPH

5 Sep 2019

Saya tidak memiliki ekspektasi apapun untuk kota Ho Chi Minh saat saya mendapat kabar bahwa saya akan terbang kesana untuk merekam konten film menjelang ajang ONE: IMMORTAL TRIUMPH.

Tetapi jika saya memiliki sebuah ekspektasi, saya kira hasilnya akan melebihi apa yang saya bayangkan. Saya meninggalkan kota yang indah ini dengan perasaan bahwa saya telah mempelajari banyak hal tentang negara ini. Saya tidak mengira akan jatuh cinta dengan Vietnam seperti apa yang saya rasakan sekarang.

Kadangkala saat saya bepergian ke suatu tempat tertentu, saya merasa ada koneksi, dimana Vietnam adalah salah satu tempat tersebut. Kami mencoba menyebarkan beberapa pemahaman terkait seni bela diri di dalam negara ini, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.

Ho Chi Minh memang sangat luar biasa, dan saya sangat terkejut melihat bagaimana para penduduk lokal sangat bersahabat dan ramah. Tiap kali saya berjalan, saya merasa tiap orang menyambut saya dengan senyuman.

Jika anda adalah pencinta kopi, pastikan anda mencoba kopi telur di sana. Saya bukan peminum kopi, tetapi setidaknya telur kocok yang menjadi penghias minuman tersebut dapat saya nikmati. Rasanya seperti ada tekstur halus untuk makanan penutup, yang manis, dan saya menggambarkannya seperti meringue dengan krim.

Saya kira makanannya juga sama luar biasanya. Itu tidak enak… tetapi sempurna. Daging panggang dan nasi ketan bakar yang dihidangkan di atas bambu sangat lezat, dan saya menyantapnya dua malam berturut-turut di Ben Thanh Street Food Market.

Kami tinggal di District 1, dan untuk menghemat waktu, kami tidak berjalan-jalan terlalu jauh. Diluar makanannya, saya sempat mengunjungi Pagoda Jade Emperor dan Katedral Notre Dame, serta mencoba menumpangi becak tradisional.

Namun, sesuatu yang sebenarnya akan melengkapi perjalanan saya adalah mengunjungi pasar apung. Lokasinya terletak cukup jauh, beberapa jam perjalanan, dan saya tidak yakin apakah kami dapat mengambil waktu setengah hari dan mengunjunginya akhir minggu ini saat saya kembali. Tetapi jika saya bisa, saya akan mengunjunginya. Saya sangat penasaran mencari tahu lebih banyak tentang negara ini setelah mengunjungi Ho Chi Minh, tempat yang saya sebut sebagai “pusat para pengelana,” atau “backpacker central.”

Dalam seluruh perjalanan ini, satu hal nampak nyata – para penggemar di Vietnam sudah siap menyambut ONE: IMMORTAL TRIUMPH. Saya berasumsi bahwa negara ini tidak akan memiliki basis penggemar yang kuat, tetapi saya jelas salah. Para penduduk mengetahui bahwa ONE akan berkunjung, dan para penggemar sangat bersemangat menunggunya.

Kecintaan akan seni bela diri dapat terlihat selama dua hari saya berada di sini.

Saya berangkat ke Saigon Sports Club untuk melihat Bi Nguyen berlatih padding, dan sasana ini sangat indah. Fasilitas yang tersedia cukup luar biasa. Tempat ini besar dan sangat bagus. Ada juga banyak wanita yang berlatih di sasana ini, dan ini sangat indah dilihat. Berdasarkan penilaian singkat saya, satu hal yang dapat saya bagikan adalah bahwa tinju telah menjadi salah satu seni bela diri favorit mereka, bersama dengan jiu-jitsu.

Sementara saya berada di sana, saya berbincang dengan Bi terkait relevansi dari seni bela diri campuran dan sedikit tentang sejarah dari seni bela diri di Vietnam.

Menghabiskan waktu mewawancarainya menjadi sangat spesial. Ia terlihat sangat senang berkompetisi dalam sebuah negara yang disebutnya rumah, tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan selama enam tahun.

Bi fasih berbahasa Vietnam, dan menurutnya, semua orang sangat siap menyambut ajang bela diri yang sangat unik ini. Ia juga mempercayai bahwa saat ajang perdana ONE berakhir, itu akan memberikan inspirasi bagi lebih banyak orang dalam berlatih bela diri di negaranya.

Ajang ini hanya akan menampilkan kickboxing dan Muay Thai, tetapi Bi mengatakan bahwa negaranya juga telah siap menerima seni bela diri campuran. Ia memiliki setiap niatan untuk memenangkan laga Muay Thai yang ia jalani melawan Puja Tomar, tetapi ia ingin bertransisi kembali ke seni bela diri campuran setelah laga tersebut. Menurut Bi, harapan terbesarnya adalah ONE dapat membawa elemen bela diri tersebut ke ajang yang akan datang di sana.

Dengan pemikiran ini, saya rasa laga antara Bi melawan Puja akan menjadi salah satu yang paling menghibur malam itu.

Bi sangat baik dalam mengatur waktu serangannya, dan walaupun ia belum pernah mendapatkan keuntungan jarak melawan siapapun, ia masih memiliki kekuatan KO yang luar biasa, seperti terlihat dalam laganya melawan Bozhena Antoniyar, dimana ia menjatuhkan lawannya itu hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Bi juga mengatakan bahwa ia memegang rekor untuk jangkauan terpendek di Sherdog.

Terlepas dari itu, ia mentertawakannya dan benar-benar menerima kenyataan tersebut. Saya setuju, karena jangkauan tidak akan berpengaruh jika anda dapat menggunakan tubuh anda menjadi sebuah kekuatan.

Walau ia mungkin memiliki jangkauan yang pendek, menghadapi seseorang seperti dirinya – yang unik dalam konteks tersebut – akan menjadi sulit. Ia memiliki kuda-kuda kidal, atau southpaw, tetapi karena jangkauan pendeknya itu, ia memastikan bahwa pengaturan waktunya sempurna. Ia memiliki kemampuan membawa lawannya masuk ke dalam permainannya, dan saat ia mendominasi, ia mendaratkan pukulan atau tendangan kuatnya dengan efektif.

https://www.instagram.com/p/B18x51GgXcF/

Sementara itu, saya akan menggambarkan Puja sebagai seseorang yang sangat suka menyerang. Ia tidak terlalu sabar dengan serangannya, dan jika lawannya mengenai dirinya dengan satu serangan tunggal, ia akan membalas dengan rangkaian kombinasi serangan. Ia akan membuat anda membayar jika anda mengancamnya dengan kombinasi yang tidak efektif.

Tidak seperti Bi, Puja seringkali berganti kuda-kuda, maka pergerakannya seringkali tidak dapat ditebak. Ia adalah seorang juara nasional wushu India yang memiliki kekuatan di tangan kanannya.

Terlepas dari itu, ia sangat pengalaman dan seringkali berlaga di kandang lawan. Saya teringat terakhir kalinya ia berlaga di Jakarta melawan Priscilla Hertati Lumban Gaol — dimana ia meninggalkan Indonesia dengan kemenangan. Ia menerima laga ini saat atlet lainnya menolak untuk alasan tertentu, dan inilah mengapa ia mengetahui bahwa ia mampu mengalahkan sang pahlawan tuan rumah.

Laga ini dapat berakhir untuk kemenangan siapapun, begitu pula semua laga di dalam kartu pertandingan ini.

Secara keseluruhan, saya tidak dapat mengharapkan semua ini saat saya berangkat ke Vietnam minggu lalu. Saya merasa bahwa seni bela diri tidak sebesar itu di sana, tetapi saya benar-benar salah, dan saya tidak sabar untuk kembali di ajang akhir minggu ini!

Miesha Tate adalah Wakil Presiden dari ONE Championship. Ia juga beberapa kali menjadi Juara Dunia bela diri campuran, serta pionir seni bela diri campuran wanita. Kunjungi laman kami tiap minggu untuk kolom opini baru bertajuk “From The Mind Of Miesha Tate.”

Ho Chi Minh | 6 September | 17:30 WIB | ONE: IMMORTAL TRIUMPH | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/oneimmortal19