Nong-O Hadapi Imangazaliev Dalam Perebutan Gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Di ONE Friday Fights 147
Duel perebutan Gelar Juara Dunia sarat gengsi resmi ditetapkan untuk ONE Friday Fights 147.
Mantan raja bantamweight Muay Thai, Nong-O Hama, akan berhadapan dengan bintang tak terkalahkan asal Rusia, Asadula Imangazaliev, demi sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai yang kini lowong di Lumpinee Stadium, Bangkok.
Pertarungan eksplosif ini digelar pada 20 Maret dan tayang live di jam primetime Asia, mempertemukan legenda hidup dengan superstar muda yang tengah menanjak.
Nong-O menghabiskan bertahun-tahun membangun reputasi sebagai salah satu juara paling dominan dalam sejarah ONE Championship. Setelah merebut Gelar Dunia ONE Bantamweight Muay Thai perdana pada 2019, ia mempertahankan sabuk tersebut sebanyak tujuh kali – rekor terbanyak di kelasnya – dengan mengandalkan counter tajam, kombinasi bersih, dan daya hancur luar biasa.
Dominasinya berakhir saat ia kalah knockout ronde pertama dari Jonathan “The General” Haggerty pada April 2023. Meski sempat meraih satu kemenangan lagi di bantamweight setahun kemudian, petarung 39 tahun itu mulai mengevaluasi masa depannya seiring semakin sengitnya divisi tersebut.
Ia pun memutuskan untuk turun ke flyweight demi membuka petualangan baru.
Di kelas ini, Nong-O dapat lebih memaksimalkan kecepatan, keseimbangan, dan timing miliknya. Debutnya di divisi ini terjadi di ONE Fight Night 28 melawan Kongthoranee Sor Sommai dalam laga ketat yang berakhir dengan kekalahan lewat keputusan terbelah. Meski demikian, performanya membuktikan ia mampu langsung bersaing di level elite.
Tiga bulan kemudian di ONE Fight Night 31, wakil Evolve MMA itu tampil dengan penyesuaian jelas dan membalas kekalahan tersebut lewat kemenangan mutlak atas Kongthoranee. Ia mengontrol tempo dan menunjukkan pergerakan lebih tajam sepanjang tiga ronde cepat dalam laga ulang mereka.
Kemenangan itu menegaskan bahwa Nong-O bukan sekadar mencoba peruntungan di kelas baru. Ia telah beradaptasi dan menempatkan dirinya kembali di jajaran penantang teratas.
Awalnya, ikon Thailand itu sempat dijadwalkan menantang sabuk flyweight di ONE 173 pada November lalu. Namun, setelah lawannya tidak mendapat izin medis usai timbang badan dan tes hidrasi, laga tersebut dibatalkan.
Kini, Nong-O berdiri berhadapan dengan penantang muda yang terus melaju tanpa cela.
Imangazaliev datang dengan momentum kuat. Setelah mencuri perhatian lewat lima kemenangan – termasuk empat knockout – di ajang mingguan ONE, ia mengamankan kontrak roster utama di ONE Friday Fights 122 berkat knockout tendangan kepala ronde pertama atas Juara Dunia Muay Thai tujuh kali, Panpayak Jitmuangnon.
Kemenangan tersebut langsung melambungkan namanya ke jajaran elite.
Ia semakin mempertegas statusnya dengan menghentikan Kongthoranee di ronde kedua pada ONE Fight Night 39 Januari lalu. Hasil itu memperpanjang rekornya menjadi 11-0, memberinya bonus penampilan US$50.000 (Rp850 juta), sekaligus memperkuat klaimnya sebagai penantang Gelar Dunia.
Jika Nong-O membawa ketenangan dan pengalaman juara, Imangazaliev hadir dengan eksplosivitas, rasa percaya diri tinggi, dan rekor sempurna.
Dengan singgasana flyweight Muay Thai yang tanpa raja, ONE Friday Fights 147 akan menentukan siapa yang berhak naik takhta. Di arena bersejarah Lumpinee Stadium, seorang penguasa baru akan lahir.