Berita

Yurik Davytan Kejutkan Bangpleenoi Dengan KO Pada Ronde Kedua

18 Sep 2020

Ketika dua Juara Muay Thai bertemu, striking agresif menjadi faktor penentu – seperti yang ditunjukkan Yurik “Mee Khao Jomhot” Davtyan dalam debutnya di divisi featherweight ONE Super Series Muay Thai.

Pria keturunan Armenia-Rusia berusia 27 tahun ini meraih kemenangan KO sensasional pada ronde kedua atas Bangpleenoi Petchyindee Academy dalam ajang ONE: A NEW BREED III yang sebelumnya direkam dan ditayangkan pada hari Jumat, 18 September.

Hebatnya, ia mengamankan kemenangan itu dengan status sebagai kuda hitam saat menghadapi Juara Dunia dua divisi Muay Thai dengan 182 laga.

Di awal stanza pertama, keduanya masih tampak saling mengukur kemampuan masing-masing, dimana Bangpleenoi memasukkan tendangan ke arah kepala yang berhasil dibentung Davtyan – yang membalas dengan kombinasi jab.

“Mee Khao Jomhot” melancarkan serangan balasan dan mendesak pahlawan lokal ini ke arah tali ring, namun ia harus menerima sebuah hook kanan keras dalam pertukaran serangan sengit.

Bangpleenoi terus menerapkan tendangan rendahnya, namun Davtyan mulai terfokus pada tinjunya sambil mencari kombinasi yang tepat sasaran. Namun di pertengahan ronde, keadaan ini berbalik menjadi keunggulan perwakilan Revolution Muay Thai itu. 

Davtyan meraih kesuksesan besar dengan menyerang bagian tubuh bawah dan pukulan hook ke arah kepala Bangpleenoi. Pada detik-detik terakhir, ia pun menyarangkan jab-nya ke arah wajah perwakilan Petchyindee Academy itu dan menambahkan sebuah pukulan kanan keras.

Hal itu segera beralih ke sebuah pertukaran serangan yang lebih sengit lagi, yang berakhir dengan atlet Armenia-Rusia itu menyarangkan sebuah hook kiri dan kanan yang pendek – yang membuat Bangpleenoi goyah dan perlahan harus terduduk di atas kanvas pada akhir ronde.

Saat stanza kedua dimulai, Bangpleenoi melontarkan sebuah tendangan ke arah tubuh yang mampu dibendung dengan baik oleh atlet Armenia-Rusia itu.

Davtyan pun tak berlama-lama menahan serangan. Ia menyarangkan sebuah hook kiri ke arah kepala atlet Thailand lawannya, pukulan kanan keras ke arah tubuh, hook kiri liar ke arah ulu hati, serta, setelah mempersiapkan serangan berikutnya, menempatkan sebuah hook kiri keras di dagu Bangpleenoi.

Saat pria yang dijuluki “Mee Khao Jomhot” ini bergerak maju untuk menyarangkan pukulan keras lainnya, Bangpleenoi pun terjatuh ke atas kanvas dan tak dapat berdiri. Wasit mengakhiri laga hanya dalam waktu tujuh detik pada ronde kedua dan memberi kemenangan bagi Davtyan.

Davtyan membawa catatan rekor Muay Thai miliknya menjadi 40-14, dimana ia pun ingin mengincar sabuk emas milik rekan satu tim Bangpleenoi, sang Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy.

Baca juga: ONE: A NEW BREED III – Hasil Langsung Dan Sorotan Laga Petchmorakot Vs. Andersson 

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.