Rodtang Incar Lawan Berikut Setelah Kemenangan Epik Dalam Perebutan Gelar

Rodtang Jitmuangnon DCIMGL8407

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon berhasil mengukir sejarah di ajang ONE: DAWN OF HEROES, namun dirinya meyakini dapat meraih satu sabuk emas lainnya.

Hari Jumat, 2 Agustus lalu, atlet berusia 22 tahun ini berhasil merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai dari genggaman Jonathan “The General” Haggerty melalui kemenangan mutlak setelah lima ronde yang sangat keras dan spektakuler.

Keduanya tampil dan mencuri perhatian dalam dunia bela diri, saat mereka mengeluarkan segenap kemampuan mereka di Manila, Filipina, namun memang kekuatan pukulan dari sang pahlawan Thailand itu memberinya keunggulan di mata para juri.

Ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi superstar Thailand ini, untuk memenangkan sabuk emas di atas panggung dunia, dan ia pun menangis saat tangannya terangkat di akhir laga.

Kini, setelah ia memiliki waktu untuk merenungkan penampilan dan pencapaiannya, Rodtang berbagi tentang apa yang ada di pikirannya selama momen penentu dalam kariernya itu, serta bagaimana ia berhasil laga terbesar dalam kariernya.

ONE Championship: Bagaimana anda menganalisa dua laga pertama saat itu, dimana Haggerty nampak lebih unggul?

Rodtang Jitmuangnon: Saya benar-benar merasakan keunggulan dari ukuran tubuhnya pada ronde pertama pertandingan. Sangatlah sulit bagi saya untuk melakukan apa pun demi mengatasi perbedaan postur itu, namun saya segera menyadari bahwa saya harus bergerak dan menyerang lebih cepat, atau saya tak akan menang.

Memasuki ronde kedua, saya mulai lebih panas. Sudah hampir beberapa bulan lamanya sejak pertandingan terakhir saya, dan saya merasa agak lamban pada ronde awal.

Ia memiliki tendangan dorong [atau push kick] yang sangat baik dan sangat efektif melawan saya, namun tak ada yang benar-benar membuat saya terluka. Pada akhir ronde kedua, saya merasa sangat yakin dan mengetahui apa harus saya lakukan.

Rodtang "Iron Man" Jitmuangnon faces Jonathan "The General" Haggerty at ONE: DAWN OF HEROES

ONE: Apa yang berubah bagi diri anda pada ronde ketiga?

RJ: Ronde ketiga itu milik saya. Saya menemukan ritme dan mampu menutup keunggulannya.

Saya merasa berhasil membuatnya kewalahan pada ronde tersebut, dan saya melihat bahwa ia mulai menurun. Saya memiliki pelatih saya dan Mare Ae [manager Jitmuangnon Gym] di pojok ring, memberi masukan, namun saya telah mengetahui apa yang harus saya lakukan dan mengikuti rencana saya.

ONE: Seberapa besar titik balik akibat knockdown pada ronde keempat itu?

RJ: Saya tidak benar-benar memikirkan untuk mencari KO atau apa pun itu, namun saya merasa ini akan menjadi ronde yang penting bagi saya.

Ia benar-benar tidak menyukai serangan ke arah tubuh, dan saat saya melihat itu, saya beralih ke serangan ke arah kepala. Saya tidak terkejut ia mampu kembali berdiri.

Saya kira serangan yang mengenainya itu hanya berada di 70 persen kekuatan saya, namun saat saya melihatnya terjatuh, saya merasa dalam hati bahwa saya telah memenangkan pertandingan.

Rodtang "Iron Man" Jitmuangnon faces Jonathan "The General" Haggerty at ONE: DAWN OF HEROES

ONE: Apakah strategi anda saat memasuki ronde kelima?

RJ: Saya merasa telah unggul di kartu penilaian, maka saya hanya melakukan yang dibutuhkan untuk menguasai laga. Saya tetap tenang dan menjalankan rencana saya, namun saya tak berlebihan. 

ONE: Apa yang terlintad di pikiran anda sebelum keputusan itu diumumkan?

RJ: Saya rasa ada kemungkinan saya kalah pada dua ronde awal, namun itu tidak terlalu jauh. Saya mengetahui saya berhasil memenangkan ronde ketiga dan memberinya hitungan [wasit] pada ronde keempat. Saya kira saya juga memenangkan ronde kelima, namun itu bisa menjadi hasil yang seimbang.

Saya sedikit khawatir tentang keputusan itu, karena ini adalah momen yang menegangkan bagi saya. Ditambah, penilaian internasional itu berbeda dengan di Thailand.

Saya merasa yakin telah menang, namun saya benar-benar harus menunggu itu diumumkan terlebih dahulu.

Rodtang "Iron Man" Jitmuangnon faces Jonathan "The General" Haggerty at ONE: DAWN OF HEROES

ONE: Apakah arti kemenangan ini bagi anda saat akhirnya tangan anda terangkat?

RJ: Saya tidak tahu harus mengatakan apa, saya sangat senang dapat menang. Itu membuat saya tak dapat berkata-kata.

Itu telah menjadi tujuan saya sejak lama. Saya menempatkan segalanya dalam laga ini. Ini merupakan segalanya bagi saya.

ONE: Apa artinya keberadaan Mae Ae di arena pertandingan saat anda memenangkan gelar Juara Dunia?

RJ: Keberadaa Mare Ae sangat penting di sana. Bagi saya, ia mewakili manager saya yang dahulu, Mr. Huan. Ia seperti ayah bagi saya, maka keberadaan [Mare Ae] seperti mewakili dirinya.

Ia juga menjadi sosok yang merawat saya sepanjang waktu, dan karena dirinyalah saya dapat berada disini. Adalah pengalaman luar biasa dapat berada bersamanya di dalam ring untuk merayakan, dan saya sangat bersyukur ia berada disana.

Rodtang "Iron Man" Jitmuangnon with Mare Ae after he faced Jonathan "The General" Haggerty at ONE: DAWN OF HEROES

ONE: Apa yang selanjutnya bagi anda?

RJ: Saya ingin sekali melihat Petchdam Petchyindee Academy mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing pada akhir bulan ini. Petchdam dan saya memiliki rekor seimbang 1-1 dalam Muay Thai di Thailand.

Saya ingin memberi tahu Mr. Chatri Sityodtong bahwa saya ingin meraih kesempatan perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing, dan akan siap kapan pun kesempatan itu tiba.

Selengkapnya di Berita

Nakrob Fairtex Muangthai PK Saenchai ONE Friday Fights 10
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
Johan Ghazali Nguyen Tran Duy Nhat ONE 167 65
Kade Ruotolo Blake Cooper ONE 167 69
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 59
Mikey Musumeci Gabriel Sousa ONE 167 14
Tawanchai Beats SmokingJo 1920X1280
Mikey Musumeci Gabriel Sousa ONE 167 11
TawanchaiPKSaenchai SmokinJoNattawut 1920X1280
Adrian Lee 2
Kongchai AkramHamidi 1920X1280
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled