Fitur

Kilas Balik Rodtang Terhadap Mr. Huan: ‘Pria Terbaik Yang Pernah Saya Kenal’

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon akan mempertahankan sabuk emasnya dalam sebuah laga trilogi melawan kompatriotnya Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy, dalam ajang ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand, hari Jumat, 31 Juli.

Jelang laga terbesar dalam kariernya ini, “The Iron Man” melihat kembali seorang pria yang mengubahnya menjadi seniman bela diri elit seperti saat ini – mendiang Mr. Huan, sang pendiri Jitmuangnon Gym.

‘Kami Mengetahui Seberapa Dirinya Sangat Mempedulikan Kami’

ONE Flyweight Muay Thai World Champion Rodtang Jitmuangnon goes for the knockout blow

Mengatakan bahwa Rodtang adalah penggemar dari Mr. Huan adalah sebuah kesalahan.

“Ia adalah pria terbaik yang pernah saya kenal,” kata superstar berusia 23 tahun ini. “Dari semua yang pernah saya temui, dialah yang terbaik. Saya tidak merasa akan dapat menemukan orang seperti dirinya lagi.”

“Ia menjadikan saya seperti hari ini. Ia memberi saya kesempatan dan segala sesuatunya.”

Kesempatan itu datang lebih dari 10 tahun yang lalu. Rodtang, yang saat itu berlaga di provinsi kelahirannya di Phatthalung, diboyong ke Bangkok oleh teman dari keluarganya untuk berkompetisi di sirkuit paling terkenal dalam disiplin Muay Thai. Setelah ia tiba, ia menarik perhatian mentornya itu.

“Suatu hari, Boss Huan melihat potensi saya saat saya memenangkan laga dengan Puenkon,” kenang Rodtang. “Itulah saat ia membawa saya ke Jitmuangnon. Ia merawat saya seperti anaknya sendiri.”

Walau sang pemilik sasana itu adalah pria yang tak banyak berbicara, “The Iron Man” selalu dapat merasakan kepeduliannya bagi semua orang di kamp pelatihan itu.

“Ia bukanlah pria yang suka berbicara, namun kami mengetahui seberapa dirinya sangat memperdulikan kami dan seberapa ia mencintai kami,” kata Rodtang. “Ia tidak pernah memarahi para atlet. Ia selalu berbicara dengan halus kepada kami.”

Terlepas dari sifat pendiamnya, Mr. Huan juga membantu Rodtang melewati salah satu periode terburuk dalam kariernya – sepasang kekalahan besar di Rajadamnern Stadium, termasuk sebuah kekalahan dari rival yang menjadi lawannya saat ini, Petchdam, pada bulan Mei 2017.

“Terkadang, saat saya berjalan ke arah yang salah, ia menarik saya kembali. Ia menunjukkan saya cara untuk menjadi yang terbaik,” tegas Rodtang.

“Ia mengatakan bahwa melewati naik-turunnya keadaan dalam karier adalah normal dan bahwa kami harus mengarungi badai itu. Itu adalah sebuah periode yang sangat sulit dalam karier saya, namun ia mendukung saya melewati itu.”



Sebuah Tragedi Dan Warisan

Dengan dukungan mentornya itu, Rodtang mengubah kariernya dan menjadi Juara Dunia Omnoi Stadium. Ia juga segera menjadi salah satu seniman bela diri terbaik Thailand.

Namun, secara mendadak, sebuah tragedi melanda. Mr. Huan meninggal dunia pada bulan Maret 2018 – dan dunia “The Iron Man” runtuh dan terhenti seketika.

“Satu hari setelah ia meninggal dunia, segala sesuatunya terhenti. Itu seperti seluruh dunia terhenti. Kami tidak mengetahui apa yang harus kami lakukan. Beberapa atlet bahkan ingin berhenti,” kata Rodtang.

“Kami tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada sasana itu. Tidak ada pilar utama di rumah ini. Itu sangat kacau.”

Terlepas dari ketidakpastian itu, warga asli Provinsi Phatthalung ini mengetahui ia harus menjadi kebanggaan Mr. Huan.

“Saya mengatakan para atlet di kamp ini bahwa kita harus dapat melewati ini. Boss Huan membawa kita pada titik ini, dan kita tidak dapat hanya berhenti. Kita harus bergerak maju,” jelasnya.

“Mimpi Boss Huan adalah untuk melihat para atlet di kamp ini menjadi terkenal, untuk melihat kami sebagai petarung peringkat teratas di Thailand… kami mengetahui bahwa kami harus terus maju untuk menghormatinya.”

The living legend Rodtang Jitmuangnon takes a moment to himself after defeating Jonathan Haggerty at ONE: A NEW TOMORROW.

Maka, “The Iron Man” menyemangati rekan-rekan satu timnya. Dan dengan bantuan Mae Ae – istri dari mendiang Mr. Huan – semua atlet itu memiliki determinasi untuk tetap menjaga warisan mentor mereka.

“Mae Ae merawat para atlet ini. Ia merawat kami sama seperti yang Boss Huan lakukan. Ia mengambil alih semuanya dari tangan mendiang suaminya itu, termasuk mengajar dan mendukung kami,” kata Rodtang.

“Ia adalah dukungan moral bagi kami dan tetap membuat kami berjuang.”

Dengan wanita nomor satu dari Jitmuangnon ini berada di pihaknya, “The Iron Man” berlanjut memenangkan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai pada bulan Agustus 2019 dengan mengalahkan Jonathan “The General” Haggerty di ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Ia lalu mempertahankan sabuk emas itu dua bulan kemudian di ajang ONE: CENTURY PART II saat melawan pemukul keras asal Brasil, Walter Goncalves.

Sebagai tambahan, pada awal tahun ini, “The Iron Man” memastikan statusnya sebagai penguasa divisi tak terbantahkan saat ia kembali mengalahkan Haggerty – kali ini melalui TKO pada ronde ketiga.

Rodtang Jitmuangnon celebrates his World Title victory

Rodtang mungkin tidak lagi memiliki Mr. Huan secara fisik di sisinya, namun ia selalu membawa sebuah benda yang menjadi kenangan dari mentornya ke dalam Circle.

“Saya membawa kain kafan pemakamannya. Saya membawanya bersama saya setiap waktu,” sebutnya. “Sebelum seluruh laga saya, saya memanggilnya dan meminta dukungan dan perlindungannya.”

Sementara itu, “The Iron Man” tak akan pernah melupakan dampak yang diberikan oleh Mr. Huan bagi kariernya, kehidupannya dan karakternya sebagai seorang pria.

“Ia adalah seorang yang benar-benar luar biasa. Saya tidak dapat menemukan kata-kata untuk menjelaskan,” sebut Rodtang. “Kehidupan saya jauh lebih baik – dan itu semua karena dirinya.”

Baca juga: Petchdam Yakin Mampu Taklukkan ‘Superstar’ Rodtang