‘Saya Akan Membuatnya Terlihat Bodoh’ – Denis Puric Percaya Diri Jelang Laga Kickboxing Kontra Rodtang

Jacob Smith Denis Puric ONE Fight Night 21 24

Denis “The Bosnian Menace” Puric yakin akan segera meraih kemenangan terbesar dalam kariernya saat bertemu mega bintang Thailand Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon.

Laga kickboxing yang telah menyita banyak perhatian ini akan berlangsung pada 8 Juni dalam ajang ONE 167: Stamp vs. Zamboanga di hadapan para penggemar yang akan memadati Impact Arena di Bangkok, Thailand.

Menempati peringkat #2 dalam divisi flyweight Muay Thai yang padat talenta, pria 39 tahun ini akan memasuki laga dengan catatan dua kemenangan beruntun. Ia pun merasa sedang dalam kondisi terbaik dalam sepanjang kariernya.

Rodtang, di sisi lain, adalah Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang telah lama berkuasa dan menjadi idola bagi penggemar di berbagai belahan dunia berkat kharisma serta gaya tanding yang menghibur.

Sadar akan reputasi sang lawan, Puric justru senang bisa menghadapi “The Iron Man” – meskipun laga kickboxing ini tanpa mempertaruhkan gelar apa pun:

“Saya senang, hanya itu yang bisa saya katakan. Saya tak peduli saat mendengar laga akan digelar dalam peraturan kickboxing selama tiga ronde. Teman, saya akan membuatnya terlihat bodoh.”

Jika Rodtang digemari karena gayanya yang terus melaju dengan agresif, Puric punya pendekatan yang mirip dan kerap berjaya saat laga beralih menjadi baku hantam.

Oleh karena itu, Puric mengaku siap menyambut tekanan khas ala Rodtang, dan tak seperti lawan-lawan sebelumnya, ia tak akan mundur sejengkal pun:

“Ini adalah jenis pertarungan saya. Cara dia bertarung, melaju, menunjukkan agresivitas, dia senang bertukar pukulan – dan seperti itulah pertarungan saya. Saat saya melihatnya, hal itu mengingatkan pada diri saya sendiri, jadi saya berkata dalam hati ‘saya harus bertarung melawannya.’

“Jujur saja, saya rasa saya punya lebih banyak senjata darinya, terutama dalam kickboxing. Yang dia bisa hanyalah menekan dan lawannya akan ketakutan, tapi kalian telah melihat seperti apa saya. Saya bukan orang yang hanya diam ketakutan. Saya tak takut.”

Puric mengatakan bahwa tekanan Rodtang, yang ia akui sangat menghibur bagi penonton, justru akan jadi titik lemahnya.

Percaya akan kekuatan pukulan dan serangan balasan yang dimiliki, petarung asal Bosnia dan Kanada ini menantang Rodtang untuk meledeknya seperti yang biasa dilakukan pada lawan-lawan sebelumnya:

“Dia akan terperangkap karena kalian tahu saya punya serangan balik dan saya tak sama seperti orang lain yang pernah memukul Rodtang.

“Dia tidak akan melakukan ini (memukul-mukul diri sendiri) dengan saya. Silahkan lakukan itu dan saya akan menendang rahangmu.”

Tak ada sedikit pun keraguan dalam benak Puric bahwa ia mampu mengalahkan striker paling terkenal di muka bumi saat ini.

Ia mengatakan jika gaya Rodtang terlalu mendasar dan sangat mudah diserang. Meskipun tak bisa menyerang dengan sikut dan dalam posisi clinch seperti laga Muay Thai, Puric yakin “The Iron Man” akan terlihat seperti manusia biasa pada 8 Juni nanti:

“Ayolah, dia sangat kaku. Dia adalah target mudah. Dan dia tak bisa menangkap saya karena kelincahan saya. Saya jarang terkena serangan. Selama saya dalam kondisi prima, saya akan terlalu cepat dan kuat, dan saya bergerak lincah. Dia tak akan bisa menangkap saya. Dia hanya maju dan bergerak kaku.

“Saya punya semua senjata dalam laga. Saya punya sudut [serangan]. Saya punya pukulan untuk [tanding] berhari-hari. Tidak ada clinch dan sikutan? Tidak masalah. Simak dan nikmati pertunjukannya. Akan sangat luar biasa. Akan sangat indah. Sekarang waktunya untuk raja baru.”

Denis Puric Targetkan Emas Dalam Dua Olahraga

Meskipun Denis Puric hanya bertarung Muay Thai dalam lima laganya di ONE dan mampu menembus lima besar, ia tetap merasa senang bisa menghadapi Rodtang Jitmuangnon dalam laga kickboxing di ONE 167.

Rodtang adalah kontender peringkat #1 dalam kickboxing divisi flyweight selain statusnya sebagai raja Muay Thai.

“The Bosnian Menace” menjelaskan bagaimana sebuah kemenangan atas lawannya itu bisa mengorbitkan kariernya lebih jauh lagi:

“Saya suka kickboxing. Ini juga membuka banyak pintu, kan? Saat saya mengalahkannya dalam kickboxing, saya akan menempati peringkat #1. Saya menghuni peringkat #2 dalam Muay Thai saat ini. Saya ada dalam situasi yang bagus. Tak ada yang lain selain perebutan gelar setelah ini! Saya rasa saya layak mendapatkannya.”

Puric memang punya kesempatan emas untuk menjadi pemain kunci dalam dua olahraga ini.

Dengan kemenangan di ONE 167, ia punya alasan kuat untuk menghadapi Rodtang dalam perebutan gelar ONE Flyweight Muay Thai dan juga menantang Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing Superlek Kiatmoo9.

Ia menambahkan:

“Setelah saya mengalahkannya, saya pikir saya layak [menantang juara]. Dan saya rasa saya pantas menghadapi juara kickboxing setelahnya.”

Selengkapnya di Berita

Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE on Prime Video 5 1920X1280 56
JarredBrooks GustavoBalart 1200X800
Danielle Kelly Jessa Khan ONE Fight Night 14 2 scaled
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 15 1
Tagir Khalilov Yodlekpet Or Atchariya ONE Friday Fights 41 47 scaled
Tye Ruotolo Izaak Michell ONE Fight Night 21 64
Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 10
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
Johan Ghazali Nguyen Tran Duy Nhat ONE 167 65
Kade Ruotolo Blake Cooper ONE 167 69
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 59
Mikey Musumeci Gabriel Sousa ONE 167 14