Bela Diri Campuran

Jelang Laga Terbesarnya, Priscilla Dapat Dukungan Dari Sang Adik

Walau tak terikat hubungan darah, Adrian “Papua Badboy” Mattheis memiliki ikatan kuat dengan seorang kompatriot yang tak ubahnya berperan sebagai sosok kakak kandung.

Sosok tersebut adalah Priscilla “Thathie” Hertati Lumban Gaol, yang tampil dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX II pada Jumat, 6 November. Perhelatan ini sebelumnya telah direkam dari Singapore Indoor Stadium.

Srikandi seni bela diri Indonesia tersebut mendapat panggilan tugas untuk menghadapi atlet tangguh Tiongkok Meng Bo dalam laga bela diri campuran divisi atomweight

Dua bintang Indonesia ???????? akan menunjukkan aksinya ke seluruh dunia di ONE: INSIDE THE MATRIX II! ????Saksikan di ONE:…

Posted by ONE Championship Indonesia on Tuesday, November 3, 2020

Jelang laga sengit antara dua atlet andalan masing-masing negara tersebut, dukungan bagi Priscilla turut mengalir dari Adrian.

“Papua Badboy”, yang telah menganggap Priscilla sebagai sosok kakak dalam hidupnya, juga turut menawarkan bantuan saat Priscilla menjalani masa persiapan.

“Adrian punya dukungan dan punya cara bertanding. Adrian beri tahu strateginya bagaimana, karena Adrian kalau di bela diri campuran turun duluan. Sementara kak Thathie [terjun] setelah Adrian. Maksudnya Adrian cuma bisa berbagi pengalaman ke kakak saja sama teknik-teknik,” ujar atlet Tigershark Fighting Academy tersebut.

“Sparring memang tidak banyak-banyak, tapi saya bantu latihan.”

Sebagai laga pembuka ONE: INSIDE THE MATRIX II, pertemuan keduanya bisa dianggap sebagai kunci untuk membuka pintu menuju turnamen ONE Atomweight World Grand Prix pada 2021.

Maka tak mengherankan jika duel ini dianggap sebagai sebuah pertaruhan besar bagi Priscilla, mengingat level serta portofolio impresif yang dimiliki petarung peringkat kedua di divisinya tersebut.

Namun, langkah Priscilla menuju Circle pun bukan tanpa modal. Sebagai peraih medali dalam dua Kejuaraan Wushu Dunia, Priscilla telah menjadi sosok idola berkat penampilannya di pentas global ONE Championship.

Bahkan, dalam sembilan laga terakhirnya, ia berhasil meraih tujuh kemenangan termasuk saat mengalahkan Juara Dunia Kun Khmer asal Kamboja Nou Srey Pov dan juara tinju Myanmar Bozhena “Toto” Antoniyar.



“Kalau saat latihan, kak Thathie lebih banyak striking, kakak. Tapi Adrian selalu ingatkan kak Thathie untuk hati-hati saja. Ini lawan juara istilanya, harus sebaik-baik mungkin persiapannya,” cerita Adrian.

Dengan rekor profesional 14-5, Meng Bo dikenal berkemampuan lengkap karena memiliki pukulan keras dan keahlian dalam area ground.

Dalam laga debutnya pada November lalu, Meng Bo tampil mengesankan dengan meraih kemenangan KO atas Laura “La Gladiadora” Balin kurang dari tiga menit sejak ronde pertama dimulai.

Pukulan keras dari tangan kanan Meng Bo mampu merobohkan pertahanan atlet asal Argentina tersebut.

“Kalau striking, mereka ini sama-sama jago. Dalam wushu itu bantingannya gila dan [lemparan] pinggangnya bagus. Kalau saran dari Adrian untuk kak Thathie, langsung saja di bawa ke ground. Tapi Adrian tidak bisa melebihi pelatih, cuma bisa kasih pengalaman,” sebutnya.

Pria yang besar di Sorong, Papua Barat, tersebut pun yakin bahwa kemenangan akan menghampiri sosok sang kakak.

“Kalau dari lubuk hati paling dalam, saya tetap menjagokan kak Thathie,” ujar Adrian.

“Karena bela diri campuran memang bisa dinilai di atas kertas, tapi yang penting namanya kerja keras kita pasti ada hasilnya, toh?”

Baca juga: James Nakashima Tak Terpengaruh Perebutan Gelar: ‘Tekanan Itu Hilang Dari Saya’

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.