‘Saya Inginkan Rematch’ – Ramadan Ondash Buka Suara Usai Kekalahan Perdana Di ONE Dari Aliff Sor Dechapan
Ramadan “The Scorpion” Ondash tidak mengenal pahitnya kekalahan di ONE Championship sebelum bertemu jagoan Thailand-Malaysia, Aliff Sor Dechapan, di ONE Fight Night 38 pada Desember 2025.
Striker asal Lebanon itu memasuki laga tersebut dengan catatan 4-0 yang memberinya kontrak sebagai atlet utama sekaligus membawanya langsung ke perbincangan perebutan Gelar Dunia ONE Strawweight Muay Thai.
Tugasnya hanya satu: mengalahkan Aliff untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Namun di ronde ketiga pertarungan mereka di Lumpinee Stadium, Bangkok, segalanya berubah.
Lutut terbang Aliff menjatuhkan Ondash dan memaksanya menerima hitungan delapan dari wasit. Momen itu menjadi penentu arah laga dan pada akhirnya membawa kemenangan mutlak bagi Aliff, yang kini mengamankan duel melawan sang raja divisi, Prajanchai PK Saenchai.
Bagi Ondash, kekalahan itu bukan sekadar noda dalam rekor, tetapi juga menghentikan laju yang selama ini terlihat tak terhentikan.
Secara hasil, ia menerima keputusan tersebut. Namun ia tidak sepenuhnya sepakat dengan jalannya pertarungan:
“Semua berjalan baik di pertarungan. Selama tiga ronde, saya punya tenaga penuh. Saya rasa saya menang tiga ronde, tapi lutut terbang itu mengubah segalanya. Dan di ONE, kalau kamu kena knockdown, itu tidak bagus.
“Tapi sekarang saya baik-baik saja. Saya tidak tahu apakah ini taktiknya, karena dia selalu berlari di ring. Dia terlalu banyak berlari. Itu sebabnya saya mengejarnya. Saya ingin menangkapnya. Saya ingin menghabisinya.”
Menurut Ondash, knockdown tersebut mengubah tempo laga. Ia merasa Aliff lebih memilih menghindar ketimbang bertukar serangan.
Kekalahan itu bukan hanya memutus rekor tak terkalahkannya di ONE, tetapi juga menjauhkannya dari peluang gelar, sementara Aliff terus melangkah menuju puncak strawweight Muay Thai.
Prodigi Lebanon itu menjelaskan mengapa ia masih mempertanyakan hasil tersebut:
“Dia hanya mencari lutut terbang. Di ronde kedua dan ketiga, saya terus bertarung, bertarung, dan bertarung. ONE Championship suka melihat pertarungan, bukan petarung yang berlari di ring. Saya tidak pikir dia pantas [dapat kesempatan gelar]. Tapi kalau dia mau melawan Prajanchai, silakan saja.
“Ini Muay Thai – bukan hanya berlari dan kelelahan. Kalau dia bertarung lima ronde melawan Prajanchai, bisa tidak? Dia hanya berlari dan lelah. Itu tidak adil. Prajanchai akan melahapnya.”
Ondash Tanggapi Reaksi Viral dan Siapkan Kebangkitan
Saat Ramadan Ondash dan Aliff Sor Dechapan bertarung di Lumpinee akhir tahun lalu, dampaknya tak berhenti di dalam ring.
Cuplikan laga mereka viral di media sosial, dengan salah satu video mendekati 20 juta penayangan di Instagram. Klip lain yang memperlihatkan ekspresi kecewa Ondash saat hasil dibacakan juga memicu gelombang komentar.
Ia pun menanggapi hal itu secara langsung:
“Saya menghormati dia. Saya sangat menghormati Aliff. Tapi banyak orang di Malaysia bilang ke saya, ‘Kamu menangis, menangis, menangis.’ Kenapa? Semua orang pernah kalah. Saya tahu. Tapi saya menangis karena pertarungannya sangat ketat. Bukan karena dia. Semua orang bisa menangis. Bahkan legenda pun menangis.
“Saya ingin menyampaikan pesan ini untuk semua yang menulis ‘Cengeng’ di komentar. Saya melihatnya di TikTok dan Instagram. Saya menghormati semua orang. Saya tidak punya masalah dengan siapa pun. Tapi saya tidak tahu kenapa orang seperti itu. Kalau saya kalah, mereka tidak suka. Kalau saya menang, mereka suka. Itu tidak baik.”
Sementara Aliff bersiap menuju perebutan Gelar Dunia, Ondash kembali ke Lebanon untuk menjalani Ramadan. Ia berencana kembali bertanding setelah bulan suci tersebut.
Ia tak ingin menoleh ke belakang tanpa pelajaran. Kekalahan itu, menurutnya, memberi banyak refleksi.
“Saya belajar banyak dari pertarungan ini. Saya belajar untuk lebih tenang – tidak terlalu gila – tidak hanya pukul, pukul. Harus lebih santai. Dan saya ingin lebih banyak menendang, karena saya punya tendangan yang kuat.
“Aliff hanya menendang dua atau tiga kali ke betis dan saya sudah merasakannya. Saya punya power dan tendangan bagus, tapi saya tidak menggunakannya di pertarungan itu. Kali ini, saya ingin menggunakannya lebih banyak. Tentu saya inginkan rematch. Saya akan mengalahkannya. Ini balas dendam saya.”