Berita

Eddie Alvarez: Pertarungan Melawan Eduard Dapat Menjadi Laga Terbaik Tahun Ini

17 Juli 2019

Eddie “The Underground King” Alvarez, tidak berdalih atas kekalahan yang menimpanya di debut perdana ONE Championship. Tetapi ia berjanji bahwa penggemarnya tidak akan melihatnya jatuh kembali pada ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Juara Dunia bela diri campuran di berbagai organisasi ini mengalami cedera mata serius pada ronde pertama pertandingannya di turnamen ONE Lightweight World Grand Prix, Maret silam. Namun, ia hanya menyalahkan dirinya sendiri atas kekalahan satu ronde terhadap atlet pencetak KO asal Rusia Timofey Natsukin.

Sekarang, pertarung kelahiran 35 tahun silam ini bersiap kembali ke dalam arena pertandingan menghadapi Eduard “Landslide” Folayang di Manila, Filipina, pada tanggal 2 Agustus. Eddie mengetahui betul apa yang harus dilakukannya dalam laga ini.

“Dalam pertandingan melawan Timofey, mungkin saya membutuhkan pemanasan yang lebih lama sebelum pertandingan dimulai. Saya pun sedikit ragu dalam pertandingan tersebut,” ungkap Eddie.

“Timofey terlihat lebih besar dari segi fisik. Sedangkan kondisi berat dan fisik saya nampak tidak sesuai dengan fisik para petarung divisi lightweight lainnya malam itu.”

“Terlebih lagi, saya tidak dapat melepaskan keraguan, dan ketika anda mempunyai keraguan menjelang pertandingan seperti itu, anda tahu petarungan itu tidak akan berlangsung lama.”

“Saya tidak puas dengan penampilan saya […], tetapi saya paham kenapa saya kalah. Saya yakin bahwa saya adalah petarung yang jauh lebih baik dibandingkan yang saya perlihatkan pada pertandingan tersebut,” tambahnya.

Seberat apapun penderitaan akibat kekalahan dalam ajang debutnya, petarung asal Philadelphia, Amerika Serikat ini mengatakan bahwa kekalahan tersebut tidak membuat tujuan utamanya di ONE Championship pudar.

“The Underground King” tetap mengincar gelar Juara Dunia ONE Lightweight, dan tentunya, ia sangat termotivasi untuk melangkah maju. Berikutnya adalah menghadapi seorang petarung yang pernah dua kali memegang sabuk emas divisi lightweight, Eduard Folayang.

“Kekalahan tersebut seperti membakar perut saya,” ungkap Eddie. “Saya belum mengubah arah sedikitpun. Tujuan saya masih sama, saya tidak pernah mendefinisikan diri saya sebagai pemenang atau orang yang kalah.”

“Saya akan menjadi Juara Dunia ONE Lightweight dan hal ini akan terjadi. Saya tidak akan kalah lagi.”

“Saya akan mengalahkan Eduard, setelah itu mungkin saya akan dihadapkan dengan petarung tangguh lainnya, kemudian saya akan mengalahkan mereka. Dan saya akan segera bertarung demi memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Championship.”

Pertandingan ini akan menjadi bagian dari babak semifinal turnamen ONE Lightweight World Grand Prix, karena cedera yang menimpa Timofey Nastyukhin. Jika Eddie berhasil menang, ia akan melaju ke babak final menghadapi Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dalam ajang ONE: CENTURY, Oktober mendatang di Tokyo, Jepang.

Jika ia berhasil merebut kemenangan di negeri matahari terbit ini, Eddie akan menjadi penantang papan atas yang akan memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Lightweight di tahun berikutnya.

Laga antara Eddie dan Eduard menjadi lebih spektakuler, karena mereka adalah dua petarung bela diri campuran veteran dari belahan dunia Timur dan Barat. Satu-satunya alasan mengapa pertandingan impian ini dapat terwujud adalah karena petarung asal AS ini sudah bergabung di “The Home Of Martial Arts” setahun silam.

Pesaingnya, “Landslide” telah beberapa kali menjadi Juara Dunia, dimana Eddie sangat menghormati percapaian tersebut.

Namun, ia percaya bahwa masih banyak keunggulan yang dimilikinya di atas petarung bintang dari Team Lakay ini – dalam hal pengalaman bertanding di kancah tertinggi seni bela diri campuran. Dan ia percaya bahwa dirinya akan keluar menjadi pemenang pada 2 Agustus mendatang.

“Saya pikir Eduard petarung yang bagus, berkemampuan lengkap – memiliki teknik gulat, tendangan dan jurus tendangan putar ala wushu yang baik. Dia seorang Juara Dunia, salah satu atlet terbaik yang dimiliki ONE Championship,” ungkap Eddie.

“Saya tidak yakin Eduard memiliki pengalaman bertanding seperti yang saya miliki. Saya pikir ia masih sering membuat kesalahan, karena kebiasaan yang dibawanya dari wushu. Saya berencana untuk mengeksploitasi kesalahan tersebut, lalu membuat ia membayarnya.”

Sepanjang perjalanan karirnya, Eddie telah bertarung pada laga-laga penting dan berharap bahwa pertarungannya dengan Eduard akan menjadi laga spektakuler lainnya.

Terlepas dari berapa lama pertandingan ini akan berlangsung, Eddie berjanji akan menghadirkan aksi-aksi fantastis sejak laga ini dimulai. Terlebih lagi, fakta bahwa ia akan mendatangi tanah kelahiran Eduard hanya akan membuat pertandingan ini lebih semarak dan menegangkan.

“Saya kira pertandingan ini berpotensi menjadi ‘Fight Of The Year’,” tegas Eddie.

“Saya akan bertarung tanpa beban. Saya tidak menyukai penampilan saya pada pertandingan debut itu. Saya juga tidak menyukai harus bertarung di negara asal lawan saya. Saya merasa tersudut, tetapi saya akan menikmati peran ini dan membungkam semuanya.”

Yang terpenting adalah bahwa Eddie tidak sabar untuk kembali bertarung dan melakukan yang terbaik.

Ia sangat ingin kembali menjadi dirinya sendiri, yang hanya akan mendorong Eddie mengeluarkan keahlian terbaiknya saat melawan salah satu petarung terbaik sepanjang sejarah bela diri campuran di Asia.

“Saya menantikan perasaan itu – perasaan ketika rasa takut dan cemas menghampiri – dan bertanding dengan cara yang bahkan saya sendiri tidak mengetahui bahwa saya mampu,” tambahnya.

“Saya rasa saya memiliki kemampuan untuk menggabungkan semuanya – saya bisa bertarung di segala aspek.”

“Saya bisa bertarung di ground, bergulat, [atau] mengeluarkan teknik Jiu-Jitsu. Saya dapat melakukan semuanya. Ketika saya bertarung dengan pintar, saya dapat mengalahkan semua petarung di dunia.”

Manila | 2 Agustus | 18:00 WIB | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global Tiket:http://bit.ly/oneheroes19