Bela Diri Campuran

Iuri Lapicus Ingin Hadapi Christian Lee Pasca Raih Kemenangan Cepat

Setelah menampilkan performa ciamik dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE, Iuri Lapicus mengumumkan harapannya untuk menjadi seorang kontender bagi pemegang gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Jumat lalu, 7 Februari,  atlet sensasional asal Moldova yang belum tersentuh kekalahan ini meraih kemenangan mengagumkan atas mantan Juara Dunia ONE Featherweight Marat “Cobra” Gafurov lewat kuncian rear-naked choke hanya dalam 67 detik di Jakarta.

Lapicus sendiri merasa takjub akan raihan tersebut, dan yang lebih membuatnya bangga adalah sebuah kemungkinan yang menunggu di depannya.

“Saya merasa luar biasa, ini adalah hasil terbaik yang bisa saya bayangkan! Saya sangat puas semua kerja keras dan dedikasi saya selama latihan memberi hasil yang luar biasa,” ungkapnya. 

“[Kemenangan itu] terasa luar biasa. Bagi saya ini berarti menambah daftar kemenangan dalam rekor saya. Saya tetap rendah hati dan percaya diri. Namun saya juga menyadari, mampu mengakhiri [laga melawan] seorang mantan Juara Dunia ONE lewat cara yang spektakuler akan memberi saya dorongan tambahan dalam persaingan [di divisi lightweight], dan memberi saya kesempatan untuk menatap laga perebutan gelar Juara Dunia.”

Atlet asal Team Petrosyan tersebut tak membutuhkan waktu lama untuk tampil memukau di depan publik Istora Senayan. Ia langsung melayangkan pukulan-pukulan keras dan menyergap lewat leg kick yang membuka benteng pertahanan “Cobra.”

Lapicus melanjutkan aksinya dengan teknik harai goshi yang cantik yang membuat Gafurov terjatuh ke atas kanvas. 

“Saya tahu kondisi kakinya kurang sigap jadi saya berusaha menyerangnya untuk kemudian melakukan takedown,” tuturnya.

Harai goshi adalah salah satu gerakan favorit saya saat berada dalam posisi clinch. Pastinya dia memandang sebelah mata saya, clinch saya, dan permainan grappling saya. Namun saya bisa melihat di matanya dia merasakan pukulan dan tendangan saya dan menyadari bahwa dia sedang berada dalam masalah besar.”



Dari situ, atlet yang bermukim di Milan, Italia, ini bergerak mulus ke arah belakang lawannya dan segera menerapkan kuncian rear-naked choke licin – yang merupakan gaya khas sang lawan – untuk memenangi laga.

Lapicus sebenernya sudah mengantisipasi duel keras saat menghadapi salah satu atlet tersukses di “The Home Of Martial Arts” tersebut, namun ia jelas bersyukur bisa meraih kemenangan tanpa cela tersebut.

“Jujur, saya memprediksi laga akan berjalan sengit selama tiga ronde. Saya siap 100 persen baik secara fisik maupun mental untuk laga ini dan siap berduel dengan seorang mantan Juara Dunia ONE,” jelasnya. 

“Awalnya, saya bahkan tak menyadari betapa cepat laga berakhir. Lalu saya duduk dan menyaksikan tayangan ulang berkali-kali dan baru menyadari bahwa saya telah mengakhiri laga dalam waktu yang singkat.

“Saya bisa merasakannya. Dia tak menyadari betapa cepat saya bergerak ke arah belakang tubuhnya, dan ketika dia sadar, semuanya sudah terlambat karena saya sudah menguncinya. Saya tahu bahwa rear-naked choke adalah gaya khasnya, tapi itu juga salah satu teknik favorit saya!

Iuri Lapicus defeats Marat Gafurov ONE WARRIOR'S CODE

Setelah mencetak kemenangan terbaik dalam kariernya hanya dalam waktu satu menit, atlet yang tengah memegang rekor 13-0 ini percaya bahwa kini, laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Lightweight ada dalam jangkauannya.

Meskipun menyadari bahwa divisi tempat ia bernaung penuh dengan talenta, ia berharap bisa menghadapi penguasa lightweight saat ini – Christian “The Warrior” Lee.

“Saya sangat penasaran bagaimana kemenangan ini akan mempengaruhi peringkat saya dalam divisi ini. Namun saya rasa [saya kini berada] dalam posisi lima teratas,” tutur Lapicus. 

“Saya tahu apa yang bisa saya lakukan di ring dan saya sangat yakin saya layak berada dalam jajaran petarung elit. Saya ingin segera kembali sesegera mungkin. Saya merasa luar biasa dan saya sedang dalam dalam karier terbaik saya.  Saya sangat mencintai olahraga ini dan berada di atas ring adalah cara alami saya dalam berekspresi dan merupakan alasan tersebesar saya berlatih keras setiap hari. 

“Jadi besar atau pulang saja sekalian – Selanjutnya saya ingin bertemu Christian Lee!”

Baca Juga: Matsushima Ingin Hadapi Garry Tonon Dan Thanh Le Setelah Menang KO