‘Saya Masih Salah Satu yang Terbaik’ – Nabil Anane Incar Kemenangan Krusial atas Yuki Yoza di ONE SAMURAI 4

Nabil Anane Hiromi Wajima ONE 173 21

Mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nabil Anane kembali berlaga dalam kickboxing demi membuktikan kemampuannya saat menghadapi mantan penantang Gelar Dunia Yuki Yoza di ONE SAMURAI 4 pada Sabtu, 17 Oktober, di Ariake Arena yang ikonis di Tokyo, Jepang.

Jagoan 22 tahun berdarah Aljazair-Thailand ini harus melewati periode sulit setelah sempat melesat begitu cepat menuju puncak kejayaan. Namun, kepercayaan diri yang tak tergoyahkan membuatnya tak kenal kata menyerah.

Hampir setahun sejak penampilan terakhirnya dalam kickboxing, Anane kini menghadapi ujian berat dan kompleks dari Yoza, yang dikenal akan tekanan tanpa henti serta kemampuan tendangan dahsyat yang telah merepotkan banyak lawan.

Kemenangan di ibu kota Jepang tidak hanya akan membawa Anane kembali ke jalur kemenangan, tetapi juga dapat mendorongnya selangkah lebih dekat menuju ambisi besar lainnya dalam kariernya: memperebutkan sabuk Juara Dunia ONE Kickboxing.

Petarung berusia 22 tahun itu mengatakan kepada onefc.com:

“Orang-orang mungkin berpikir bahwa dua kekalahan itu sangat memengaruhi saya, mungkin secara mental atau kepribadian saya. Namun, saya sudah bangkit sejak laga pertama.

“Pada laga kedua, saya sebenarnya tidak terlalu kecewa karena itu adalah pertarungan yang sangat hebat. Saya sudah memberikan segalanya. Hari itu memang bukan hari keberuntungan saya. Saya sudah berlatih sangat, sangat keras. Begitulah hidup. Ada saatnya kita berada di atas dan ada saatnya di bawah.”

Alih-alih melakukan perubahan masif, Anane ingin tetap setia pada gaya tanding yang telah membawanya ke level tertinggi, sembari memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil yang muncul dalam beberapa penampilan terakhirnya.

Bagi Anane, tujuan utamanya adalah memastikan kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

Ia mengatakan:

“Tentu saja, saya harus bertarung dengan cara saya sendiri, dengan gaya saya sendiri. Itu hanya kesalahan kecil, jadi tidak masalah dan saya bahkan tidak marah karenanya. Pertarungan itu sangat seru. Saya rasa pertarungan berikutnya juga akan sangat seru.”

Ketenangan itu tentu bukan berarti Anane mengabaikan besarnya pertaruhan yang ada di hadapannya.

Ia tahu bahwa kekalahan berikutnya akan memperpanjang periode tersulit dalam kariernya di ONE Championship, dan ia sangat bertekad untuk mencegah hal itu terjadi saat menghadapi lawan berbahaya seperti Yoza.

Anane mengatakan:

“Dia harus berlari untuk mengejar saya, dan saya akan menang. Saya menginginkan kemenangan karena saya tidak mau kalah untuk ketiga kalinya.”

Anane Yakin Kemenangan Atas Yoza Akan Membuka Jalan Menuju Sabuk Kickboxing

ONE SAMURAI 4 akan secara resmi menandai penampilan pertama Nabil Anane dalam kickboxing setelah hampir setahun absen dari disiplin tersebut.

Kemenangan meyakinkan atas Yuki Yoza akan memiliki arti yang sangat besar. Superstar Jepang itu sebelumnya telah menjalani laga perebutan Gelar Dunia ONE. Anane yakin kemenangan di Tokyo akan mendekatkan dirinya menuju sabuk juara kickboxing.

Petarung berdarah Aljazair-Thailand itu mengatakan:

“Sekarang sudah hampir setahun saya tidak bertarung dalam kickboxing. Saya hanya ingin menang, masuk ke dalam rangking, lalu bertarung memperebutkan gelar jika mendapat kesempatan. Saya akan mengambilnya.

“Sejak awal, apa pun yang datang kepada saya, saya tidak pernah menolak apa pun. Saya selalu menerima apa pun yang mereka tawarkan. Apa pun yang mereka tawarkan selanjutnya, saya siap, saya bersedia. Namun, tentu saja saya menginginkan kesempatan memperebutkan gelar juara.”

Anane memprediksi Yoza akan mengandalkan kekuatan fisik, tekanan agresif, serta kemampuan tendangan yang sangat berbahaya. Gaya tarung itu telah melekat sebagai ciri khas utama dari petarung Jepang tersebut.

Namun, mantan penguasa Muay Thai itu juga sangat yakin bahwa atribut fisiknya yang unik dapat menghadirkan masalah besar bagi sang lawan. Dengan postur menjulang setinggi 193 sentimeter, Anane memiliki keunggulan signifikan dalam tinggi badan dan jangkauan, sementara kecepatan luar biasa serta pergerakannya yang fleksibel memberinya senjata berbahaya yang tidak terbatas pada kemampuan bertarung dari jarak jauh.

Yang terpenting, rentetan hasil pertarungan terakhirnya sama sekali tidak mengubah pandangannya tentang posisi yang layak ia tempati di antara jajaran elite kelas bantam.

Petarung asal Bangkok itu menegaskan:

“Saya masih menjadi salah satu yang terbaik, salah satu yang paling ditakuti, salah satu petarung yang tidak ingin dihadapi orang lain. Saya masih sama, dan masih lapar akan kemenangan.”

Selengkapnya di Berita

Nabil Anane Hiromi Wajima ONE 173 21
Allycia Hellen Rodrigues defeats Phetjeeja Lukjaoporongtom via split decision at The Inner Circle 19
Rustam Yunusov mendaratkan tendangan ke arah tubuh Suriyanlek Por Yenying di The Inner Circle 34.
Muay Thai fighters Suriyanlek Por Yenying and Rustam Yunusov face off ahead of The Inner Circle 34
Rifdean Masdor gets ready for battle against Petaek Sitbigjasskonrakpathum at ONE Friday Fights 71.
Dzhamil Osmanov lands a left hand on Ben Woolliss at The Inner Circle 33.
Lucas Gabriel and Alibeg Rasulov set for war at ONE Fight Night 49 on November 6.
Shamil Erdogan celebrates his performance bonus at ONE Fight Night 48
Regian Eersel lands a clean shot on George Jarvis at The Inner Circle 33.
Split screen of heavyweight MMA fighters Shamil Erdogan and Paul Elliott
Duangdawnoi lands a spinning shot on Aline Seiberth at The Inner Circle 33.
Regian Eersel and George Jarvis face off ahead of The Inner Circle 33