‘Saya Lihat Banyak Kekurangan Di Permainannya’ – Suablack Ingin Terus Melejit Dengan KO Atas Vladimir Kuzmin

Suablack Tor Pran49 Stefan Korodi ONE Fight Night 18 11 scaled

Petarung sensasional Thailand Suablack Tor Pran49 akan ingin melanjutkan laju luar biasanya untuk menembus para petarung berbakat dalam divisi bantamweight Muay Thai saat ia kembali ke arena ikonik di Bangkok, Lumpinee Boxing Stadium.

Pada 5 April di jam tayang utama A.S., atau Sabtu pagi, 6 April di Asia, petarung berusia 27 tahun ini akan beradu dengan bintang Rusia Vladimir Kuzmin di ONE Fight Night 21: Eersel vs. Nicolas dalam sebuah laga yang dapat saja melejitkan salah satu dari mereka ke jajaran lima besar divisi tersebut.

Setelah meraih empat KO berturut-turut di ONE Friday Fights demi kontrak tanding enam digit bersama organisasi ini, Suablack mencetak debutnya di jam tayang utama A.S. pada Januari, dimana ia mencetak kemenangan besar via keputusan mutlak atas Stefan Korodi.

Menurut perwakilan Tor Pran49 ini, Kuzmin akan menjadi ujian terberat dalam perjalananya bersama ONE saat ini, tetapi ia masih melihat jalur yang jelas menuju kemenangan.

Suablack berbicara pada onefc.com/id terkait laga berikutnya itu:

“Saya kira Vladimir adalah seorang lawan hebat lainnya. Ia mungkin pekerjaan terberat saya sejak saya bergabung bersama ONE, tapi saya kira saya bisa mengatasinya.”

“Saya kira petarung Rusia memiliki footwork dan serangan lebih cepat dari para petarung Thailand, tapi saya melihat banyak kekurangan dalam permainannya.”

“Kekuatan Vladimir berada di tangan kanannya, sementara kelemahannya adalah bahwa ia tidak bagus dalam pertarungan jarak dekat. Jika saya tetap dekat dengannya, tidak memberi kesempatan bagi dirinya untuk menciptakan jarak, saya akan memiliki kesempatan bagus untuk mengalahkannya.”

Jelas, pria Rusia ini memang lawan yang sangat berbahaya.

Mantan pemenang turnamen Road to ONE, Kuzmin kini menjadi veteran dari lima pertandingan dalam organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini, dimana ia hanya kalah tipis di tangan petarung yang sangat dihormati, Muangthai PK Saenchai, dan penguasa bantamweight Muay Thai Jonathan “The General” Haggerty.

Jelas, Kuzmin memang belum pernah terkena KO di ONE. Namun walau itu menjadi catatan impresif di atas kertas, Suablack berkata itu mungkin menjadi refleksi dari keengganannya memasuki adu serangan:

“Saya kira alasan mengapa Vladimir tak pernah terkena KO di ONE adalah karena ia selalu menghindar dari adu serangan. Gayanya itu defensif. Petarung yang memilih bermain aman daripada menjadi agresif sangat jarang terkena KO.”

“Jika saya bertarung dengan gaya yang sama dengannya, saya kira saya takkan pernah terkena KO juga. Tapi gaya saya adalah: Menyakiti saya, saya akan menyakitimu.”

Di sisinya, Suablack terbukti menjadi salah satu pencetak penyelesaian paling berbahaya di Muay Thai, dimana ia mampu menghentikan laga dengan tangan, kaki, siku, atau lututnya.

Berkat kemampuan menyeluruh dan kegemarannya akan kekerasan, ia berharap dapat menjadi petarung ONE pertama yang menghentikan Kuzmin dalam jarak dekat:

“Saya yakin pada tingkatan tertentu bahwa saya dapat mencetak KO Vladimir dalam laga ini. Saya yakin bahwa senjata saya cukup kuat untuk meng-KO dirinya ke atas kanvas. Saya yakin bahwa saya dapat menjadi pria pertama yang meng-KO dirinya di ONE.”

Suablack Incar Peringkat Lima Besar

Jika Suablack dapat melewati Vladimir Kuzmin di ONE Fight Night 21, ia akan mencatatkan rekor 6-0 di ONE, 2-0 di jam tayang utama A.S., dan menjadi salah satu petarung yang paling cepat melejit dalam divisi bantamweight Muay Thai.

Secara alami, ia melihat bahwa sebuah kemenangan pada 5 April seharusnya mendaratkan dirinya dalam jajaran peringkat divisi itu:

“Jika saya dapat meng-KO Vladimir dalam laga ini, saya yakin saya akan siap melawan petarung lima besar dan menambahkan nama saya di jajaran peringkat.”

Sebuah posisi dalam peringkat itu akan menempatkan Suablack bersama para atlet Muay Thai terbaik seperti Saemapetch Fairtex, penantang gelar Juara Dunia Felipe “Demolition Man” Lobo, dan mantan pemegang gelar Nong-O Hama.

Itu seharusnya dapat menempatkan dirinya mendekati kesempatan memasuki perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai. Sebuah kesempatan merebut sabuk emas, kata petarung Thailand itu, dapat menjadi sebuah impian yang menjadi kenyataan:

“Menjadi penantang di lima besar sangatlah penting bagi saya karena itu berarti saya mendekati kesempatan untuk menantang gelar Juara Dunia. Selama nama saya termasuk dalam peringkat, itu sangat jauh melampaui impian saya.”

“Jika satu hari nanti saya memiliki kesempatan bertarung dalam perebutan gelar, itu akan menjadi kesempatan besar dalam hidup. Saya belum mencapai tujuan saya, tapi saat saya sampai di sana, saya akan menganggap diri saya sukses dalam karier saya.”

Selengkapnya di Berita

Yamin JoachimOuraghi 1920X1280
Adrian Lee
Milena Sakumoto Bianca Basilio ONE163 1920X1280 42
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 20 scaled
Superlek Kiatmoo9 Rodtang Jitmuangnon ONE Friday Fights 34 55
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 9
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 25 scaled
Yamin PK Saenchai Zhang Jinhu ONE Friday Fights 33 29
Hiroki Akimoto Petchtanong Petchfergus ONE163 1920X1280 4
Nong O Hama Kulabdam Sor Jor Piek Uthai ONE Friday Fights 58
NL 2539
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 21 12