Opini

Distance Learning With Rich Franklin: Evolusi Dari ONE Warrior Series

21 Agu 2019

“Bergabunglah dengan saya, Rich Franklin, tiga kali Juara Dunia middleweight, dalam sebuah perjalanan sarat dengan pengalaman kebudayaan yang melahirkan seni bela diri dan bertemu dengan prospek luar biasa di bagian dunia ini.”

Jika ini terdengar lazim, anda mungkin telah menonton satu atau dua episode dari ONE Warrior Series (OWS). Ini adalah sebuah prolog yang tepat bagi babak terakhir dari karir saya.

Sebelumnya, saat saya masih berkompetisi dalam seni bela diri campuran, saya teringat diperkenalkan ke dalam arena dengan lagu pengantar seperti “Welcome To The Jungle” dan “For Those About To Rock.” Saya telah berkelana sangat jauh dari saat itu, dan saat melihat kebelakang, saya merasa berada di tempat yang semestinya bersama dengan OWS.

Saya menikmati keberadaan saya sebagai murid dari permainan ini dan selalu mencari kesempatan untuk mengembangkan diri saya sendiri. Karena saya pernah menghabiskan hari-hari saya di sebuah kelas dan mengajar matematika tingkat sekolah menengah umum, dalam hal ini saya juga belum berhenti untuk mengajar atau membantu orang lain untuk mengembangkan diri mereka.

Dinamika sebagai guru dan murid ini memainkan peranan besar dalam kehidupan saya, dimana saya beruntung dapat melakukan keduanya bersama dengan OWS, selagi pada saat yang bersamaan juga membantu mengembangkan olahraga yang saya cintai ini di Asia.

Inti dari kegiatan yang kami lakukan di OWS sebenarnya lebih dari sekadar mencari atau merekrut bakat. Ini adalah sebuah operasi kompleks yang tidak akan mungkin terjadi tanpa tim yang berdedikasi tinggi dan memiliki gairah luar biasa.

Setiap orang disini memiliki peranan besar, dan tim kami secara terus menerus ingin berkembang dan mengeksplorasi bagaimana kami dapat menciptakan hasil akhir yang lebih baik. Saya mungkin memiliki otonomi kreatif atas proyek ini, tetapi saya bekerja sangat dekat dengan tim saya untuk membantu memberikan apa yang kami yakini sebagai produk akhir yang luar biasa.

Jonathan Fong bukan hanya menjadi seorang pembawa acara yang hebat, tetapi ia adalah tangan kanan saya — dan tanpanya, saya akan tersesat. Ia melihat angka dan selalu berpikir tentang segala sesuatu dari perspektif bisnis. 

Armand Bentigan menjaga segala sesuatunya berada pada jalur yang tepat sebagai Produser Eksekutif saya, dimana ia telah menjadi pemimpin yang baik dalam proyek ini. Keseluruhan tim ini berkonsultasi satu dengan yang lainnya tentang berbagai ide, dan kami berbagi beban yang sama untuk memastikan bahwa OWS menjadi landasan terbaik bukan hanya bagi atlet yang sedang memulai karirnya, tetapi juga bagi para penggemar serial ini.

Di sisi lain, kami memiliki Grace Flores, yang sangat teliti dalam memastikan logistik yang ada. Yang saya maksud adalah keseluruhannya — dari merencanakan penerbangan kami, menulis jadwal, persiapan sampai pembongkaran [lokasi], serta segala sesuatu hal yang lain. Saya harap saya dapat menyebutkan seluruh nama yang terlibat, tetapi anda harus mengetahui bahwa saya bersyukur atas keterlibatan tiap individu dalam tim kami.

Bersama OWS, kami melakukan perjalanan yang sarat pembelajaran di seluruh Asia. Seringkali saya berada di jalan untuk beberapa minggu lamanya. Ini tidak hanya menjadi tantangan bagi cara berpikir saya, tetapi pada saat yang bersamaan juga memperluas perspektif saya. 

View this post on Instagram

We were recently filming in @phetsingkorn home town Omkoi a few hours outside of Chiang Mai. We decided to buy the food needed to cook for the village for the day, and what meal is complete without larvae? The village is an hour and a half from the closest market, and the people here typically make that walk once or twice each week. We cheated and used a car, not completely immersing ourselves in local culture 🙂 Being here was a great reminder that aside from basic necessities like food, water and shelter…being surrounded by people who care about you and simplicity are all you need. We tried our luck at several of their daily tasks. It only took me several hours to ALMOST assemble a basket that takes a local 15-20 mins ????????‍♂️ Traveling with my ONE Warrior Series team allows me to see this world through so many different lenses with experiences most people will never have. #ONEWarriorSeries #thailand #richfranklin #martialarts #travel #travelblogger #omkoi #culture #mma #muaythai #ows #ohana

A post shared by Rich Franklin (@richacefranklin) on

Dalam perjalanan kami, Jonathan dan saya mempelajari berbagai kisah tentang ketekunan dan keinginan untuk meraih kesuksesan yang lahir dari berbagai situasi yang pelik.

Hal ini memaksa saya untuk mempertimbangkan kembali bagaimana saya telah dididik, karena saya kira saya adalah seseorang yang miskin berdasarkan standar kehidupan di Amerika Serikat. Kemiskinan memiliki arti yang baru bagi saya, dimana saya telah bertemu dengan atlet yang karena kemiskinannya harus berbagi satu sikat gigi untuk kelima anggota keluarganya.

Tetapi, saya melihat para pemuda dan pemudi ini tidak gentar untuk mengejar sesuatu yang mereka cintai, walaupun pertaruhannya adalah masa depan mereka. Keinginan mereka untuk meraih kesuksesan datang dari sebuah pengalaman yang lebih dalam, dimana hal tersebut menciptakan arti tersendiri bagi saya.

Chatri Sityodtong, Chairman dan CEO kami, baru-baru ini mengirimkan sebuah surel yang bertemakan “grit,” atau semangat pantang menyerah. Saya sangat setuju dengan itu. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, dalam karir saya, semangat ini menjadi faktor penentu teratas untuk meraih kesuksesan. Segala sesuatu yang lain berada di posisi kedua.

Tiap atlet yang memasuki sebuah uji coba atau kompetisi dalam OWS memiliki sebuah cerita. Berada di sekitar mereka, saya merasakan sebuah atmosfer yang penuh dengan keinginan untuk meraih kesempatan, dan rasa haus mereka untuk berjuang demi keluarga dan orang-orang terkasih dapat sangat menyejukkan hati. Hal ini menyerupai keinginan yang sama yang dimiliki tim OWS untuk apa yang kami lakukan, dan seringkali, saya tidak dapat menghindar dari refleksi diri saya sendiri sewaktu saya memulai perjalanan saya dalam olahraga ini.

Dunia bela diri campuran saat ini sangatlah berbeda dengan saat dimana saya masih berkompetisi. Pada waktu itu, yang menjadi pendorong bagi diri saya untuk memasuki arena selama bertahun-tahun, menjadi penampil utama dalam kartu pertandingan dan mengembangkan olahraga ini secara global di tujuh negara, adalah murni semangat dan ketegangan saat berkompetisi.

Itu terkait dengan bagaimana saya melepaskan versi yang terbaik dari diri saya sendiri dan berkorban dengan harapan bahwa kesuksesan itu lebih dari sekedar potensi, tetapi sebuah kemungkinan yang nyata. Kemungkinan bahwa saya dapat membangun karir yang sukses dalam bela diri campuran, dan bagi para murid di dalam kelas, sebuah harapan bahwa mereka terinspirasi untuk mengejar impian mereka seperti yang saya lakukan.

Dalam salah satu kunjungan kami ke Indonesia, saya bertemu dengan Toreq, seorang atlte muda yang tumbuh dengan ambisi untuk menjadi atlet sepak bola profesional. Indonesia saat itu terbentur beberapa permasalahan dengan FIFA, dimana negara ini dilarang untuk berkompetisi sama sekali.

Bayangkan seorang Toreq, yang saat mengejar impiannya menginvestasikan seluruh masa kecil dan masa mudanya dalam olahraga ini, tiba-tiba harus berada dalam kondisi yang tak dapat ia kendalikan tersebut. Tetapi, Toreq menemukan seni bela diri campuran dan mampu menemukan dirinya kembali. 

Asia adalah benua yang luar biasa dengan berbagai ragam kebudayaan dan sejarah yang mengakar di tiap negara. Anda akan mendengar berbagai cerita tentang orang-orang biasa pada umumnya dengan latar belakang yang sangat menarik, dan kita bertemu melalui seni bela diri. Saya mencintai olahraga ini dan bagaimana hal ini dapat menerangi berbagai keadaan yang dialami oleh manusia di belahan dunia ini.

Tetapi, ada juga beberapa momen yang kurang menyenangkan.

Memenangkan sebuah kontrak bersama OWS adalah sebuah perubahan hidup luar biasa bagi banyak atlet kami. Sayangnya, tidak semua orang dapat lolos ke tahapan terakhir. Pada titik tertentu, para atlet yang telah menjadi dekat dengan anda ini akan berhadapan satu dengan yang lainnya di dalam ring. Banyak yang dipertaruhkan bagi tiap kompetitor, dan anda tidak dapat menyangkal emosi yang tertanam bersama perjalanan mereka.

Dalam hal ini, saya berkembang menjadi sosok yang lebih menghargai posisi saya sebagai seorang mentor.

Kadangkala, kami terbang ke suatu tempat dan bekerjasama dengan para atlet ini atau mengadakan seminar. Saya menawarkan mereka saran dan petunjuk, dari mulai saran bersifat teknis, sampai ke pada karir, bahkan saran bagi kehidupan mereka. Banyak dari atlet ini memandang saya dan apa yang telah saya capai sebagai panutan, dimana saya memiliki kesempatan khusus dalam posisi saya untuk membantu mereka dengan pengetahuan yang saya miliki tentang industri dan bisnis ini.

Saya bangga mengatakan bahwa benih dari OWS telah berevolusi lebih dari sekedar mencari dan merekrut bakat-bakat baru. Kami membangun seni bela diri dalam tingkatan terendah di masyarakat dan menjadi landasan untuk memberikan inspirasi bagi dunia dengan kisah-kisah atlet yang penuh dengan harapan, kekuatan dan mimpi.

Tim kami telah menerima manfaat terbesar dalam proses ini, dimana saya telah menyaksikan perkembangan secara personal dan profesional dalam masing-masing individu, termasuk saya sendiri. Hal ini berlanjut menjadi sebuah perjalanan yang penuh pembelajaran, dan saya sangat bersemangat untuk melihat apa yang dapat kami capai bersama-sama.