Fitur

Ramazanov Vs. Pongsiri: 4 Kunci Kemenangan Laga Muay Thai

Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov dan Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym adalah dua pria dengan gaya bertarung yang berlawanan, namun mereka juga berbagi tujuan yang sama – untuk menantang Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao.

Salah satu striker ini akan mengambil langkah besar menuju target tersebut saat mereka bertemu dalam laga bantamweight Muay Thai di ONE: NEXTGEN III pada Jumat, 26 November ini.

Pongsiri akan mengincar jajaran lima besar, sementara penantang peringkat kelima bantamweight Muay Thai Ramazanov akan ingin meraih kebangkitan setelah kehilangan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing di tangan Capitan Petchyindee Academy.

Sebelum mereka kembali memasuki Circle dalam laga pendukung utama malam itu dari Singapore Indoor Stadium, simak empat kunci kemenangan dalam laga yang sangat ditunggu ini.

#1 Agresi Pongsiri

Sepanjang kariernya, Pongsiri seringkali menjadi petarung yang lebih pendek dalam berbagai laga, dimana ini memicu perkembangan gaya bertarungnya yang agresif dan tak pernah mundur.

Ia wajib menerapkan pemikiran ini saat melawan Ramazanov, yang jelas akan menggunakan keunggulan tinggi badannya untuk bertahan di sisi luar dan menyerang dengan pukulan jarak jauh. Jika pria Rusia ini melakukan itu, Pongsiri akan harus menyerang kaki lawannya demi memberi waktu yang ia butuhkan untuk menutup jarak.

Saat berada dalam jarak dekat, pria Thailand ini dapat menyerang dengan pukulan keras ke arah kepala dan tubuh – seperti yang ia lakukan saat menaklukkan Sean “Clubber” Clancy dalam kandidat Laga Terbaik Tahun 2020 mereka.

Namun, ini akan lebih mudah dikatakan daripada dilakukan saat melawan pria yang dikenal dengan kecerdikannya.

#2 Striking Non-Ortodoks Ramazanov

“Babyface Killer” mungkin akan berlaga di bawah peraturan Muay Thai melawan Pongsiri, namun ia jauh dari hanya menjadi striker tradisional dalam “seni delapan tungkai.”

Atlet Venum Training Camp ini seringkali berganti kuda-kuda, menyerang dari sudut yang aneh dan melontarkan kombinasi yang berpadu dengan mulus. Saat ia memasuki Circle Jumat malam nanti, ia akan harus melakukan itu semua – dan masih banyak lagi – untuk mencegah atlet Thailand lawannya meciptakan ritme bertanding.

Dengan itu, anda dapat berharap bahwa Ramazanov akan terfokus pada usahanya mengganggu pola serangan dari perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym ini.

Di sisi lain, jangan harap bahwa seseorang dengan pengalaman bertanding hampir 200 kali akan mudah terpancing.

#3 Pengalaman Pongsiri

Dengan catatan rekor profesional 154-34-11, Pongsiri telah menjalani segalanya. Maka, para penggemar dapat berharap bahwa dirinya akan tetap tenang dan menghindari rangkaian serangan tajam Ramazanov, yang hanya memiliki catatan rekor gabungan dalam disiplin striking di 61-6.

Pongsiri pernah menghadapi pria seperti “Babyface Killer” sebelumnya, dan ia akan mengetahui apa yang harus dilakukan saat Ramazanov menyerang. Pria Rusia itu harus mengantisipasi tak hanya kekuatan Pongsiri – yang datang dengan kombinasi tiga atau empat pukulan – namun juga IQ tandingnya.

Atlet Thailand ini akan menunjukkan kecerdasannya saat pertukaran serangan itu memanas. Dan walau ia akan nampak menyerang dengan liar di mata penonton awam, ia akan siap membaca dan masuk dalam tiap celah di permainan Ramazanov.

Jika ia mendaratkan serangan, ia dapat melukai Ramazanov. Namun pria Rusia ini akan memiliki satu kunci kemenangan lainnya – mungkin juga menjadi salah satu yang terpenting.

#4 Jangkauan Ramazanov

Russian striking ace Alaverdi Ramazanov exchanges shots with Chinese athlete Zhang Chenglong

“Babyface Killer” memang cukup tinggi bagi seorang atlet bantamweight. Faktanya, ia akan memiliki keunggulan tinggi badan 11 sentimeter atas Pongsiri dalam laga mereka. Dan, para penggemar pun dapat berharap ia akan menggunakan itu dengan baik.

Dari bel pembuka, Ramazanov akan harus menjauhkan pria Thailand itu, yang akan menyerang maju dan mengubah laga ini menjadi adu serangan jarak dekat. Pertahanan terbaik pria Rusia itu adalah untuk tetap berada di sisi luar dan menyerang Pongsiri dengan pukulan dan tendangannya.

Namun Ramazanov juga harus tetap bergerak saat Pongsiri maju. Hal ini akan membantunya berada di luar jarak serang pria Thailand itu kemana pun laga ini mengarah, mencetak poin dari luar dan mengakumulasi kerusakan.

Jika ia mampu melakukan itu, dirinya dapat mendekati Nong-O. Jika tidak, mungkin saja Pongsiri yang akan beradu dengan atlet bantamweight legendaris itu dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Pertaruhan Dan Kisah Seluruh Petarung Di ONE: NEXTGEN III

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.