Fitur

‘Saya Tak Bisa Menguasai Diri’ – Bagaimana Ujian Masuk Militer Bawa Superlek Temukan Ayahnya

13 Agu 2022

Tanpa ayah, atau setidaknya figur ayah, seorang anak lelaki akan membawa berbagai pertanyaan yang tak terjawab dalam hidupnya.

Inilah yang terjadi pada bintang Thailand Superlek Kiatmoo9, yang akan melawan Walter Goncalves pada babak semifinal ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix di ONE Fight Night 1 yang disiarkan langsung di jam tayang utama Amerika Utara pada Jumat, 26 Agustus waktu A.S.

“The Kicking Machine” berbagi jelang laganya di Singapore Indoor Stadium itu:

“Saya belum pernah melihat [ayah saya], dan saya tidak mengetahui apa pun tentang dirinya. Ibu saya, ia hampir tak pernah berbicara tentang dirinya. Saya bertanya, tetapi ibu tak memberi saya detail yang banyak.”

Satu-satunya yang dikatakan oleh ibu Superlek pada Juara Dunia Muay Thai empat kali ini adalah bahwa ayahnya meninggalkan mereka saat usia kandungan ibunya berada di bulan ketiga atau keempat.

Berdeterminasi untuk mengetahui tentang pria misterius ini, Superlek beralih pada anggota keluarga lain yang dapat membantunya. Namun sayangnya, ia selalu tidak mendapatkan jawaban.

Ia berkata:

“Saya akan bertanya pada banyak orang – seperti kakek dan nenek saya – tentang ayah, tetapi tak ada yang memberi jawaban yang saya inginkan.”

Bertemu Pria Yang Tak Pernah Dikenalnya

Berniat membangun kehidupan di luar Muay Thai, Superlek Kiatmoo9 bergabung dengan dinas militer Thailand, menjadi tentara, lalu mendaftarkan diri untuk ujian masuk menjadi sersan. Namun, warga Buriram ini kekurangan satu dokumen penting agar ia dapat lolos – tanda pengenal ayahnya.

Hal itu memotivasi “The Kicking Machine” dan anggota keluarganya untuk mulai mencari sang ayah.

Ia berkata:

“Ibu saya memberi tahu tentang provinsi dimana ia tinggal. Lalu, istri saya pergi ke kantor distrik dan bertanya tentang informasi terkait ayah saya dari catatan sipil.”

Saat staf memasukkan nama ayahnya ke dalam sistem, tak ada yang muncul, maka semua orang berasumsi bahwa ia sudah pindah. Tetapi Superlek berdeterminasi untuk mengambil ujian masuk itu, maka ia kembali ke kantor catatan sipil dan mengetahui bahwa mereka salah mengeja nama ayahnya.

Dengan nama yang tepat itu di dalam sistem, ia menemukan bahwa ayahnya memang tinggal di distrik tersebut. Ia mengambil foto yang ditemukannya di catatan sipil dan menunjukkannya pada sang ibu, yang memberi konfirmasi bahwa itu memang ayahnya.

Namun, Superlek tak segera ingin menemuinya. Lagipula, satu-satunya hal yang ia ketahui tentang sang ayah adalah bahwa ia meninggalkan keluarga itu bahkan sebelum superstar Muay Thai masa depan ini lahir. Tetapi, pada akhirnya, “The Kicking Machine” pergi ke alamat itu dan bertemu dengan sang ayah.

Ia berkata:

“Saya meminta dirinya untuk menunjukkan dokumen untuk memastikan ia adalah ayah saya. Ia menunjukkan foto saya yang diterima dari ibunya, dan ia jelas adalah ayah saya. Saya tak dapat menguasai diri. Itulah pertama kalinya saya bertemu dengan ayah saya.”

“Seluruh [emosi itu] membanjiri saya di dalam.”

Kisah Di Belakang Kepergian Ayahnya

Setelah berbicara dengan ayahnya, Superlek Kiatmoo9 terkejut saat mengetahui bahwa pria itu tak pernah berkeinginan meninggalkan ibunya. Faktanya, sang ayah dari petarung Kiatmoo9 ini menjadi anggota biara sebelum mengetahui kehamilan itu.

Saat ayah Superlek pulang, ibunya sudah pindah, dan tanpa telepon seluler atau internet pada saat itu, sangat sulit bagi ayahnya untuk mencari sang ibu.

Sejak pertemuan pertama mereka, keduanya mulai merangkai hubungan yang sempat terputus dan menjadi semakin dekat.

Superlek berkata:

“Ia bangga pada saya saat ia menyadari saya adalah petarung Muay Thai. Ia memberitahu teman-temannya tentang karier saya, dan ia menonton seluruh pertarungan saya.”

Sekarang, sang ayah dan anaknya itu sering berbicara via telepon dan saling mengunjungi. Dan, walau Superlek kini berusia 26 tahun dan sempat kehilangan banyak waktu, ayahnya berusaha untuk membayar itu semua.

“The Kicking Machine” berkata:

“Ia meminta saya berkonsentrasi pada latihan saya, untuk merawat diri saya sendiri, dan untuk tidak tidur terlalu malam. Saat saya mendapat jadwal bertarung, ia selalu mendukung saya untuk terfokus.”

“Ia sangat ingin melihat saya menjadi Juara Dunia [ONE] satu hari nanti, dan saya ingin membuat mimpinya itu menjadi kenyataan.”

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.