Janet Todd Vs. Phetjeeja: 4 Kunci Kemenangan Kejuaraan Dunia Kickboxing Di ONE Fight Night 20

DC 0682

Janet “JT” Todd ingin mengakhiri karier luar biasa itu di posisi puncak saat ia mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Kickboxing melawan petarung fenomenal Thailand “The Queen” Phetjeeja Lukjaoporongtom.

Laga penyatuan gelar Juara Dunia mereka akan memuncaki kartu pertandingan khusus wanita bertajuk ONE Fight Night 20 di jam tayang utama A.S., atau Sabtu pagi di Asia, dan bintang Amerika itu berharap dapat mengalahkan pemegang interim yang sedang melejit sebelum ia menggantung sarung tinjunya.

Namun, Phetjeeja ingin membuyarkan impian itu di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand, dan jika melihat rekor dominan 5-0 di ONE Championship sejauh ini, akan sulit bagi siapa pun untuk menghentikannya.

Kedua wanita ini memiliki kemampuan untuk mencapai impian mereka, tetapi itu takkan mudah. Berikut adalah beberapa kunci terbesar menuju kemenangan dalam laga Kejuaraan Dunia menarik ini.

#1 Todd Beraksi Di Belakang Jab

Pengaturan jarak akan menjadi sangat penting bagi Todd. Sebagai petarung yang berjangkauan lebih panjang yang menghadapi pemukul kuat, ia akan harus membuat Phetjeeja berhenti menerjang maju.

Senjata utama “JT” untuk hal itu adalah jab luar biasa, yang digunakannya untuk mempertahankan jarak sementara menciptakan kesempatan untuk serangan lanjutan.

Sebagai petarung kidal yang beradu dalam kuda-kuda ortodoks, jab milik striker berusia 38 tahun ini lebih kuat dari biasanya, serta sangat cepat dan akurat.

Dengan keunggulan jangkauan 13 sentimeter, ia dapat menempatkan pukulan itu ke wajah rival Thailand ini saat lawannya itu mencoba masuk dan melepaskan rangkaian pukulan kuatnya.

Ini mungkin akan membuat “The Queen” lebih hati-hati saat menekan maju, sementara Todd juga dapat mempersiapkan pukulan straight kanan dan tendangan rendah yang kuat.

#2 Pergerakan Kepala Phetjeeja

Pengalaman Phetjeeja sebagai petinju seharusnya dapat mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lawan yang lebih tinggi dengan jab keras, dan ia akan beraksi dengan pergerakan kepalanya untuk menghindari semua pukulan straight itu dan menciptakan rute untuk masuk.

Ia menggunakan teknik slip-nya secara efektif untuk menutup jarak dari legenda Prancis Anissa “C18” Meksen dan merebut gelar Juara Dunia Interim ONE Women’s Atomweight Kickboxing pada Desember lalu, maka itu memang menjadi taktik yang sudah terbukti di tingkatan elite.

Dengan memaksa Todd untuk berkomitmen pada pukulannya dan meleset, Phetjeeja dapat memadukan pertahanan dengan serangan untuk mengambil ruang itu secara agresif.

Bintang berusia 22 tahun ini masih belum dapat tertandingi saat ia berada dalam jarak dekat. Secara sederhana, kekuatannya dalam divisi ini memang tak tertandingi, dan ia memiliki berbagai pilihan serangan yang sulit ditahan.

Dengan hook kiri dahsyat dan ledakan besar dari pukulan kanannya, Phetjeeja dapat menggoyahkan rivalnya dengan satu pukulan saja – dan membuat mereka tak dapat memulihkan diri.

#3 Tendangan Kiri Todd

Jika jab Todd tak cukup untuk menjauhkan Phetjeeja, ia dapat menggunakan tendangan kiri kuatnya untuk menggentarkan bintang Thailand itu.

“The Queen” memang tak takut untuk melepaskan pukulan kanan kerasnya, dan ini menjadi kesempatan bagi Todd untuk menyerang melalui celah itu ke arah tubuh.

Sebagai konfirmasi dari potensi itu, KO terakhir yang diraih “JT” tiba dari tendangan kiri ke arah ulu hati dengan penempatan waktu luar biasa yang membungkam Anne Line Hogstad.

Tetapi, bahkan jika serangan ini tak menghasilkan KO, itu dapat memperlambat Phetjeeja di sepanjang lima ronde, yang membuat Todd dapat mendikte ritme laga daripada secara konstan mengatasi tekanan liar yang sangat kacau.

Untuk itu, teep kiri dan tendangan rendah ke arah sisi dalam akan sangat berguna saat menginterupsi terjangan maju “The Queen” yang nampak takkan berhenti itu.

#4 Tendangan Rendah Phetjeeja

Setiap lawan memang merasa khawatir akan pukulan Phetjeeja, tetapi mereka juga tak bisa meremehkan persenjataan lainnya, termasuk tendangan rendah yang sangat menyakitkan.

Sulit untuk mempertahankan bagian lain di tubuh jika Anda selalu khawatir akan pukulan keras yang meluncur dari atas, dan “The Queen” dapat sangat memanfaatkan hal ini.

Jika lawannya bertahan, pemukul muda ini akan mengambil kesempatan untuk mengincar kaki atau tubuh dengan kaki kanannya.

Ia mengakhiri kombinasi pukulan itu dengan serangan keras ke paha lawan, dan semua itu akan berdampak dengan cepat.

Todd harus tetap waspada untuk dapat keluar dari jalur serangan penguasa interim ini, tapi jika Phetjeeja dapat membatas pergerakan lawannya dengan menyerang kaki depan “JT,” ia akan mendapatkan lebih banyak target statik lainnya untuk arsenal tinju dahsyat itu.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled