Berita

Eustaquio Ingin Gelar Flyweight, Tapi Beri Kesempatan Bagi Kingad

Mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio sangat ingin merebut kembali tahtanya, namun ia tak akan melakukan itu jika harus mengorbankan rekan satu timnya.

Sejak kehilangan sabuknya di tangan pemegang gelar saat ini, Adriano “Mikinho” Moraes, dalam laga trilogi mereka pada Januari 2019, Eustaquio telah termotivasi meraih kesempatan perebutan gelar Juara Dunia berikutnya.

Atlet veteran ini jelas berada dalam jalur yang tepat, karena ia memiliki dua kemenangan beruntun dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memasuki jajaran lima besar.

Namun, rekan satu timnya di Team Lakay Danny “The King” Kingad adalah penantang peringkat kedua divisinya dan dapat mendapatkan kesempatan berikutnya untuk merebut sabuk emas. Jika atlet muda Filipina ini menjadi penguasa divisi flyweight berikutnya, “Gravity” akan melepaskan kesempatan apa pun untuk menantang rekannya ini.

“Game plan bagi saya sangatlah sederhana,” kata Eustaquio yang berusia 32 tahun ini.

“Danny ada di sana, di lima besar. Saya telah menjadi Juara Dunia. Saya mengalami kegembiraan dan hak istimewa untuk menjadi Juara Dunia. Kini, datanglah ading (adik lelaki) saya, Danny. Ia hampir berada di sana. Ia sangat dekat untuk menjadi Juara Dunia. Saya berbahagia untuk dirinya.”

The Philippines' own Danny Kingad competes against China's Xie Wei

Dalam berbagai cara, “Gravity” akan membayar kesetiaan rekan mudanya itu sejauh ini.

Selama lima tahun terakhir, Kingad dan Eustaquio berkompetisi bersama di divisi flyweight bela diri campuran ONE Championship yang sangat padat, namun keduanya bersumpah untuk tak akan pernah melawan satu sama lain.

Sumpah itu sempat diuji saat Eustaquio mengalahkan Kairat “The Kazakh” Akhmetov dalam laga ulang mereka untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Interim di bulan Januari 2018.

Kingad telah memulai lajunya demi mencapai tangga teratas peringkat divisi tersebut, tetapi walau begitu, ia tak akan mengambil kesempatan untuk menantang rekan veterannya itu demi sabuk emas.

Apa pun itu, ia lebih ingin mengumpulkan lebih banyak pengalaman dan membiarkan “Gravity” bersinar di bawah sorotan.



Namun, kini keadaan mulai berbalik, dan inilah giliran sang mantan penguasa divisi flyweight yang menyemangati atlet berbakat berusia 25 tahun itu.

Eustaquio akan bersedia menunggu jika Kingad mendapatkan kesempatan kedua untuk menantang Moraes – salah satu pria yang pernah mengalahkannya. Namun jika atlet muda Filipina itu menjatuhkan bola tersebut, “Gravity” berjanji untuk mengambilnya dan berlari bersama itu.

Game plan yang kita miliki bersama pelatih Mark [Sangiao] adalah untuk memberi Danny kesempatan menjadi Juara Dunia,” tambah Eustaquio.

“Namun, untuk saya, pelatih mengatakan agar saya tetap melakukan bagian saya dan tetap menang, karena jika Danny tidak melakukan pekerjaannya dan mempertahankan sikap yang tepat untuk menjadi Juara Dunia, maka saya akan mengambil posisinya dan sekali lagi menjadi Juara Dunia.”

Geje Eustaquio at the ONE MASTERS OF FATE Open Workout

Terlepas dari apa yang terjadi di jajaran teratas, ada satu hal yang dapat dipastikan: Para penggemar tak akan dapat melihat laga antara Eustaquio dan Kingad di dalam Circle.

Baca juga: 5 Laga MMA Yang Kita Nantikan Di Paruh Kedua 2021

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.