5 Pertanyaan Terbesar Jelang ONE Fight Night 10: Johnson vs. Moraes III Di Colorado

Adriano Moraes Demetrious Johnson ONE on Prime Video 1 1920X1280 63

Setelah penantian yang terasa sangat lama, inilah waktunya melihat bagaimana seluruh aksi itu berlangsung dalam gelaran ONE Fight Night 10: Johnson vs. Moraes III di Prime Video.

Berbagai pembicaraan memang telah muncul sejak ONE Championship mengumumkan debutnya di A.S. pada Desember lalu, dan kini, gelaran blockbuster itu akhirnya akan hadir pada Sabtu pagi, 6 Mei waktu Asia.

Dengan pertaruhan luar biasa di setiap laga, berbagai hal dapat saja dibicarakan saat gelaran ini usai. Sampai saat itu, para penggemar dan pengamat mungkin hanya dapat menebak apa yang akan terjadi dalam gelaran bersejarah di 1stBank Center, Colorado itu.

Saat kita bersiap untuk malam pertandingan, berikut adalah lima pertanyaan terbesar yang hadir.

#1 Apakah Ini ‘Tarian Terakhir’ Demetrious Johnson?

Demetrious Johnson adalah salah satu seniman bela diri campuran terhebat yang pernah berlaga, dan setelah karier luar biasa yang membawanya meraih posisi teratas di belahan dunia bagian Barat dan Timur, ia mulai melihat kemungkinan untuk pensiun.

“Mighty Mouse” selalu berkata bahwa dirinya ingin mempersiapkan kehidupan yang baik bagi keluarga kecilnya saat ia selesai bertarung, dan ONE jelas membantunya melakukan itu.

Legenda Amerika itu kini akan menyelesaikan persaingan terbesarnya dengan Adriano Moraes pada Sabtu ini, dan apa pun hasil pertarungan itu, ia mungkin akan memutuskan untuk menggantung sarung tinjunya.

Sebuah kemenangan jelas akan mengukuhkan peninggalannya sebagai atlet flyweight terbaik sepanjang masa, tetapi apakah pria berusia 36 tahun ini akan mengakhirinya saat ia masih memiliki beberapa tahun lagi untuk beraksi?

Sementara beberapa petarung memang meninggalkan panggung itu saat mereka berada di posisi puncak, Johnson adalah petarung cerdas yang berpikir jangka panjang. Akan ada kesempatan dimana ia mungkin akan menolak keinginan untuk kembali berkompetisi – bahkan saat ia menang.

#2 Akankah 2 Juara Dunia Tak Terhentikan Ini Lengser?

Rodtang Jitmuangnon dan Mikey Musumeci mungkin memang berkompetisi di spektrum seni bela diri yang berseberangan, tetapi kedua petarung ini tak terhentikan di ONE Championship.

Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang memiliki catatan rekor 13-0 di bawah peraturan Muay Thai dan kickboxing ONE, dengan lima kemenangan di Kejuaraan Dunia.

Superstar striking Thailand ini akan mempertahankan gelarnya melawan petarung kuat Meksiko, Edgar Tabares, yang ingin mengejutkan sang penguasa tak terhentikan itu.

Sementara itu, Musumeci memang tak menjalani laga sebanyak rekannya di atas bersama organisasi ini, namun Juara Dunia ONE Flyweight Submission Grappling itu juga sangat mendominasi.

Dengan catatan rekor 3-0 dan dua kemenangan dalam Kejuaraan Dunia, “Darth Rigatoni” bahkan belum pernah terancam sepenuhnya dalam perjalanannya bersama ONE.

Pria Amerika ini akan menghadapi ujian sulit saat dirinya melawan bintang BJJ yang sedang bersinar, Osamah Almarwai, demi mempertahankan sabuk emasnya di tanah kelahirannya.

#3 Dapatkah Stamp Atau Anderson Raih Perebutan Gelar?

Stamp Fairtex dan Alyse Anderson akan berhadapan dalam aksi atomweight MMA krusial, yang akan memberi implikasi luar biasa bagi gambaran perebutan gelar Juara Dunia divisinya.

Sebagai penantang #1, Stamp hampir saja berhasil dalam percobaan perdananya menantang gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight milik Angela Lee. Namun, spesialis striking ini pada akhirnya terkena submission dalam laga itu.

Wanita Thailand ini pun kembali mengasah kemampuan dalam permainan MMA menyeluruhnya sejak itu, namun Anderson melihat dirinya dapat mengeksploitasi lawannya di ground.

Walau saat ini belum menempati peringkat lima besar, atlet unggulan Amerika ini dapat saja memberi pernyataan besar jika ia mampu mengunci Stamp – walau cara apa pun demi meraih kemenangan itu dapat juga membawa dirinya memasuki perebutan gelar Juara Dunia berikutnya.

#4 Bagaimana Sage Northcutt Akan Tampil Saat Ia Kembali Berlaga?

Kembali dari kekalahan KO memang tidak mudah, tetapi dengan tambahan empat tahun masa istirahat dan perjuangan berat melawan COVID-19 yang dapat saja mengakhiri kariernya memang menjadikan tantangan Sage Northcutt jauh lebih besar lagi.

Atlet Amerika ini nampak ditakdirkan untuk menjadi sosok yang sangat hebat sejak ia remaja, dan di usianya yang ke-27, ia masih memiliki banyak waktu tersisa. Tetap saja, ini akan menjadi momen penuh tekanan luar biasa untuk kembali ke dalam Circle di hadapan penonton tuan rumah.

Sementara Northcutt berada di luar arena kompetisi, lawannya Ahmed Mujtaba meraih penyelesaian beruntun yang menunjukkan kekuatan KO dan submission miliknya.

Kini berlatih di sasana terkenal American Kickboxing Academy, “Wolverine” merasa jauh lebih percaya diri dari sebelumnya, serta meyakini bahwa dirinya dapat mengalahkan atlet favorit tuan rumah itu.

Penghancur asal Pakistan ini memiliki momentum yang dibutuhkan jelang laga lightweight MMA ini, sementara Northcutt membawa nama dan sorotan terbesar. Akankah “Super” Sage membuktikan dirinya takkan mengalami ring rust, ataukah Mujtaba dapat menempatkan diri di jajaran petarung elite?

#5 Akankah Ukuran Tubuh De Ridder Terlalu Besar Bagi Ruotolo?

Pencapaian Tye Ruotolo dalam dunia grappling menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu yang terbaik di dunia, namun divisi berat badan memang dibutuhkan untuk sebuah alasan tersendiri.

Atlet BJJ fenomenal yang tak kenal takut ini – yang beraksi di lightweight dan catchweight 179 pound sejauh ini bersama ONE – akan naik ke middleweight untuk menghadapi Reinier de Ridder dalam sebuah laga-super submission grappling.

De Ridder memiliki sabuk emas middleweight MMA, dan sebelumnya sempat menyandang gelar di light heavyweight, maka ia jelas menjadi pria yang lebih besar. Sebagai tambahan, ia juga menjadi spesialis submission tingkat tinggi dengan sabuk hitam dalam BJJ dan judo.

Tetap saja, Ruotolo tidak asing dengan petarung bertubuh besar, karena pria Amerika ini memenangkan medali perunggu di divisi absolute dalam Kejuaraan Dunia ADCC 2022.

Dunia olahraga tarung memang sarat dengan kisah Daud vs. Goliat, dan laga ini dapat saja menjadi salah satunya – walaupun itu takkan terjadi jika “The Dutch Knight” berhasil menang.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled