Fitur

Satu Pasang Sneakers Tak Akan Cukup Bagi Koyomi Matsushima

Seperti seni bela diri, budaya pakaian santai atau streetwear telah berakar lama di dalam kebudayaan Jepang.

Namun, hanya ada beberapa figur yang dapat menyeimbangkan keduanya, seperti Koyomi “Moushigo” Matsushima.

Bintang divisi featherweight ini lebih dari sekedar seniman bela diri kelas dunia. Ia juga seorang kolektor sepatu olahraga, atau sneakers, yang memiliki hampir seratus pasang di rumahnya.

“Saya mulai menyukainya saat saya masih kanak-kanak,” jelas atlet berusia 27 tahun ini.

“Saya masih bergulat saat itu. Dalam gulat, kami mengenakan sepatu gulat, dan jika kami hanya memiliki satu pasang, itu sangat cepat menjadi bau. Maka, saya harus membeli beberapa pasang untuk dikenakan bergantian. Ini adalah alasan mengapa saya mulai mengkoleksi sepatu.”

Sepatu selalu menjadi cara Matsushima untuk menampilkan gayanya, baik di sekolah, di tempat ia bergaul, atau di dojo.

Warga Yokohama ini selalu ingin sneakers yang dimilikinya terlihat saat ia berada di manapun.

“Saya awalnya menyukai sneakers sebagai bagian dari tren mode. Saya mencoba memilih sneakers yang cocok dengan warna pakaian yang saya kenakan,” akunya.

“Saat saya mulai menyukainya, saya mempelajari latar belakang dan sejarah sneakers, dan saya pun menjadi lebih menyukainya.”



Atlet Jepang ini tidak terlalu memperhatikan merek dari sneakersnya, tetapi jelas bahwa beberapa sepatu kesayangannya berasal dari salah satu perusahaan terbesar di dunia, Nike.

Koleksinya termasuk Nike Air Jordan, yang menandai sebuah kolaborasi revolusioner bersama legenda NBA Michael Jordan; Cortez, yang adalah edisi sepatu lari pertama dari perusahaan tersebut; Dunk SB, yang diperuntukkan bagi para skaters; serta Air Max 1s, yang adalah sepatu pertama dengan teknologi Max Air milik perusahaan tersebut.

“[Mengkoleksi sneakers] itu sangat menyenangkan. Serta, tiap pasangnya memiliki desain tertentu yang dapat dipasangkan dengan dunia mode saat mereka diluncurkan,” tambahnya.

“Sepatu pertama yang saya pakai adalah [Air] Jordan. Itu terjadi pada tahun 1993 ketika saya lahir. Ditambah lagi, sepatu pertama yang saya beli adalah Cortez. Saya kira saya membelinya saat saya berada di sekolah menengah atas. Sejak itu, saya mulai menambah koleksi sedikit demi sedikit.”

Koleksi tersebut berkembang sampai hampir seratus pasang.

Jelas bahwa Matsushima memiliki banyak pilihan untuk tetap menjaga kedua kakinya, tetapi hobinya ini bukanlah sesuatu yang disetujui kedua orang tuanya.

Untuk meredam isu tersebut, ia menjual sepatu yang tidak ia kenakan. Namun, sama seperti kebanyakan kolektor sepatu lainnya, atau sneakerheads, menjual sepatu adalah salah satu kesempatan bagi “Moushigo” untuk menambah koleksinya.

“Saya akhirnya menjual sepatu yang tidak saya kenakan lagi. Saya lebih senang mengenakan sepatu terfavorit saya, maka ada beberapa pasang yang saya kenakan sekali setahun,” jelasnya.

“Orang tua saya mengatakan ada terlalu banyak sepatu dan itu memakan tempat, namu saya berdalih. Saya mengatakan ini adalah hobi saya satu-satunya.”

Dengan pengalaman selama kurang lebih 15 tahun dalam dunia sneaker, atlet Jepang ini memiliki beberapa desain yang paling diincar dalam koleksinya.

Diantara mereka adalah Dunk SB Low Heineken (senilai US$3.100), Dunk SB Low Pushead (senilai US$1.000), Dunk High Pro SB Melvins (senilai US$800), Dunk SB Low Nasty Boys (senilai US$500), serta Nike Air Max 1 Master (senilai US$700).

Tetapi, kemanapun ia pergi bertanding di atas panggung dunia, ia menjaga aset tersebut di rumahnya dan hanya membawa Air Jordan 11 (AJ11) Concord bersamanya.

Bagi sebagian besar penggemar sneakers, Air Jordan 11 bukanlah seri sepatu yang terlalu atraktif atau diincar. Namun, itu adalah sepatu ikonik yang dikenakan oleh Jordan selama musim pertandingan tahun 1995-1996, beberapa bulan setelah legenda ini kembali bertanding dalam sisa musim 1994-1995.

Sama seperti bagaimana pria yang lima kali meraih gelar MVP di NBA ini membawa timnya ke babak ‘playoff’ dalam musim-musim kemenangan Chicago Bulls bersama sneakers tersebut, Matsushima meyakini bahwa AJ11 adalah jimat keberuntungannya.

“Saat saya meninggalkan Jepang untuk berlaga, saya selalu memastikan akan mengenakan [Air] Jordan 11 low concord. Saya paling menyukainya karena desainnya,” sebutnya.

“Ditambah lagi, Michael Jordan mengenakan ini saat ia kembali dari masa pensiunnya, maka saya rasa ini adalah latar belakang yang baik untuk menjadikan sepasang sepatu ini jimat keberuntungan.”

View this post on Instagram

@taka22iwa おじさん????????からオススメスニーカーバトンなるものが回ってきたのでやらせていただきます。 ① jordan11 'concord' 1995年製 もうほぼ観賞用で履けはしませんが黄ばみ具合まで????‍♂️ ② W jordan2 'Rivals' パテント、バスケットボールレザー、キルティング、スウェードを使ったうえに色々なチームカラーを取り入れた1足。まだおろしてないので早く履きたい… という履けてない2足でした。 次に回すのは… @_gatayan_ にいい物見せていただきたい! @mamidon1215 さんのオススメスニーカー気になります! よろしくお願いします???? #スニーカーバトン

A post shared by Koyomi Matsushima (@koyosgram) on

Selain jimat keberuntungannya itu, Matsushima juga membawa beberapa sepatu baru bersamanya untuk tetap tampil sesuai dengan gaya fesyen terbaru.

Walau para penggemar mungkin tetap ingin melihat gerakan cepatnya di dalam Circle, mungkin mereka juga harus melihat sepatu yang dikenakannya kapanpun ia kembali ke atas panggung dunia. Dijamin, tiap kali ia tampil, “Moushigo” akan mengenakan sesuatu yang berbeda.

“Saya ingin mengurangi berat koper saya, maka saya tidak membawa sepatu terlalu banyak,” sebutnya. “Saya membawa satu pasang lain supaya saya dapat berlatih. Saya selalu mengganti-ganti sepatu yang saya bawa tiap kali saya berlaga.”

Baca juga: Xiong Jing Nan Membalas Budi Bangsanya Di Tengah Pandemi COVID-19