Media Sosial

Gerakan Kemanusiaan Rudy Agustian Di Tengah Pandemi COVID-19

Di tengah kondisi sosial yang terdampak oleh pandemi global COVID-19, semakin banyak gerakan dalam menggalang solidaritas dengan semangat kemanusiaan.

Diantaranya adalah atlet ONE Championship Indonesia, Rudy “The Golden Boy” Agustian, yang menggagas gerakan kemanusiaan dengan tagar #GCMPeduli melalui akun Instagram miliknya.

View this post on Instagram

Video ini merupakan beberapa dokumentasi yang saya ambil saat membagikan paket donasi gcmpeduli. Terima kasih banyak buat teman2 yang sudah berdonasi dan membeli masker golden camp, dimana semua uang yang kita kumpulkan dr hasil penjualan, kita belikan makanan dan minuman + masker untuk mereka yg membutuhkan dan kurang mampu.. tanpa donasi kalian, kita ga akan bisa berbagi sedikit kebaikan dan kepedulian dengan mereka, meskipun kita semua pun sedang mengalami masa sulit. Saya sangat berterima kasih atas kebesaran hati kalian. Dan terima kasih kepada teman2 saya yang sudah membantu membagikan 350 paket ini, dr sore sampai mlm. thx bgt atas waktu dan kinerja kalian @ed.gunawan @linda_turnip @nurrizky22 @delmrz @qinjatnika2 @arif.farhan61 @anggabastianforto @reinerolivier @debsmilo Indahnya berbagi.. see you again #weareONE #goldenboysquad #goldencampserpong #goldencampmuaythai #covid19 @onechampid #gadingserpong #modernland #tangerang #tangerangselatan

A post shared by Rudy Agustian (@rudygoldenboy) on

“Sebenarnya dari dulu memang selalu ada keinginan untuk memberi bantuan atau berdonasi. Salah satunya adalah ke panti asuhan atau ke panti jompo. Pernah beberapa kali kami lakukan, walaupun belum rutin,” buka atlet asal Strive MMA/Golden Camp ini.

“Nah ketika COVID-19 melanda, saya merasa pandemi ini benar-benar sangat berdampak pada masyarakat. Semua sedang merasakan kesusahan, dan jujur saya sendiri pun juga. Tapi saya memikirkan bagaimana nasib mereka-mereka yang setiap hari tetap harus pergi kerja keluar; seperti pemulung, tukang sapu jalan, tukang-tukang jualan di jalan. Bagaimana nasib mereka?”

Rudy kemudai memulai inisiatif dengan mengajak mengajak teman-teman serta anggota di sasana Golden Camp.

“Kalau kita bersama-sama, maka jumlahnya pun bisa terkumpul lebih besar dan yang bisa terbantu juga akan lebih banyak. Tapi dalam gerakan ini saya juga ingin mengingatkan orang-orang yang berada di luar rumah agar lebih waspada terkait keamanan dan kesehatan dengan menggunakan masker,” urai Rudy.



Donasi tersebut berupa penjualan masker bagi masyarakat umum, dan keuntungannya dikumpulkan untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Konsep tersebut dirasa menjadi yang terbaik karena para donaturpun mendapatkan masker yang sangat bermanfaat saat masa pandemi seperti sekarang

“Mekanismenya berlangsung tidak lama, yaitu hanya sekitar 2 hari pengumpulan dana. Karena sudah cukup mencapai target maka akhirnya kami tutup kemarin tadi malam tanggal 20 Mei dan tanggal 22 Mei kami bagikan  donasinya,” lanjut mantan juara divisi flyweight OPMMA ini.

Seniman bela diri asal Tangerang ini merasa takjub dengan  keterlibatan banyak relawan dalam kampanye kemanusiaan tersebut.

“Yang terlibat itu beberapa ada member sasana; yang membantu mencari informasi jika ada kenalan yang omset penjualan makanannya menurun karena pandemic Covid-19 ini,” kata Rudy.

“Karena itu, kami melalukan pemesanan nasi kotak di tempat tersebut agar juga bisa membantu mereka. Kalau untuk masker, kebetulah saya dibantu seorang kenalan juga untuk produksinya,” ungkapnya lagi.

Gerakan ini secara khusus ditujukan kepada warga sekitar di Tangerang. Sekitar 300 nasi kotak dan 100 masker kain telah dibagikan.

“Saya tidak menyangka respon teman-teman akan secepat dan sebanyak ini, karena donasi ini diadakannya hanya singkat yaitu dalam 2 hari. Tapi respon dan hasil yang didapat cukup banyak,” tutur Rudy.

“Mungkin bantuan ini tidaklah terlalu besar, tapi nasi kotak dan masker ini merupakan bukti bahwa masih banyak orang yang peduli akan sesamanya. Semoga yang menerima bisa mengerti dan merasakan kepedulian kami,” pungkasnya.

Baca juga: Satu Perjalanan, Seribu Cerita: Kisah Rudy Agustian Saat Mengejar Ilmu Di Thailand