Fitur

Bagaimana Stamp Dan Rodtang Memulai Kisah Cinta Mereka

Stamp Fairtex adalah Juara Dunia dua disiplin pertama dalam rangkaian ONE Super Series dan superstar bela diri, namun ia saat ini menjadi remaja yang jatuh cinta.

Atlet berusia 22 tahun ini kini menjalin hubungan romantis dengan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai, Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon, dimana keduanya akan tampil dalam kartu pertandingan yang sama untuk pertama kalinya dalam dua laga utama di ajang ONE: A NEW TOMORROW.

Tidak selalu mudah bagi pasangan terkuat dalam ONE Championship ini untuk membuat hubungan mereka berjalan dengan baik, diantara tuntutan untuk berlatih dan bersiap bagi penampilan mereka pada hari Jumat, 10 Januari nanti di Bangkok, namun kedua bintang Thailand itu memiliki komitmen kuat.

Kisah romantis mereka dimulai saat Rodtang mulai mendekati Stamp dan mengirimkan pesan melalui Facebook, namun walau sang Juara Dunia dua disiplin itu menjawab dan mereka bertukar pesan, ia mengakui bahwa ia tidak terlalu menyukai “The Iron Man.”

Dengan Stamp yang berlatih di sasana Fairtex di Pattaya, dan Rodtang di sasana Jitmuangnon di utara Bangkok, mereka sebelumnya tidak pernah bertemu dan mengenal satu sama lain, namun takdir mempertemukan keduanya bulan Maret lalu di ajang ONE: A NEW ERA.

“Ia telah menjalani laga di Jepang, dan saya juga diundang. Sebenarnya, itulah pertama kali kita berdua bertemu,” jelas Stamp.

“Kami bertemu pertama kali di depan lift, namun kami berdua terburu-buru dan tidak memiliki waktu berbicara.”

“Saya menontonnya bertanding, dan kami akhirnya dapat berbicara setelah laganya usai. Kami duduk di bawah pohon sakura, dan itu adalah musim dimana semua bunga [sakura] sedang mekar.”

Setelah pertemuan romantis mereka di Tokyo itu, mereka mulai berkencan, namun Stamp sedikit ragu untuk membiarkan segala sesuatunya berjalan terlalu serius.

Walau banyaknya kesamaan dalam karier mereka, Stamp mengatakan ia memanfaatkan waktu dengan baik untuk mencari tahu apakah mereka sepadan, dan apakah “The Iron Man” benar-benar seorang pria sejati.



“Awalnya saya tidak terlalu tertarik karena ia nampak seperti seorang barbar,” tawanya.

“Namun setelah kami mulai berbicara, saya menyadari betapa dirinya sangat dewasa. Ia adalah seorang yang menghormati orang tua dan meminta saran mereka. Saya kira, jika ia mengerti hal ini, maka ia adalah orang yang baik.”

“Ia benar-benar berusaha untuk mengenal saya dan keluarga saya lebih jauh. Ia adalah pria sejati. Hanya masalah waktu sebelum saya akhirnya memutuskan menjalin hubungan dengan dirinya.”

Keduanya tinggal di provinsi yang bertetangga – dengan dua jam perjalanan diantara mereka – oleh karena itu tidak mudah untuk keduanya bertemu secara rutin dan menjaga jadwal dua kali latihan rutin dalam sehari, enam hari dalam satu minggu, tanpa komitmen yang kuat.

Namun, Rodtang selalu sangat berniat menemui kekasihnya ini, namun hanya jika Stamp mengizinkan. Wanita berusia 22 tahun ini selalu memastikan persiapannya tidak terganggu dengan cara apapun karena lamanya perjalanan itu.

“Ia akan berkendara menemui saya setelah latihan pagi, membawa saya pergi makan dan kembali untuk latihan sore,” kata Stamp.

“Perjalanan itu membutuhkan pengorbanan besar, maka saya mengatakan bahwa ia dapat datang sekali atau dua kali dalam seminggu. Ia terlalu lelah sampai saya tahu bahwa ia tidak memiliki waktu untuk berselingkuh!”

Karena masing-masing individu dari pasangan yang dikenal sebagai “RodStamp” ini memiliki jadwal pertandingan yang berbeda, serta berlaga di negara berbeda di Asia sebagai Juara Dunia, mereka sering terpisah, namun masih menyiapkan waktu untuk satu sama lain.

“Saya memiliki satu hari penuh untuk dirinya. Ia menelpon saya seharian,” kata Stamp.

“Telepon saya selalu sibuk karena ia selalu menghubungi saya! Saat ia sedang bebas dan tidak berlatih, ia akan berkendara untuk menemui saya. Ia akan menunggu saya di sasana sampai saya selesai berlatih dan membawa saya untuk pergi makan.”

Namun, sebelum laga bela diri campurannya melawan Puja “The Cyclone” Tomar, mereka akhirnya akan berlaga di kartu pertandingan yang sama. Setelah Rodtang menghadapi Jonathan “The General” Haggerty dalam laga utama, mereka akhirnya dapat berbagi waktu istirahat bersama.

Namun saat ini, keduanya sedang berlatih keras – walau kegiatan keduanya di sasana menjadi lebih ringan karena dukungan yang diberikan bagi satu sama lain.

Sementara mereka masih harus terpisah sampai saat ini, hati mereka tetap satu. Cara mereka saling mendukung dari jauh nampaknya telah menjadi saksi kemajuan dari kedua atlet ini, dimana mereka diharapkan menampilkan hasilnya di ajang ONE: A NEW TOMORROW.

“Kami berbicara dengan baik dan mendukung satu sama lain karena kami berdua sangat lelah,” kata Stamp.

“Meski ia lelah, ia masih berkendara menemui saya. Kami membantu satu sama lain dengan segala sesuatu.”

Baca Juga: Jonathan Haggerty Siapkan kejutan Bagi Rodtang Jitmuangnon