Fitur

Bedah Laga: Ahmed Faress Vs. Edward Kelly

Sebuah penyelesaian mungkin akan terjadi saat pendatang baru Ahmed “The Prince” Faress melawan veteran ONE Championship dari Team Lakay, Edward “The Ferocious” Kelly, di ONE: FULL BLAST.

Saat laga ini tayang pada Jumat, 28 Mei ini, bintang baru asal Mesir ini akan mempertaruhkan tingkat penyelesaian 100 persen miliknya melawan salah satu atlet paling berpengalaman di ONE.

Namun, laga ini tak akan berjalan satu arah, karena seluruh kemenangan atlet Filipina itu di ONE telah terjadi dalam jarak dekat. Ini berarti sebuah KO atau submission dapat muncul kapan pun juga.

Dengan beragam potensi untuk sebuah kemenangan, berikut adalah beberapa kemampuan terpenting yang akan dibawa oleh kedua atlet featherweight ini ke dalam Circle di Singapore Indoor Stadium.

Striking Faress Yang Terinspirasi Karate

Perjalanan “The Prince” dalam seni bela diri dimulai dengan karate saat ia berusia 6 tahun, dan pengalaman itu tetap berbekas sampai hari ini.

Faress masih bertanding dalam kuda-kuda lebar yang memberinya kesempatan untuk menggunakan tendangan samping dan tendangan kaitan dengan mudah, dimana ia juga menggunakan tendangan tinggi kilat yang dapat mencetak penyelesaian awal.

Dengan teknik tinju yang ia tambahkan pada arsenalnya — terutama pukulan straight — warga Kairo ini kini memiliki serangkaian teknik striking yang dapat membantunya menjalani laga di ranah stand-up.

Kekuatan Wushu Kelly

Namun, “The Ferocious” akan dengan senang hati menjalani pertempuran striking bersama lawan mana pun. Berasal dari sasana terkenal di Filipina, Team Lakay, kemampuan wushu-nya menjadi salah satu yang terbaik, dimana ia pun memiliki kekuatan untuk bertanding.

Seperti rekan-rekan satu timnya, Kelly sangat agresif dengan tendangan rendahnya, namun ia juga menampilkan potensi mencetak KO di tiap bagian tubuhnya.

Para penggemar menyaksikan kekuatan tersebut dalam rangkaian kemenangan KO satu pukulan atas Meas Meul dan Vincent Latoel, dimana ia yakin dapat melakukan hal yang sama dalam laga ini.



Rear-Naked Choke Berbahaya Dari Faress

Ahmed Faress defeats Alan Philpott

Faress memiliki kegemaran untuk meraih punggung lawannya dan menghentikan mereka dengan rear-naked choke.

Faktanya, ia mencetak enam penyelesaian melalui teknik mata leao itu dalam kariernya sejauh ini, termasuk empat kemenangan beruntun di sirkuit Timur Tengah.

Yang paling menonjol adalah kemenangan terbesar “The Prince” atas Alan “The Apprentice” Philpott dengan teknik submission yang sama di ONE Warrior Series 10, dimana hal itu membuktikan dirinya masih sama berbahayanya saat melawan atlet tingkat atas.

Pertahanan Dan Ketenangan Sempurna Dari Kelly

Terlepas dari kemampuan lawan, Kelly adalah atlet yang sulit ditangani. Warga Baguio ini hanya sekali mengalami kekalahan submission dalam kariernya, dan itu terjadi lebih dari tujuh tahun yang lalu.

Ia sangat kuat dan mampu lolos dari berbagai serangan punggung dari beberapa atlet teratas divisi featherweight. Dengan semangat luar biasa, “The Ferocious” mampu tetap bertahan lebih jauh dari kebanyakan atlet lain dalam laga.

Selain itu, dengan 15 laga bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini dalam resumenya, veteran ini telah melakukan semuanya di bawah sorotan lampu dan di hadapan para penonton – sebuah pengalaman yang mungkin juga menjadi keunggulannya.

Posisi Guard Aktif Faress

Jika Kelly bertahan di ground dan berakhir di posisi atas (top position), ia belum aman dari bahaya. Faress memiliki teknik lain untuk meraih kemenangan, dan ia sangat lihai saat berada di atas punggung.

Atlet Saracens MMA ini memiliki sebuah kuncian armbar mematikan yang membawa enam kemenangan bagi dirinya, dimana ia juga lihai mengamankan triangle choke, yang dapat mengakhiri laga dengan sendirinya atau menjadi awalan dari serangan armbar itu.

Atlet Mesir ini selalu sibuk dan mengincar serangan dari posisi guard, yang akan membuat atlet Filipina ini berpikir lebih banyak lagi.

Ground-And-Pound Kelly Yang Kejam

Tetapi, saat Kelly berada di posisi atas, incaran utamanya jelas untuk menyerang.

Spesialis submission asal Korea Selatan, Sung Jong Lee, melontarkan seluruh kemampuannya ke arah “The Ferocious” saat mereka berlaga di ONE: ROOTS OF HONOR, tetapi Kelly mampu menghindari seluruh bahaya tersebut sebelum melepaskan ground-and-pound agresif.

Itulah kisah dari permainan atasnya, dimana ia tak akan menunggu serangan dari Faress. Sebaliknya, veteran ini akan menyarangkan berbagai rangkaian pukulan keras demi mengincar penyelesaian.

Baca juga: 5 Alasan Terbesar Untuk Menonton ONE: FULL BLAST

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.