‘Selalu Menyerang’ – Cleber Sousa Bersumpah Tingkatkan Agresi Saat Lawan Osamah Almarwai

Mikey Musumeci Cleber Sousa ONE on Prime Video 2 1920X1280 52

Cleber “Clandestino” Sousa akan berada dalam mode pemburu submission murni di ONE 166: Qatar.

Pada Jumat, 1 Maret, petarung Brasil ini akan mencetak aksi keduanya di ONE di gelaran bersejarah itu saat ia melawan Osamah Almarwai dalam laga flyweight submission grappling menarik dari Lusail Sports Arena.

Sousa mencetak debutnya bersama ONE pada September 2022, dimana ia harus mengakui keunggulan Mikey “Darth Rigatoni” Musumeci dalam laga beritme tinggi mereka demi gelar Juara Dunia ONE Flyweight Submission Grappling perdana.

Sejak itu, pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu berusia 28 tahun itu kembali berlatih dan merangkai beberapa kemenangan impresif di sirkuit BJJ elite – termasuk kemenangan atas Juara Dunia IBJJF 2022 Meyram Maquine dalam aksi terbarunya.

Sousa mengakui bahwa laganya melawan Musumeci adalah ujian terberat dalam kariernya sampai saat ini. Tetapi, dari kekalahan tersebut, ia meraih pelajaran penting:

“Laga terakhir saya adalah melawan Mikey Musumeci, dan itu adalah pertarungan terberat saya. Itu debut saya untuk ONE, dan saya langsung bertarung demi sabuk [emas]. Saya belajar dari laga ini bahwa saya harus lebih banyak mencari submission.”

Pada intinya, Sousa adalah spesialis submission sejati yang mampu menemukan penyelesaian dari posisi apa pun.

Namun, dalam aksinya melawan Musumeci, ia berkata dirinya menjadi sangat terfokus untuk meraih guard pass itu daripada mengejar submission. Itu termasuk mencoba mencetak poin dengan teknik cartwheel dan salto saat mencoba pass guard-nya itu.

Sementara pendekatan eksplosif itu membuat penonton menahan nafas, hal ini tak cukup untuk mengamankan keputusan juri di bawah peraturan submission grappling ONE, yang menekankan percobaan submission sah di atas segalanya:

“Saya terus mencoba melewati pertahannya [atau pass guard] untuk secara perlahan mengembangkan permainan saya, tetapi di bawah peraturan ONE, saya tak punya waktu untuk itu. Saya harus mencari submission dengan segera. Saya harus selalu menyerang.”

Jelang penampilannya kembali di Qatar, “Clandestino” merasa yakin bahwa ia akan dapat mengubah taktik yang diperlukan demi mengamankan penyelesaian itu – atau jika segalanya gagal, memastikan dirinya meraih kemenangan via keputusan juri.

Kuncinya, menurut pria ini, adalah untuk mengincar penyelesaian itu di setiap kesempatan:

“Jangan menyerang untuk meraih posisi, tetapi untuk mengunci. Saya mengerti itu, dan sekarang saya akan memiliki kesempatan memperbaiki kesalahan itu dalam laga berikutnya untuk ONE.”

Sousa Sebut Keunggulan Pengalaman Itu Kunci Atasi Almarwai

Sementara dirinya memang sangat ingin meraih kemenangan perdana di ONE, Cleber Sousa mengetahui bahwa Osamah Almarwai juga seorang mantan penantang gelar Juara Dunia ONE dan takkan menjadi lawan mudah.

Jelas, petarung unggulan Yemen-Arab Saudi itu adalah Juara Dunia IBJJF Sabuk Hitam pertama dari Timur Tengah, berlatih di sasana terkenal Atos Jiu-Jitsu di Amerika Serikat, dan secara konsisten menemukan dirinya berada di puncak disiplin ini sejak menerima sabuk hitamnya di awal 2022 lalu.

Petarung Brasil ini jelas menghormati kemampuan menyeluruh “Osa,” namun juga meyakini bahwa permainannya juga terlalu terfokus pada mencetak poin dan tak terlalu efektif di ONE.

Sousa menjelaskan:

“[Almarwai] adalah atlet yang sangat strategis. Itu bekerja dengan baik di bawah peraturan IBJJF, tapi peraturan ini tak terlalu cocok dengan peraturan ONE.”

“Di ONE, tak ada penilaian poin, maka saya yakin bahwa jika ia maju dengan strategi yang sama, itu takkan berhasil di ONE. Jiu-jitsu ONE adalah jiu-jitsu yang agresif, dan jiu-jitsu yang ia tampilkan adalah jiu-jitsu strategis.”

Di sisinya, “Clandestino” telh berlatih BJJ sejak awal masa remaja dan menjadi pemegang sabuk hitam sejak tahun 2016.

Dengan lebih dari satu dekade berlatih di bawah pelatih legendaris Caio Almeida dan meraih medali emas di beberapa ajang paling prestisius dalam jiu-jitsu, Sousa merasa yakin bahwa keunggulannya dalam hal pengalaman akan terbayarkan saat melawan Almarwai:

“Saya telah berlatih selama 13 tahun, dan saya sudah melawan yang terbaik di dunia. Saya berlatih dengan para profesor terbaik, maka saya yakin saya memiliki lebih banyak pengalaman dibanding dirinya.”

“Saya tak mengabaikan pencapaiannya, dan seluruh sejarah yang ia bangun dalam jiu-jitsu, tetapi saya yakin bahwa saya memiliki lebih banyak latar belakang dan pengalaman daripada dirinya, dan saya tahu saya memiliki banyak [teknik] untuk ditampilkan dalam laga ini.”

Sousa berjanji untuk menempatkan submission itu di posisi terdepan dalam pemikirannya saat berlaga pada 1 Maret nanti, serta berkata para penggemar dapat mengharapkan aksi nonstop selama kontes flyweight submission grappling ini berlangsung.

Dan jika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, ia juga ingin meninggalkan Lusail Sports Arena dengan bonus penampilan senilai US$50.000:

“Saya yakin laga ini akan menjadi aksi yang hebat! Penggemar akan sangat tertarik menyaksikan laga pertarungan ini. Dan tentu saja, hasil akhirnya akan menjadi kemenangan saya via submission, dan saya ingin mendapatkan bonus itu.”

Selengkapnya di Berita

Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 9
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 25 scaled
Yamin PK Saenchai Zhang Jinhu ONE Friday Fights 33 29
Hiroki Akimoto Petchtanong Petchfergus ONE163 1920X1280 4
Nong O Hama Kulabdam Sor Jor Piek Uthai ONE Friday Fights 58
NL 2539
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 21 12
Jake Peacock Kohei Shinjo ONE Friday Fights 58 65
Ben Tynan Duke Didier ONE Fight Night 21 7
Superbon Marat Grigorian ONE Friday Fights 95
Kade Ruotolo Francisco Lo ONE Fight Night 21 57
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled